• About
  • Redaksi & Contact
  • Advertise
Thursday, January 15, 2026
  • Login
No Result
View All Result
NEWSLETTER
Bentara
  • Home
  • Polkam
  • Ekbis
  • Hukrim
  • BudPar
  • Humaniora
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Home
  • Polkam
  • Ekbis
  • Hukrim
  • BudPar
  • Humaniora
  • Kesehatan
  • Pendidikan
No Result
View All Result
Bentara
No Result
View All Result
Home Humaniora

Museum Harus Jadi Rumah Peradaban Budaya NTT

by BentaraNet
in Humaniora
0
0
SHARES
85
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Kupang – UPTD Museum Nusa Tenggara Timur (NTT) dibawah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT menyimpan 10 jenis koleksi. Dari jumlah jenis-jenis itu, benda yang dikoleksi yang disimpan oleh Museum NTT sebanyak 7.451 buah.

Kepala UPTD Museum NTT, Esau K.M. Ledoh, SE., M.Ec.Dev menjelaskan, dengan koleksi sebanyak itu, Museum seharusnya jangan dipandang sebelah mata oleh masyarakat. Sebab Museum menyimpan banyak benda yang bisa mengingatkan tentang sejarah masyarakat NTT.

Karena itu, Esau meminta masyarakat terutama kaum milenial untuk menjadi Museum sebagai rumah peradaban budaya NTT. Sekaligus sebagai rumah untuk belajar.

Dirinya menjelaskan, 10 jenis koleksi yang ada di Museum NTT yakni, jenis koleksi geologika sebanyak 16 buah, koleksi biologika sebanyak 143 dan koleksi Etnografika sebanyak 4.952 buah. Selanjutnya ada jenis koleksi arkaelogika sebanyak 244 buah, historika sebanyak 204 buah, koleksi heraldika atau numesmatika sebanyak 843, koleksi filologika sebanyak 35 buah. Ad pula koleksi karamologika sebanyak 755 buah, seni rupa sebanyak 149 dan koleksi jenis teknologika sebanyak 110 buah.

Untuk menjadikan Museum sebagai ruamh peradaban budaya dan rumah belajar, Esau mengatakan, informasi terkait koleksi-koleksi yang ada pada Museum NTT diberikan secara mendetail. Informasi itu pun kini sudah disediakan berbasis website mengikuti perkembangan zaman.

“Kita juga sudah punya website kaitannya dengan Museum NTT sehingga orang mancanegara atau masyarakat luas di Indonesia bisa mendapatkan informasi tentang koleksi benda-benda di Museum NTT,” kata Esau.

Meski demikian, Esau menjelaskan ada informasi-informasi tertentu tidak bisa diberikan melalui website. Namun informasi umum tentang suatu koleksi disediakan pada website.

RelatedPosts

No Content Available

Keterbukaan informasi ini menunjukkan bahwa Museum NTT pun terbuka untuk siapa saja yang mau berkunjung dan belajar. Informasi-informasi mendetail yang tidak disampaikan melalui website menjadi salah satu cara untuk mengundang masyarakat datang ke Museum NTT. Sebab jika masyarakat berkunjung, maka bisa melihat secara langsung koleksi itu dari dekat, kemudian bisa mendapatkan informasi lebih banyak dari pengelola Museum NTT.

“Pada saatnya, Museum tidak dipandang, tetapi betul-betul ada kesadaran bahwa generasi-generasi milenial punya tanggung jawab terhadap budaya dan peradaban yang ada,” jelas Esau.

UPTD Museum NTT pun terus melakukan pengkajian tentang motif-motif kain tenun yang ada di NTT. Cerita asal usul kain tenun itu, siapa yang berhak menggunakan kain itu, makna dari motif kain tenun itu menjadi hal yang dikaji oleh Museum NTT.

“Dari 800-an jenis kain di NTT yang kita sudah lakukan pengkajian baru sekitar 20 jenis kain karena terkendala biaya. Kalau biaya memungkinkan itu bisa dilakukan. Kita berharap setiap tahun itu bisa 5-6 jenis kain kita lakukan pengkajian,” ungkapnya.

Hal itu, kata Esau dilakukan untuk menjaga dan merawat warisan budaya NTT melalui narasi yang hampir tidak pernah diketahui banyak orang. Melalui pengkajian yang mendalam, hasilnya akan dilakukan seminar bersama para tokoh masyarakat pemilik motif tenunan dan bersama para akademisi untuk mendapatkan informasi yang valid.

Setalah mendapatkan informasi yang valid, maka akan dilakukan sosialisasi melalui akun media sosial yang dimiliki oleh Museum NTT. Selain itu, informasi berbasis digital pun disediakan melalui website Museum NTT yang baru dilaunching bertepatan dengan hari Museum Nasional 12 Oktober 2021 lalu.

“Sehingga para generasi milenial itu bisa mengerti bahwa kain tenun itu bukan hanya digunakan untuk tutup badan saja, tetapi dia punya makna,” tegas Esau.

Saat ini UPTD Museum NTT sudah mengkaji jenis kain dari Kabupaten TTU, Kabupaten Rote Ndao, Kabupaten Ende dan Kabupaten Sumba Timur. Kendati demikian, Esau mengaku masih terkendala biaya untuk melakukan pengkajian lebih lanjut pada jenis kain tenun lain.

Esau berharap, dengan kemudahan akses informasi yang ada, Museum NTT sudah dapat dijadikan rujukan bagi para wisatawan yang akan berkunjung ke NTT. Sehingga tidak hanya soal keindahan alam yang dinikmati, namun kekayaan budaya NTT pun bisa menarik perhatian wisatawan, baik mancanegara maupun domestik (Red).

Tags: Budaya NTTKain tenunMuseum NTTRumah Peradaban

Related Posts

Geram! Puluhan Tahun Sertifikat SMPN 2 Boawae Tak Kunjung Selesai. Ahli Waris: Kami Ambil Pulang.
‎

December 10, 2025

NAGEKEO - ‎Puluhan tahun ahli waris dari suku Tegu Udawolo telah menyerahkan tanah kepada pemerintah dalam rangka untuk pembangun fasilitas...

Jelang Natal dan Tahun Baru, Pemda Lembata Imbau Jaga Suasana Aman dan Kondusif

Jelang Natal dan Tahun Baru, Pemda Lembata Imbau Jaga Suasana Aman dan Kondusif

December 3, 2025

LEWOLEBA – Pemerintah Kabupaten Lembata mengeluarkan himbauan kepada seluruh rakyatnya jelang hari raya Natal 2025 dan Tahun baru 2026.Himbauan yang...

Pemkab Lembata Dorong Penguatan SDM Layanan Perlindungan, Tekan Lonjakan Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak

Pemkab Lembata Dorong Penguatan SDM Layanan Perlindungan, Tekan Lonjakan Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak

December 3, 2025

LEMBATA – Kegiatan Pencegahan Kekerasan Terhadap Perempuan Tahun 2025 resmi dibuka di Hotel Olympic Lewoleba, Senin (24/11), menandai komitmen baru...

Pemkab Lembata Apresiasi Mgr Kopong Kung dan Sambut Harapan Baru Uskup Monteiro

Pemkab Lembata Apresiasi Mgr Kopong Kung dan Sambut Harapan Baru Uskup Monteiro

December 3, 2025

LEMBATA - Tongkat estafet kepemimpinan Gereja Katolik di Keuskupan Larantuka resmi berpindah tangan.Bersamaan dengan pengumuman Tahta Suci yang menetapkan Mgr....

Vatikan Siap Umumkan Uskup Baru Larantuka, Bupati Lembata Ucap Syukur

Vatikan Siap Umumkan Uskup Baru Larantuka, Bupati Lembata Ucap Syukur

December 3, 2025

LEMBATA - Sukacita besar tengah memenuhi Gereja Lokal Keuskupan Larantuka jelang pengumuman resmi Uskup baru yang akan disampaikan langsung dari...

Satpol PP Sambangi MTSN 2 Lembata saat Peringatan HGN, Ini yang Mereka Lakukan!

Satpol PP Sambangi MTSN 2 Lembata saat Peringatan HGN, Ini yang Mereka Lakukan!

November 25, 2025

LEMBATA – Peringatan Hari Guru Nasional (HGN) di MTS Negeri 2 Lembata pada Selasa (25/11/2025) berlangsung meriah. Usai upacara apel...

Next Post
MPAB  AMA Maumere, Pertegas Idealisme Mahasiswa dan Semangat Loyalitas Anggota

MPAB AMA Maumere, Pertegas Idealisme Mahasiswa dan Semangat Loyalitas Anggota

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Dapur MBG 03 Lembata Diresmikan, Jadi SPPG Contoh Capai Target Indonesia Emas 2045

2 days ago

Ini Proyeksi Pendapatan Rumah Walet di Kawasan Wisata Bukit Cinta

4 days ago

Bangun Rumah Walet di Bukit Cinta, Bukti Pemda Lembata Gagal Kembangkan Pariwisata

5 days ago

Lima kali bukan kebetulan: PN Lembata kembali percayakan Posbakum ke LBH SIKAP

5 days ago
Kadis PMD Lembata Sebut Visi-Misi Kepala Desa Tidak Terganggu Akibat Dana Desa Terkoreksi. Ini Penjelasannya!

Kadis PMD Lembata Sebut Visi-Misi Kepala Desa Tidak Terganggu Akibat Dana Desa Terkoreksi. Ini Penjelasannya!

6 days ago

Dana Desa 2026 di Lembata Terkoreksi, Ada Desa yang Hanya Dapat Rp 219 Juta

7 days ago

Prediksi Puncak Arus Balik di Pelabuhan Laut Lewoleba Pada 03-04 Januari

2 weeks ago

Popular News

  • Bangun Rumah Walet di Bukit Cinta, Bukti Pemda Lembata Gagal Kembangkan Pariwisata

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kadis PMD Lembata Sebut Visi-Misi Kepala Desa Tidak Terganggu Akibat Dana Desa Terkoreksi. Ini Penjelasannya!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dapur MBG 03 Lembata Diresmikan, Jadi SPPG Contoh Capai Target Indonesia Emas 2045

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ini Proyeksi Pendapatan Rumah Walet di Kawasan Wisata Bukit Cinta

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dana Desa 2026 di Lembata Terkoreksi, Ada Desa yang Hanya Dapat Rp 219 Juta

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Lima kali bukan kebetulan: PN Lembata kembali percayakan Posbakum ke LBH SIKAP

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Connect with us

Kirim E-mail :

Untuk kritik, saran dan pertanyaan lainnya, silahkan kirim pesan anda untuk BentaraNet di bentara.redaksi01@gmail.com

Site Links

  • Log in
  • Entries feed
  • Comments feed
  • WordPress.org

About Us

Kami menyajikan berita akurat, mendalam dan edukatif untuk anda.

  • About
  • Redaksi & Contact
  • Advertise

© 2023 - Bentara.net

No Result
View All Result
  • Home
  • Polkam
  • Ekbis
  • Hukrim
  • BudPar
  • Humaniora
  • Kesehatan
  • Pendidikan

© 2023 - Bentara.net

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
Sign In with Linked In
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In