• About
  • Redaksi & Contact
  • Advertise
Saturday, April 4, 2026
  • Login
No Result
View All Result
NEWSLETTER
Bentara
  • Home
  • Polkam
  • Ekbis
  • Hukrim
  • BudPar
  • Humaniora
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Home
  • Polkam
  • Ekbis
  • Hukrim
  • BudPar
  • Humaniora
  • Kesehatan
  • Pendidikan
No Result
View All Result
Bentara
No Result
View All Result
Home Humaniora

Museum Harus Jadi Rumah Peradaban Budaya NTT

by BentaraNet
in Humaniora
0
0
SHARES
85
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Kupang – UPTD Museum Nusa Tenggara Timur (NTT) dibawah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT menyimpan 10 jenis koleksi. Dari jumlah jenis-jenis itu, benda yang dikoleksi yang disimpan oleh Museum NTT sebanyak 7.451 buah.

Kepala UPTD Museum NTT, Esau K.M. Ledoh, SE., M.Ec.Dev menjelaskan, dengan koleksi sebanyak itu, Museum seharusnya jangan dipandang sebelah mata oleh masyarakat. Sebab Museum menyimpan banyak benda yang bisa mengingatkan tentang sejarah masyarakat NTT.

Karena itu, Esau meminta masyarakat terutama kaum milenial untuk menjadi Museum sebagai rumah peradaban budaya NTT. Sekaligus sebagai rumah untuk belajar.

Dirinya menjelaskan, 10 jenis koleksi yang ada di Museum NTT yakni, jenis koleksi geologika sebanyak 16 buah, koleksi biologika sebanyak 143 dan koleksi Etnografika sebanyak 4.952 buah. Selanjutnya ada jenis koleksi arkaelogika sebanyak 244 buah, historika sebanyak 204 buah, koleksi heraldika atau numesmatika sebanyak 843, koleksi filologika sebanyak 35 buah. Ad pula koleksi karamologika sebanyak 755 buah, seni rupa sebanyak 149 dan koleksi jenis teknologika sebanyak 110 buah.

Untuk menjadikan Museum sebagai ruamh peradaban budaya dan rumah belajar, Esau mengatakan, informasi terkait koleksi-koleksi yang ada pada Museum NTT diberikan secara mendetail. Informasi itu pun kini sudah disediakan berbasis website mengikuti perkembangan zaman.

“Kita juga sudah punya website kaitannya dengan Museum NTT sehingga orang mancanegara atau masyarakat luas di Indonesia bisa mendapatkan informasi tentang koleksi benda-benda di Museum NTT,” kata Esau.

Meski demikian, Esau menjelaskan ada informasi-informasi tertentu tidak bisa diberikan melalui website. Namun informasi umum tentang suatu koleksi disediakan pada website.

RelatedPosts

No Content Available

Keterbukaan informasi ini menunjukkan bahwa Museum NTT pun terbuka untuk siapa saja yang mau berkunjung dan belajar. Informasi-informasi mendetail yang tidak disampaikan melalui website menjadi salah satu cara untuk mengundang masyarakat datang ke Museum NTT. Sebab jika masyarakat berkunjung, maka bisa melihat secara langsung koleksi itu dari dekat, kemudian bisa mendapatkan informasi lebih banyak dari pengelola Museum NTT.

“Pada saatnya, Museum tidak dipandang, tetapi betul-betul ada kesadaran bahwa generasi-generasi milenial punya tanggung jawab terhadap budaya dan peradaban yang ada,” jelas Esau.

UPTD Museum NTT pun terus melakukan pengkajian tentang motif-motif kain tenun yang ada di NTT. Cerita asal usul kain tenun itu, siapa yang berhak menggunakan kain itu, makna dari motif kain tenun itu menjadi hal yang dikaji oleh Museum NTT.

“Dari 800-an jenis kain di NTT yang kita sudah lakukan pengkajian baru sekitar 20 jenis kain karena terkendala biaya. Kalau biaya memungkinkan itu bisa dilakukan. Kita berharap setiap tahun itu bisa 5-6 jenis kain kita lakukan pengkajian,” ungkapnya.

Hal itu, kata Esau dilakukan untuk menjaga dan merawat warisan budaya NTT melalui narasi yang hampir tidak pernah diketahui banyak orang. Melalui pengkajian yang mendalam, hasilnya akan dilakukan seminar bersama para tokoh masyarakat pemilik motif tenunan dan bersama para akademisi untuk mendapatkan informasi yang valid.

Setalah mendapatkan informasi yang valid, maka akan dilakukan sosialisasi melalui akun media sosial yang dimiliki oleh Museum NTT. Selain itu, informasi berbasis digital pun disediakan melalui website Museum NTT yang baru dilaunching bertepatan dengan hari Museum Nasional 12 Oktober 2021 lalu.

“Sehingga para generasi milenial itu bisa mengerti bahwa kain tenun itu bukan hanya digunakan untuk tutup badan saja, tetapi dia punya makna,” tegas Esau.

Saat ini UPTD Museum NTT sudah mengkaji jenis kain dari Kabupaten TTU, Kabupaten Rote Ndao, Kabupaten Ende dan Kabupaten Sumba Timur. Kendati demikian, Esau mengaku masih terkendala biaya untuk melakukan pengkajian lebih lanjut pada jenis kain tenun lain.

Esau berharap, dengan kemudahan akses informasi yang ada, Museum NTT sudah dapat dijadikan rujukan bagi para wisatawan yang akan berkunjung ke NTT. Sehingga tidak hanya soal keindahan alam yang dinikmati, namun kekayaan budaya NTT pun bisa menarik perhatian wisatawan, baik mancanegara maupun domestik (Red).

Tags: Budaya NTTKain tenunMuseum NTTRumah Peradaban

Related Posts

Tobotani Terima MBG 3T, Sambil Menanti Pembangunan Infrastruktur Dasar

Tobotani Terima MBG 3T, Sambil Menanti Pembangunan Infrastruktur Dasar

March 17, 2026

LEMBATA – Sulitnya akses menuju Desa Tobotani, Kecamatan Buyasuri, Kabupaten Lembata, tidak menyurutkan semangat Yayasan Insan Paripurna Madani untuk membangun...

Plan Indonesia Perkuat Kapasitas Konseling Guru BK untuk Cegah Perundungan & Kekerasan Anak di Lembata

February 27, 2026

LEMBATA – Yayasan Plan International Indonesia (Plan Indonesia) melalui Program Implementasi Area Lembata menyelenggarakan Pelatihan Konseling untuk guru-guru konseling di...

Prajurit Yonif TP 834/ WM Raih Juara Pencak Silat Tingkat Nasional

February 15, 2026

NAGEKEO - Serda Komang Agus Pradnyana Samadi, Anggota Kompi Zeni Yonif Batalyon Teritorial Pembangunan ( TP ) 834/ Wakanga Mere,...

Valentino Luis dan Cerita Kopi yang tak Akan Pernah Selesai

February 7, 2026

"Intan, kamu tahu kan Solor kering? Tapi ada loh kopi di sana. Bayangkan!" Malam itu 2 April 2024. Saya dan Kak Valen—demikian saya memanggil si Valentino...

Pelantikan Pengurus Jaringan Muro Lembata Perkuat Konservasi Berbasis Adat

February 5, 2026

LEMBATA – Pengurus Jaringan Muro Kabupaten Lembata resmi dilantik pada Selasa (04/02/2026). Pelantikan ini menjadi langkah penting dalam memperkuat upaya...

Bazar Pendidikan Plan Indonesia di Aulesa, Bantu Anak Atasi Masalah Pendidikan

January 31, 2026

LEMBATA - Sebanyak 114 anak mengikuti bazar pendidikan yang digelar Yayasan Plan Internationa Indonesia (Plan Indonesia) di aula kantor desa...

Next Post
MPAB  AMA Maumere, Pertegas Idealisme Mahasiswa dan Semangat Loyalitas Anggota

MPAB AMA Maumere, Pertegas Idealisme Mahasiswa dan Semangat Loyalitas Anggota

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Polres Lembata Gandeng Pengelola SPBU Balauring Jaga Stabilitas Kamtibmas

2 days ago

Polres Lembata Ajak Pelaku Usaha Olahan Tuna Cegah Pencemaran Lingkungan

2 days ago

Cerita Anggota Koperasi TKBM Pelabuhan Lewoleba yang Dapat Penghargaan saat RAT

7 days ago
PT Indofish Makmur Sejati Bantah Monopoli Pasar Ikan di Lembata

PT Indofish Makmur Sejati Bantah Monopoli Pasar Ikan di Lembata

2 weeks ago

Polres Lembata Lakukan Penggalangan Jelang Perayaan Paskah 2026

3 weeks ago

Polres Lembata Lakukan Penggalangan Jelang Idul Fitri 1447 H

3 weeks ago
Tobotani Terima MBG 3T, Sambil Menanti Pembangunan Infrastruktur Dasar

Tobotani Terima MBG 3T, Sambil Menanti Pembangunan Infrastruktur Dasar

3 weeks ago

Popular News

  • Cerita Anggota Koperasi TKBM Pelabuhan Lewoleba yang Dapat Penghargaan saat RAT

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bupati Lembata : Eksplorasi Budaya Bawa Pesan Kejujuran untuk Anak Cucu & Lewotana

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dinkes Lembata Gelar Sosialisasi dan Anjangsana ke Tokoh Agama Sambut Hari AIDS Sedunia 1 Desember

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pre – Launching Pustaka Bambu Jadi Jembatan Masa Depan Anak-anak di Adonara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tobotani Terima MBG 3T, Sambil Menanti Pembangunan Infrastruktur Dasar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Produktivitas Sorgum di Lembata Meningkat Tapi Tidak Didukung Alsintan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Connect with us

Kirim E-mail :

Untuk kritik, saran dan pertanyaan lainnya, silahkan kirim pesan anda untuk BentaraNet di bentara.redaksi01@gmail.com

Site Links

  • Log in
  • Entries feed
  • Comments feed
  • WordPress.org

About Us

Kami menyajikan berita akurat, mendalam dan edukatif untuk anda.

  • About
  • Redaksi & Contact
  • Advertise

© 2023 - Bentara.net

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
Sign In with Linked In
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Polkam
  • Ekbis
  • Hukrim
  • BudPar
  • Humaniora
  • Kesehatan
  • Pendidikan

© 2023 - Bentara.net