LEMBATA – Bupati Lembata Petrus Kanisius Tuaq menerima audiensi Direktur PT Silvano Maynard Jaya (SMJ) Silverter Sudin di ruang kerja Bupati di Lewoleba, Selasa (10/3/2026). Pertemuan tersebut membahas perkembangan investasi sektor pertanian yang sedang dijalankan perusahaan di Kabupaten Lembata.
Dalam pertemuan itu, Bupati didampingi Asisten III Bidang Administrasi Umum Yohanes Berchmans Daniel Dai. Audiensi tersebut menjadi ruang koordinasi antara pemerintah daerah dan pihak perusahaan untuk memastikan program pengembangan pertanian berjalan sejalan dengan agenda pembangunan daerah.
Direktur PT SMJ Silverter Sudin menjelaskan bahwa perusahaan mulai beroperasi di Kabupaten Lembata sejak November 2025. Sejak saat itu, perusahaan telah memulai kegiatan budidaya jagung di beberapa wilayah dengan memanfaatkan lahan pertanian yang tersedia.
“Kami mulai beroperasi pada November 2025 dan telah melakukan penanaman jagung di lahan sekitar 200 hektar,” ujar Silverter. “Dari luas lahan tersebut, hasil panen diperkirakan dapat mencapai sekitar 1.000 ton jagung.”
Silverter menambahkan bahwa perusahaan merencanakan pelaksanaan panen raya jagung pada Mei 2026 di Desa Petuntawa, Kecamatan Ile Ape. Kegiatan tersebut diharapkan melibatkan lebih dari 1.000 petani sebagai bagian dari upaya memperkuat sektor pertanian di daerah.
“Kami merencanakan panen raya pada Mei 2026 di Desa Petuntawa,” kata Silverter. “Kegiatan ini diharapkan dapat dihadiri lebih dari 1.000 petani sehingga menjadi momentum penguatan sektor pertanian di Lembata.”
Menurut Silverter, pengembangan usaha PT SMJ tidak hanya berfokus pada produksi pertanian, tetapi juga pada pemberdayaan masyarakat lokal. Perusahaan mengusung filosofi “kuat di akar” dengan membangun kegiatan ekonomi dari tingkat desa atau kampung.
“Kami ingin membangun fondasi usaha dari tingkat desa sehingga masyarakat dapat terlibat langsung dalam kegiatan ekonomi,” ujarnya. “Dengan pendekatan ini, pertumbuhan usaha diharapkan dapat berlangsung secara berkelanjutan.”
PT SMJ juga menargetkan lahirnya wirausaha baru di sektor pertanian di Kabupaten Lembata. Upaya tersebut dilakukan dengan mendorong munculnya pengusaha lokal yang dapat berkembang bersama program pengembangan pertanian yang dijalankan perusahaan.
“Target kami adalah menciptakan pengusaha lokal baru di bidang pertanian,” jelas Silverter. “Saat ini sudah ada tiga calon pengusaha dari target empat orang yang sedang dipersiapkan untuk terlibat dalam pengembangan usaha ini.”
Selain pemberdayaan wirausaha, perusahaan juga memprioritaskan perekrutan tenaga kerja lokal yang memahami karakteristik wilayah. PT SMJ juga menjalin kemitraan dengan perusahaan pertanian profesional untuk meningkatkan kualitas produksi dan pengelolaan pertanian modern.
“Kami memprioritaskan tenaga kerja lokal karena mereka memahami kondisi daerah,” katanya. “Selain itu kami juga bekerja sama dengan Syngenta Indonesia untuk mendukung penerapan teknologi dan manajemen pertanian yang lebih modern.”
Silverter menegaskan bahwa kehadiran perusahaan di Nusa Tenggara Timur, khususnya di Lembata, tidak semata berorientasi pada keuntungan ekonomi. Perusahaan juga berkomitmen untuk berkontribusi dalam pembangunan daerah melalui penguatan sektor pertanian.
“Kehadiran kami di Lembata bukan hanya untuk bisnis,” ujarnya. “Kami ingin berkontribusi dalam pembangunan daerah melalui pengembangan sektor pertanian yang melibatkan masyarakat.”
Menanggapi hal tersebut, Bupati Lembata Petrus Kanisius Tuaq menyampaikan apresiasi kepada PT SMJ yang telah menunjukkan komitmen untuk berinvestasi di sektor pertanian daerah. Ia menilai kehadiran perusahaan dapat menjadi peluang untuk mendorong peningkatan produktivitas pertanian di Lembata.
“Saya menyampaikan terima kasih kepada tim PT SMJ yang telah beberapa kali berdiskusi dengan pemerintah daerah untuk merumuskan format kerja sama,” ujar Petrus. “Kami berharap investasi ini dapat memberikan dampak nyata bagi pembangunan sektor pertanian di Lembata.”
Bupati menjelaskan bahwa pengembangan jagung sebenarnya telah lama menjadi perhatian pemerintah daerah. Namun hingga saat ini produktivitas pertanian masih relatif rendah dan luas lahan tanam belum berkembang secara optimal.
“Pengembangan jagung di Lembata sudah lama menjadi perhatian, tetapi produktivitasnya masih rendah dan luas tanam belum berkembang secara maksimal,” kata Petrus. “Karena itu kita membutuhkan pendekatan baru yang mampu meningkatkan hasil produksi.”
Ia menambahkan bahwa salah satu tantangan utama sektor pertanian di Lembata adalah keterbatasan sumber daya air. Sebagian besar petani masih mengandalkan curah hujan yang tidak menentu sehingga berdampak pada hasil produksi pertanian.
“Kondisi pertanian kita masih sangat bergantung pada curah hujan,” jelasnya. “Pada beberapa tahun seperti 2018, 2019, dan 2021 curah hujan tidak normal sehingga memengaruhi produksi pertanian.”
Menurut Bupati, bertani di lahan kering tanpa dukungan irigasi merupakan tantangan besar bagi para petani. Kondisi tersebut membuat aktivitas pertanian sering kali menghadapi ketidakpastian yang tinggi.
“Bertani di lahan kering tanpa irigasi ibarat berjudi karena sangat bergantung pada alam,” tegas Petrus. “Karena itu kita perlu mencari strategi bersama untuk meningkatkan produktivitas pertanian.”
Ia menilai peningkatan Indeks Pertanaman (IP) menjadi salah satu langkah penting yang perlu dilakukan. Upaya tersebut dapat ditempuh dengan memanfaatkan lahan yang memiliki akses air yang lebih baik sehingga kegiatan pertanian dapat berlangsung lebih optimal.
“Kita perlu meningkatkan indeks pertanaman dengan memanfaatkan lahan yang memiliki akses air yang lebih baik,” ujarnya. “Dengan cara ini produktivitas pertanian diharapkan dapat meningkat secara signifikan.”
Bupati juga menegaskan bahwa rencana pengembangan pertanian yang diusung PT SMJ akan diintegrasikan dalam desain besar pembangunan sektor pertanian di Kabupaten Lembata. Pemerintah daerah bahkan membuka peluang untuk memperkuat kerja sama tersebut melalui perjanjian resmi.
“Program pengembangan pertanian dari PT SMJ akan kami integrasikan dalam desain besar pembangunan pertanian daerah,” kata Petrus. “Ke depan kerja sama ini juga dapat dituangkan dalam perjanjian resmi antara pemerintah daerah dan pihak perusahaan.”
Melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, perusahaan, dan masyarakat, diharapkan sektor pertanian di Kabupaten Lembata dapat berkembang lebih maju. Penguatan sektor ini juga diharapkan mampu memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya para petani. (BN/001)
















