• About
  • Redaksi & Contact
  • Advertise
Friday, April 3, 2026
  • Login
No Result
View All Result
NEWSLETTER
Bentara
  • Home
  • Polkam
  • Ekbis
  • Hukrim
  • BudPar
  • Humaniora
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Home
  • Polkam
  • Ekbis
  • Hukrim
  • BudPar
  • Humaniora
  • Kesehatan
  • Pendidikan
No Result
View All Result
Bentara
No Result
View All Result
Home Uncategorized

Memaknai Nasionalisme dan Cinta Budaya Pemuda Lembata Lewat Film Teater

by BentaraNet
in Uncategorized
0
Penonton menyaksikan pemutaran film teater bertajuk "13 Frame Presenst" di Desa Laranwutun / Foto BentaraNet

Penonton menyaksikan pemutaran film teater bertajuk "13 Frame Presenst" di Desa Laranwutun / Foto BentaraNet

0
SHARES
611
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Laranwutun – Puluhan anak muda berjejer di halaman sebuah rumah tepat di pinggir lorong, Desa Laranwutun, Kecamatan Ile Ape, Kabupaten Lembata, Kamis (20/8/2020). Suasana malam itu tampak gelap. Mereka terlihat serius menatap ke layar proyektor yang memutar tiga seri film teater yaitu, Tana Tawa Ekan Gere dan Jiwa Merdeka Part 1 dan 2.

Tidak hanya mengenalkan film teater, Screening Film bertajuk 13 Frame Presents hasil kolaborasi Komunitas Teater Suara dan videografer Elmundo Alessio ini bertujuan membangkitkan semangat anak muda di Kabupaten Lembata untuk mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia. Tana Tawa Ekan Gere menjadi film pertama yang diputar.

Instrumen musik lokal berpadu dengan aksi teatrikal anak-anak Komunitas Teater Suara dalam film ini, berhasil membuat sebagian komentator dalam film ini menangkap sepenuhnya makna dibalik cerita asal muasal pendudukan tanah di wilayah Ile Ape. Yang menarik dalam kegiatan ini adalah penonton disajikan dua elemen penting dalam cerita tiga film ini yakni aksi teatrikal dan alur cerita film itu sendiri.

Penonton dibuat semakin larut dalam suasana malam itu saat pemutaran film kedua dan ketiga bertajuk perjuangan mempertahankan kemerdekaan, Jiwa Merdeka. Aksi teatrikal Yopi dan kawan-kawan yang tergabung dalam Komunitas Teater Suara begitu total saat menggambarkan bagaimana aktivis seperti Munir dan Marsinah yang dibungkam pada masanya.

Moderator Teater Suara, Haris Dores, mengatakan, penonton dapat menerjemahkan pesan dari film teater melalui gerakan-gerakan dan alur dalam cerita tiga film ini. Dibalik semua ini, Haris mengungkapkan, anak-anak Komunitas Teater Suara telah berusaha semaksimal mungkin untuk memberikan yang terbaik dalam proses pembuatan film. “Mereka bekerja secara tim, mereka cukup berupaya dan berusaha untuk semaksimal mungkin,” kata Haris.

Meski demikian film-film ini tidak luput dari berbagai kritik yang datang dari penonton. Jack Balimula, satu di antara sekian banyak penonton yang hadir pada malam itu turut memberikan kritik terhadap beberapa adegan teater yang disajikan anak-anak Komunitas Teater Suara. Beberapa di antaranya adalah, warna tubuh dari beberapa aktor yang masih begitu kaku dan belum menghayati isi teks film teater yang disutradari Rinto Bohemian ini.

“Kedua, suara dari para aktor memang tadi ada beberapa yang disampaikan dalam film itu misalnya mereka menyampaikan beberapa kalimat dengan vokal yang agak kasar,” kata Jack yang juga seorang penulis teater ini.

RelatedPosts

No Content Available
Penonton menyaksikan pemutaran film teater bertajuk “13 Frame Presenst” di Desa Laranwutun / Foto BentaraNet

Wartawan Pos Kupang, Ricko Wawo yang turut hadir dalam kesempatan ini pun memberikan apresiasi kepada anak-anak Komunitas Teater Suara dan Elmundo Alesio yang berhasil membuat karya yang luar biasa ini. Ricko mengatakan, film teater ini mampu membangkitkan semangat anak-anak muda di Kabupaten Lembata untuk terus mencintai budaya Lembata.

“Apresiasi buat teman-teman. Malam ini kita semua disuguhkan film film teater yang luar biasa yang mempu mendorong kita untuk lebih cinta terhadap budaya kita. Kalau anak-anak muda dibiasakan untuk menonton ini pasti akan luar biasa. Tapi saya percaya suatu karya yang luar biasa itu lahir dari suatu gagasan,” ungkap Ricko.

Tidak hanya itu, Ricko menambahkan, Film Jiwa Merdeka bagian 1 dan 2 berhasil menggugat realitas sosial anak muda zaman sekarang dalam upaya mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia. Adegan heroik seorang pemuda yang memegang bendera merah putih membelah bukit padang sabana dan anak-anak yang terbelenggu saat berupaya mengibarkan bendera merah putih di tengah hutan bakau, mampu menyadarkan semua orang bahwa tidak tidak mudah kita mempertahankan kemerdekaan.

 “Film ini menghadirkan pertanyaan kritis bagi kita, nasionalisme macam apa yang kita mau buat dalam konteks sekarang. Tadi sempat ada narasi-narasi yang menggambarkan realitas kehidupan masyarakat kita seperti menjual kemiri yang ditonjolkan itu sangat baik,” tandasnya.

Bagi Ricko, Jiwa Merdeka bagian 1 dan 2 berhasil merevolusi berpikir penonton untuk memaknai nasionalisme dari sesuatu yang heroik yang berkaitan dengan perjuangan para pahlawan melawan penjajah, ke nasionalisme yang kontekstual saat sekarang ini yakni berjuang melawan kemiskisnan dan ketidakadilan.

Elmundo Alesio, videografer dan salah satu inisiator pembuatan film terater ini mengaku bangga dengan penampilan para personil Teater Suara. Mereka tampil penuh totalitas dan benar-benar menghayati peran masing-masing.  Elmundo menyebut waktu proses pengambilan gambar memang tergolog cepat, bisa seminggu dan sempat terburu-buru. “Namun hasilnya memang tetap bagus,” imbuhnya.

Elmundo menerangkan, film-film ini ikut dalam Festival Film Indiskop 2020 yang digawangi oleh aktor Marsella Zalianty. Peserta festival film pun berasal dari seluruh Indonesia dan salah satunya adalah film yang diperankan oleh anak-anak Teater Suara. Pemenang festival ini akan diumumkan pada 31 Agustus 2020 yang akan datang.

Namun bagi salah satu videografer terkemuka di Lembata itu, yang paling penting adalah bagaimana berkarya dan berkreativitas dalam film dan teater. “Urusan juara atau tidak itu hal lain,” kata Elmundo. Dia mengaku bangga dan memberi apresiasi pada karya anak-anak asli Lembata itu. Elmundo juga berharap mereka bisa melahirkan karya-karya luar biasa lainnya. (*/red)

Tags: Teater Suara

Related Posts

Polres Lembata Tindaklanjuti Aduan UMKM Soal Retribusi Ayam Beku

April 2, 2026

LEMBATA – Unit I Sat Intelkam Polres Lembata melakukan langkah penggalangan dengan Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Lembata, Abdurrahman Muhammad,...

Polres Lembata Gandeng Pengelola SPBU Balauring Jaga Stabilitas Kamtibmas

April 2, 2026

LEMBATA – Dalam rangka menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), Unit II Sat Intelkam Polres Lembata melakukan pertemuan dengan...

Polres Lembata Ajak Pelaku Usaha Olahan Tuna Cegah Pencemaran Lingkungan

April 2, 2026

LEMBATA – Pada Jumat, 30 Januari 2026 sekitar pukul 10.00 WITA, Unit II Sat Intelkam Polres Lembata melaksanakan kegiatan wawancara...

PT Indofish Makmur Sejati Bantah Monopoli Pasar Ikan di Lembata

PT Indofish Makmur Sejati Bantah Monopoli Pasar Ikan di Lembata

March 19, 2026

LEMBATA – Pihak PT Indofish Makmur Sejati (IMS) membantah tudingan bahwa mereka memonopoli pasar ikan di Kabupaten Lembata, termasuk dugaan...

Bupati Lembata Tekankan Perencanaan Pembangunan yang Komprehensif, Adaptif, dan Partisipatif dalam Forum RKPD 2027

March 12, 2026

LEMBATA - Bupati Lembata Petrus Kanisius Tuaq secara resmi membuka Forum Perangkat Daerah/Lintas Perangkat Daerah Rancangan RKPD Kabupaten Lembata Tahun...

Hadiri Peresmian Kantor Terminal Point Pelni, Bupati Lembata : Penguatan Konektivitas Merupakan Kebutuhan Daerah

March 12, 2026

LEMBATA - Bupati Lembata Petrus Kanisius Tuaq turut menghadiri peresmian Kantor Terminal Point PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) di Lewoleba,...

Next Post

Rofin Baga: PAN Flotim Memberi Dari Kekurangan yang Dimiliki

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Polres Lembata Gandeng Pengelola SPBU Balauring Jaga Stabilitas Kamtibmas

1 day ago

Polres Lembata Ajak Pelaku Usaha Olahan Tuna Cegah Pencemaran Lingkungan

1 day ago

Cerita Anggota Koperasi TKBM Pelabuhan Lewoleba yang Dapat Penghargaan saat RAT

6 days ago
PT Indofish Makmur Sejati Bantah Monopoli Pasar Ikan di Lembata

PT Indofish Makmur Sejati Bantah Monopoli Pasar Ikan di Lembata

2 weeks ago

Polres Lembata Lakukan Penggalangan Jelang Perayaan Paskah 2026

2 weeks ago

Polres Lembata Lakukan Penggalangan Jelang Idul Fitri 1447 H

2 weeks ago
Tobotani Terima MBG 3T, Sambil Menanti Pembangunan Infrastruktur Dasar

Tobotani Terima MBG 3T, Sambil Menanti Pembangunan Infrastruktur Dasar

2 weeks ago

Popular News

  • Cerita Anggota Koperasi TKBM Pelabuhan Lewoleba yang Dapat Penghargaan saat RAT

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bupati Lembata : Eksplorasi Budaya Bawa Pesan Kejujuran untuk Anak Cucu & Lewotana

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tobotani Terima MBG 3T, Sambil Menanti Pembangunan Infrastruktur Dasar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dinkes Lembata Gelar Sosialisasi dan Anjangsana ke Tokoh Agama Sambut Hari AIDS Sedunia 1 Desember

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sat Intelkam Polres Lembata Lakukan Pertemuan Terkait Dukungan Program Makan Bergizi Gratis

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Produktivitas Sorgum di Lembata Meningkat Tapi Tidak Didukung Alsintan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Connect with us

Kirim E-mail :

Untuk kritik, saran dan pertanyaan lainnya, silahkan kirim pesan anda untuk BentaraNet di bentara.redaksi01@gmail.com

Site Links

  • Log in
  • Entries feed
  • Comments feed
  • WordPress.org

About Us

Kami menyajikan berita akurat, mendalam dan edukatif untuk anda.

  • About
  • Redaksi & Contact
  • Advertise

© 2023 - Bentara.net

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
Sign In with Linked In
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Polkam
  • Ekbis
  • Hukrim
  • BudPar
  • Humaniora
  • Kesehatan
  • Pendidikan

© 2023 - Bentara.net