• About
  • Redaksi & Contact
  • Advertise
Friday, December 5, 2025
  • Login
No Result
View All Result
NEWSLETTER
Bentara
  • Home
  • Polkam
  • Ekbis
  • Hukrim
  • BudPar
  • Humaniora
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Home
  • Polkam
  • Ekbis
  • Hukrim
  • BudPar
  • Humaniora
  • Kesehatan
  • Pendidikan
No Result
View All Result
Bentara
No Result
View All Result
Home Polkam

Pemilik Jangan Abaikan Bangunan Toko yang Terancam Roboh di Kelurahan Waiwerang Kota, Camat Harus Tegas

by BentaraNet
in Polkam
0
Pemilik Jangan Abaikan Bangunan Toko yang Terancam Roboh di Kelurahan Waiwerang Kota, Camat Harus Tegas
0
SHARES
113
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

FLORES TIMUR – Sebuah bangunan tua di kawasan pertokoan Kelurahan Waiwerang Kota, Pulau Adonara, Kabupaten Flores Timur, tampak tidak seperti biasanya.

Di depan bangunan itu terpampang peringatan akan potensi bahaya ketika bangunan ini terancam roboh. Spanduk peringatan ini ditutupi pagar seng sebagai pembatas antara jalan umum dan bangunan itu.

Warga diimbau untuk tidak melintasi kawasan bangunan yang meliputi dua toko yakni Toko Nusantara dan Toko Sinar Harapan ini. Ironinya, peringatan bahaya tersebut terpampang persis di depan bangunan yang menjadi akses publik.

“Bagaimana mungkin, pemilik mengimbau kami untuk hati-hati melintas di depan toko yang mau roboh ini. Padahal ini akses publik ada jalan masuk dari jalan utama menuju beberapa toko yang ada di sisi selatan,” ujar Romi Lolon, salah seorang warga kepada BentaraNet, Kamis (20/02/2025) lalu.

Romi mengatakan bahwa pemilik rumah harus punya kesadaran sejak dini untuk membongkar bangunan tersebut, jika sudah bisa memastikan bahwa bangunan tersebut merupakan bangunan tua yang berpotensi roboh dan mengancam nyawa setiap orang yang melintas.

“Ya, kalau rasa sudah tua berarti harus dibongkar. Tidak boleh dibiarkan begini. Jangan sampai kamu tidak bongkar akhirnya orang yang melintas di sini yang jadi korban. Jadi tidak boleh ulur waktu dengan peringatan seperti ini, siapa yang bertanggungjawab kalau misalnya terjadi sesuatu,” ungkap Romi.

RelatedPosts

AWK Apresiasi Persiapan PPAK Terkait Pemekaran Kabupaten Adonara

AWK Apresiasi Persiapan PPAK Terkait Pemekaran Kabupaten Adonara

August 26, 2024

Pemilik bangunan ini Fredrik Sunur ditemui BentaraNet di salah satu toko yang letaknya tidak jauh dari bangunan tua ini. Ia memilih pindah ke rumahnya yang lain karena takut jika sesewaktu bangunan ini roboh.

Fredrik yang selama ini menjalankan bisnis di Toko Sinar Harapan memilih pindah tempat tinggal setelah ia memasang spanduk peringatan untuk masyarakat yang melintas di jalan yang letaknya persis di depan bangunan tua ini.

Ia merupakan pemilik sertifikat asli tanah dan merupakan pihak yang paling bertanggung jawab atas bangunan yang telah berdirisejak 53 tahun lalu ini. Ia mengungkapkan bahwa bangunan tua ini didirikan sejak tahun 1972 dan menurutnya harus segera dirobohkan dan dibangun baru.

“Konstruksinya sudah tidak kuat. Dan ini mengancam nyawa kami para penghuni rumah ini,” ujarnya.

Namun upaya untuk membongkar bangunan tua ini terhalang oleh adik kandungnya, Efendy Sunur, yang saat ini menempati tempat usaha Toko Nusantara. Bangunan ini dibagi menjadi dua unit toko sekaligus sebagai tempat tinggal dua kakak beradik ini.

“Saya mau bongkar dulunya, tapi ade sebelah tidak mau keluar. Jadi sekarang saya mau bongkar susah, bagaimana dia tidak mau keluar. Padahal itu bangunan memang sudah tidak layak lagi dipakai untuk tinggal. Begitu,” ujar Fredrik.

Sebagai pemilik sertifikat, Fredrik menegaskan bahwa ia bertanggung jawab terhadap semua kemungkinan yang terjadi pada bangunan dua lantai ini, termasuk jika sesewaktu roboh.

“Ya, kalau tanggung jawab pasti saya karena sertifikat atas nama saya. Jadi saya yang paling bertanggung jawab. Jadi mau tidak mau harus dibongkar,” ucapnya.

Meski dihalangi oleh adik kandungnya, Frederik tidak berhenti berjuang untuk mencegah terjadi hal buruk pada bangunan ini. Ia pun lantas meminta pemerintah Kelurahan Waiwerang dan Camat Adonara Timur untuk menyelesaikan masalah ini melalui pertemuan kedua belah pihak.

Bahkan untuk mempercepat proses pembongkaran bangunan ini, Fredrik sempat bersurat ke Kapolsek Adonara Timur untuk meminta pengamanan kegiatan pemagaran dan pembongkaran bangunan ini. Surat ini dilayangkan pada Januari lalu, namun ia belum mendapatkan kepastian pengamanan.

Ia berharap agar pemerintah dalam hal ini Camat Adonara Timur bersikap tegas dan menegur keras pihak yang berupaya menghalangi upaya pembongkaran bangunan tersebut.

Bagi Fredrik, dirinya sangat membutuhkan dukungan dari semua pihak termasuk pemerintah dan aparat penegak hukum untuk menyelesaikan masalah ini.

Camat Adonara Timur, Ariston Kolot Ola ketika dihubungi BentaraNet, mengatakan, pihaknya telah memfasilitasi pertemuan kedua belah pihak yakni Efendi dan Fredrik untuk menyelesaikan masalah ini.

Namun menurut Ariston, pertemuan ini tidak menemukan jalan keluar karena masing-masing pihak tetap bertahan pada pendirian. Ia melihat masalah utama dalam kasus ini adalah perebutan hak warisan antara kakak beradik kandung.

Oleh karena itu, Camat Adonara Timur mengarahkan kedua belah pihak untuk menyelesaikan masalah ini melalui proses hukum agar mendapat kepastian hak atas kepemilikan tanah di mana bangunan tersebut berdiri.

“Yang pegang sertifikat itu bapak Fredrik, sementara sebagiannya ditempati oleh bapak Efendi. Saya fasilitasi kemarin dan sulit untuk bangun kata sepakat. Pihak bapak Efendi menurut dia, dia mau gugat sertifikat itu jadi saya memberikan mereka waktu untuk gugat. Kemudian yang berikut, kalau tidak ada proses hukum mesti ada pertemuan keluarga untuk menyelesaikan masalah ini,” ujarnya.

Menurut Ariston, jika telah mendapatkan kepastian hukum untuk menyelesaikan masalah ini, akan mudah bagi pemerintah dan aparat penegak hukum untuk mengawal pembongkaran bangunan tersebut.

Pada prinsipnya ia berharap kasus ini tidak boleh mengganggu keamanan dan ketertiban di Kelurahan Waiwerang Kota.

“Saya dorong mereka untuk lewat jalur hukum. Kalau pengadilan perintah eksekusi (pembongkaran bangunan) pasti pihak kepolisian akan mengawalnya,” ujar Ariston.

Ketika ditanya terkait bangunan yang berpotensi roboh, Ariston mengatakan bahwa hal tersebut harus melalui kajian teknis dari pihak yang memiliki kompetensi.

“Kan kita tidak bisa asal bilang bahwa itu bangunan mau roboh. Kita harus minta orang yang memiliki kemampuan untuk melihat itu mau roboh. Sehingga itu kan butuh orang yang ahli di situ. Nanti kalau dibutuhkan kita akan minta orang dari (Dinas) PU (Pekerjaan Umum Kabupaten Flores Timur) untuk melihat kembali itu,” pungkasnya. (BN/001)

Tags: Adonara TimurAriston Kolot Ola
Next Post

Sadis! Dua Pelaku Lecehkan Anak 14 Tahun di Tiga Tempat Berbeda

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Pemkab Lembata Ajukan Dua Ranperda ke DPRD, Usul Tambah 3 OPD Baru

Pemkab Lembata Ajukan Dua Ranperda ke DPRD, Usul Tambah 3 OPD Baru

1 day ago
Bupati Lembata Serahkan Bantuan Alat Tangkap Aspirasi Ahmad Yohan

Bupati Lembata Serahkan Bantuan Alat Tangkap Aspirasi Ahmad Yohan

1 day ago
Monitoring Revitalisasi Sekolah di Lembata, Wabup Nasir Tegaskan Kepatuhan Standar Pembangunan

Monitoring Revitalisasi Sekolah di Lembata, Wabup Nasir Tegaskan Kepatuhan Standar Pembangunan

1 day ago
Tinjau Proyek Revitalisasi dan Rehabilitasi Sekolah di Buyasuri, Wabup Nasir Tekankan Kualitas Material dan Standar Teknis

Tinjau Proyek Revitalisasi dan Rehabilitasi Sekolah di Buyasuri, Wabup Nasir Tekankan Kualitas Material dan Standar Teknis

1 day ago
Bupati Lembata Desak Reformasi Dana Transfer dan Penguatan Dana Afirmasi untuk Keadilan Fiskal

Bupati Lembata Desak Reformasi Dana Transfer dan Penguatan Dana Afirmasi untuk Keadilan Fiskal

1 day ago
Bupati Lembata Resmikan Lapangan Sepak Bola Dadu Bliung Kolipadan

Bupati Lembata Resmikan Lapangan Sepak Bola Dadu Bliung Kolipadan

1 day ago
Bupati Kanis Tegaskan Peran Strategis Ahli Gizi dalam Penguatan Kualitas SDM Lembata

Bupati Kanis Tegaskan Peran Strategis Ahli Gizi dalam Penguatan Kualitas SDM Lembata

1 day ago

Popular News

  • Dapur MBG Jadi Lokomotif Peredaran Uang, Masyarakat Lembata Diimbau Segera Suplai Bahan Mentah

    Dapur MBG Jadi Lokomotif Peredaran Uang, Masyarakat Lembata Diimbau Segera Suplai Bahan Mentah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemda Lembata Jajaki Kerja Sama Investasi Perkebunan Mente dengan PT Tigate Trees Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tim SAR Temukan 1 Korban Banjir Bandang di Mauponggo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • PSN Ngada berlimpah Pemain, Ini Penjelasan Pelatih Kepala Soal Seleksi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Penanganan Kasus Penipuan yang Libatkan Oknum Polisi Berjalan Lambat, Korban Surati Kapolres Lembata

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mengapa Pelatihan Pemadam Kebakaran Penting Bagi Pelajar SD & SMP, Ini Penjelasan Yono Lalang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Connect with us

Kirim E-mail :

Untuk kritik, saran dan pertanyaan lainnya, silahkan kirim pesan anda untuk BentaraNet di bentara.redaksi01@gmail.com

Site Links

  • Log in
  • Entries feed
  • Comments feed
  • WordPress.org

About Us

Kami menyajikan berita akurat, mendalam dan edukatif untuk anda.

  • About
  • Redaksi & Contact
  • Advertise

© 2023 - Bentara.net

No Result
View All Result
  • Home
  • Polkam
  • Ekbis
  • Hukrim
  • BudPar
  • Humaniora
  • Kesehatan
  • Pendidikan

© 2023 - Bentara.net

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
Sign In with Linked In
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In