LEMBATA – Pemerintah Kabupaten Lembata menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan program sosial Terang Berkah Ramadan 1447 H yang digelar PT PLN (Persero) melalui PLN Peduli Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Timur. Kegiatan yang berlangsung di pelataran kantor PLN ULP Lembata ini dihadiri Wakil Bupati Lembata Muhamad Nasir, unsur Forkopimda, tokoh agama, serta masyarakat penerima manfaat.
Program tersebut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan sosial PLN selama bulan Ramadan. Melalui kegiatan ini, perusahaan listrik negara itu berupaya menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat sekaligus memperkuat kepedulian sosial di tengah komunitas lokal.
Manager PLN ULP Lembata Vinsen Leonardo D. Putra menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud komitmen PLN untuk hadir tidak hanya sebagai penyedia energi listrik, tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat yang peduli terhadap kondisi sosial. Program tanggung jawab sosial perusahaan diharapkan dapat memberikan dampak nyata bagi warga.
“Kegiatan ini merupakan bentuk komitmen PLN untuk hadir tidak hanya sebagai penyedia energi listrik, tetapi juga melalui program sosial yang memberi manfaat langsung bagi masyarakat,” ujar Vinsen. “Kami ingin memastikan kehadiran PLN juga membawa nilai kebersamaan dan kepedulian.”
Dalam program tersebut, PLN menyediakan sebanyak 1.200 paket sembako murah bagi masyarakat. Setiap paket bernilai sekitar Rp150.000, namun dapat diperoleh masyarakat dengan harga Rp70.000 per paket.
Program ini diharapkan dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok selama bulan suci Ramadan. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana memperkuat solidaritas sosial di tengah masyarakat Kabupaten Lembata.
Pelaksanaan kegiatan turut melibatkan kerja sama dengan sejumlah rumah ibadah di Kabupaten Lembata. Beberapa di antaranya adalah Masjid Agung Lewoleba, Masjid Nur Salam Wangatoa, Masjid Yam Wangatoa, Masjid Al Muhajirin Wangatoa, GMIT Solavide, serta Gereja Santa Maria Baneux.
Kolaborasi lintas rumah ibadah ini mencerminkan semangat kebersamaan dan toleransi yang telah lama menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Lembata. Melalui kerja sama tersebut, distribusi bantuan kepada masyarakat dapat dilakukan secara lebih merata.
Dana yang terkumpul dari penjualan paket sembako tersebut akan disalurkan kembali kepada masyarakat dalam bentuk bantuan pemasangan listrik baru. Bantuan ini ditujukan bagi rumah warga pra-sejahtera maupun fasilitas umum yang membutuhkan akses listrik.
Dengan skema tersebut, manfaat program tidak hanya dirasakan dalam jangka pendek melalui bantuan sembako, tetapi juga memberikan dampak jangka panjang melalui peningkatan akses energi listrik bagi masyarakat.
Pada kesempatan yang sama, PLN juga menyerahkan secara simbolis bantuan pasang baru listrik dan tambah daya kepada Masjid Hidayat di Desa Bour serta Masjid Al Iman di Waikilok. Bantuan tersebut diharapkan dapat mendukung aktivitas keagamaan dan pelayanan masyarakat di lingkungan sekitar.
Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen PLN dalam mendukung fasilitas publik, khususnya rumah ibadah, agar dapat berfungsi secara optimal dalam melayani masyarakat.
Wakil Bupati Lembata Muhamad Nasir dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada PLN atas kepedulian sosial yang diwujudkan melalui program tersebut. Ia menilai Ramadan merupakan momentum penting untuk memperkuat solidaritas dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.
“Ramadan bukan hanya waktu untuk meningkatkan ibadah, tetapi juga kesempatan untuk memperkuat kepedulian sosial,” ujar Nasir. “Program seperti ini menunjukkan bahwa kebersamaan dapat diwujudkan melalui tindakan nyata.”
Ia juga menegaskan bahwa energi listrik memiliki peran penting dalam mendorong pembangunan daerah. Akses listrik yang memadai sangat berkaitan dengan pertumbuhan ekonomi, peningkatan pelayanan publik, serta kehidupan sosial masyarakat.
“Energi listrik merupakan bagian penting dalam mendukung pembangunan daerah,” kata Nasir. “Dengan akses listrik yang baik, berbagai aktivitas ekonomi dan pelayanan publik dapat berjalan lebih optimal.”
Wakil Bupati menambahkan bahwa pembangunan daerah membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, lembaga, dan masyarakat. Ia menilai sinergi seperti yang ditunjukkan dalam program PLN Peduli menjadi contoh penting bagi penguatan kerja sama pembangunan.
“Kita tidak bisa membangun daerah ini sendiri,” ujarnya. “Kolaborasi antara pemerintah, lembaga, dan masyarakat menjadi kunci untuk menghadirkan pembangunan yang berkelanjutan.”
Nasir juga menyinggung nilai budaya masyarakat Lembata yang dikenal dengan semangat Ta’an Tou. Nilai tersebut mencerminkan semangat kebersamaan dan solidaritas sosial yang telah lama menjadi kekuatan masyarakat dalam menghadapi berbagai tantangan.
“Dalam budaya kita dikenal semangat Ta’an Tou, yaitu kebersamaan dan solidaritas sosial,” katanya. “Nilai inilah yang harus terus kita jaga dalam membangun Lembata.”
Pemerintah Kabupaten Lembata berharap sinergi antara PLN, pemerintah daerah, dan masyarakat dapat terus diperkuat di masa mendatang. Melalui kolaborasi tersebut, berbagai program pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat diharapkan dapat berjalan lebih optimal.
Upaya bersama ini diharapkan dapat mendukung terwujudnya Kabupaten Lembata yang maju, lestari, dan berdaya saing, sekaligus berkontribusi terhadap visi pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045. (BN/001)
















