• About
  • Redaksi & Contact
  • Advertise
Thursday, January 15, 2026
  • Login
No Result
View All Result
NEWSLETTER
Bentara
  • Home
  • Polkam
  • Ekbis
  • Hukrim
  • BudPar
  • Humaniora
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Home
  • Polkam
  • Ekbis
  • Hukrim
  • BudPar
  • Humaniora
  • Kesehatan
  • Pendidikan
No Result
View All Result
Bentara
No Result
View All Result
Home Humaniora

Kolaborasi Plan Indonesia dan Pemerintah Desa Akhiri Krisis Air di Lamaau

by BentaraNet
in Humaniora
0
Paul, pemuda desa Lamaau yang juga anggota kelompok tani Milenial memamerkan hasil kebun  yang memanfaatkan sumber air bantuan Plan Indonesia / Foto : Dok.Plan Indonesia

Paul, pemuda desa Lamaau yang juga anggota kelompok tani Milenial memamerkan hasil kebun yang memanfaatkan sumber air bantuan Plan Indonesia / Foto : Dok.Plan Indonesia

0
SHARES
16
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

LEMBATA – Warga desa Lamaau, Kecamatan Ile Ape Timur, Kabupaten Lembata akhirnya dapat menikmati air bersih dari sumur bor yang berada di belakang desa. Berkat bantuan Yayasan Plan International Indonesia (Plan Indonesia) sumur ini akhirnya mengalirkan air ke rumah warga setelah sekian tahun tidak berfungsi.

Sumur bor ini dibangun Pemerintah Kabupaten Flores Timur sekitar 25 tahun silam sebelum Lembata memisahkan diri menjadi daerah otonomi baru. Namun sayang, air dari sumur bor ini tak kunjung dinikmati warga desa karena pembangunannya yang tidak tuntas.

Maria Goreti Tuto merupakan salah seorang ibu rumah tangga yang turut menikmati air bersih dari sumur bor ini. Selama bertahun-tahun Maria bersama perempuan lainnya di Lamaau terpaksa harus mengambil air di sumur timba yang terletak di pinggir kampung.

“Dulu itu kami ambil air di sumur timba. Kami jalan sekitar sepuluh menit pulang dan pergi. Lalu harus antri juga karena banyak orang yang ambil air di sumur timba ini,” kata Maria saat ditemui di kediamannya, Selasa (11/11/2025).

Air yang mereka ambil dari sumur timba ini digunakan untuk kebutuhan masak, mencuci dan mandi. Tidak jarang anak perempuan di desa ini juga diwajibkan untuk menjunjung air dari sumur timba ke rumah mereka masing-masing.

“Satu hari itu kami bisa empat sampai lima kali bolak balik sumur untuk ambil air di pagi dan sore hari. Kami perempuan yang ambil, laki-laki itu tunggu di rumah,” ungkapnya.

Krisis air kala itu membuat perempuan dan anak-anak di desa Lamaau harus bekerja keras dan meluangkan waktu yang cukup banyak untuk mendapatkan air dari sumur timba.

RelatedPosts

Berkah Air Bersih di Desa Leuwayan

Warga Desa Leuwayan Bersyukur, Berkat Plan Indonesia Air Bersih Lebih Dekat ke Rumah

November 24, 2025
50 Tahun Vakum, Tradisi Muro Bangkit Lagi: Anak Muda Laranwutun Ambil Peran Kunci Konservasi Laut

50 Tahun Vakum, Tradisi Muro Bangkit Lagi: Anak Muda Laranwutun Ambil Peran Kunci Konservasi Laut

September 19, 2025

Keadaan mulai membaik pada tahun 2024 lalu, ketika sumur bor yang tidak berfungsi ini mulai diperbaiki melalui intervensi Plan Indonesia berkolaborasi dengan Pemerintah Desa Lamaau.

Plan Indonesia waktu itu mulai memasang instalasi sumur bor lisrik, termasuk panel kontrol dan fiber penampung dengan kapaitas 5.000 liter. Dari fiber ini air mulai dialiri ke beberapa rumah warga.

“Sekarang untuk masak, mandi cuci pakai sumur bor. Kami tidak timba lagi,” ungkap Maria dengan raut wajah sumringah.

Sumur bor ini juga dimanfaatkan sekelompok pemuda di desa yang tergabung dalam kelompok tani milenial untuk kebun sayur organik yang tengah mereka kembangkan. Dari sumur bor, para pemuda kompok tani ini mendapatkan penghasilan tambahan dengan menjual sayur seperti tomat dan terung.

Dengan dampingan Plan Indonesia dan dukungan dari pemerintah desa melalui surat keputusan (SK) pembentukan Kelompok Tani Elang Lamaau, mereka berencana mengembangkan kebun organik ini lebih luas.

Dari apa yang telah dibangun Plan Indonesia dan setelah melalui musyawarah bersama warga, Pemerintah Desa Lamaau pada tahun 2025 membangun bak reservoar untuk menampung air dari sumur bor dan memasang jaringan air ke rumah warga menggunakan pipa jenis HDPE.

Bak gayung bersambut, di tahun yang sama Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Lembata melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) juga mulai membangun koneksi jaringan dan instalasi meteran air sebanyak 50 titik di rumah warga.

Kepala Desa Lamaau, Muslimin Bala, mengatakan, kapasitas air di sumur bor ini cukup untuk memenuhi kebutuhan seluruh rumah tangga di desa Lamaau. Namun karena keterbatasan anggaran, secara bertahap mereka mulai mengalirkan ke 50 titik rumah warga dari total 99 rumah tangga dan 10 fasilitas umum.

“Jadi sisa 49 rumah tangga yang belum terinstalasi (meteran) termasuk 10 fasilitas umum termasuk SD, SMA, Kantor Camat dan Puskesmas. Itu yang belum terintalasi,’ ungkapnya.

Muslimin menjelaskan sharing cost antara Plan Indonesia, DAK dan Dana Desa, memungkinkan desa Lamaau sebagai pusat kecamatan Ile Ape Timur perlahan mengatasi masalah krisis air.

Manager Program Implementasi Area (PIA) Lembata Plan Indonesia, Erlina Dangu, mengatakan, Plan Indonesia melihat air bersih sebagai hak dasar manusia terutama anak-anak.

Ia menjelaskan beberapa intervensi program air bersih telah dilakukan di desa-desa dampingan Plan Indonesia yang tersebar di lima kecamatan yakni Ile Ape, Ile Ape Timur, Lebatukan, Buyasuri dan Omesuri.

Di desa-desa yang mengalami krisis air ini, Plan Indonesia berkolaborasi dengan pemerintah setempat membangun sumur bor, bak penampung air hujan dan instalasi jaringan pipa baik sistem gravitasi maupun pompa air.

Selain pembangunan infrastruktur, Plan Indonesia juga memberikan pelatihan berupa penguatan kapasitas teknis dan manajemen pengelolaan air bersih bagi  badan pengelola air minum di tingkat desa.

“Kita latih supaya kalau ada jaringan pipa yang rusak, itu perbaikannya itu seperti apa. Jadi secara teknis dikapasitasi. Yang berikut mereka juga dilatih tentang manajemen kelompok. Jadi di beberapa desa itu badan pengelolanya sudah mulai jalan dan sudah ada sistem iuran. Jadi itu untuk air bersih,” ungkap Erlina.

Menurut Erlina, jika dilihat lebih jauh, pemenuhan kebutuhan air bersih ini memiliki kaitan yang sangat erat dengan konteks perlindungan anak. Ia mencontohkan air bersih merupakan salah satu elemen penting dalam upaya mengatasi masalah stunting.

Tidak hanya itu, kemudahan mengakses air bersih juga mencegah terjadinya kekerasan terhadap anak. Erlina menegaskan ketika sumber air jauh dari rumah, anak berpotensi mengalami kekerasan saat mengambil air.

“Contoh di desa Leuwayan. Itu sumber airnya ada di bawah, jadi anak harus turun dulu ambil air di bawah baru bawa naik. Apalagi sumber airnya jauh,” ujarnya.

Selain mengurangi risiko kekerasan, Plan Indonesia juga memastikan bahwa bantuan akses air bersih ini membawa dampak positif lain yakni waktu bermain dan belajar bagi anak-anak turut meningkat.

Berikut, ketersediaan akses terhadap air bersih juga memberikan dampak ekonomi bagi warga di desa-desa dampingan Plan Indonesia. Warga hanya membayar iuran sebesar Rp 5.000 – 10.000 per bulan untuk mengakses air secara penuh.

Angka ini jauh lebih kecil dibandingkan sebelumnya, mereka harus mengeluarkan uang sebsar Rp 200.000 – 300.000 untuk membeli air dari mobil tangki, yang juga belum tentu cukup digunakan untuk sebulan penuh.

“Ini kan jauh lebih hemat. Sehingga uang yang ada itu bisa dialihkan untuk pendidikan dan pemenuhan gizi anak.

Bagi Erlina, program air bersih yang dicanangkan Plan Indonesia bukan sekedar sebuah upaya untuk mewujudkan masyarakat hidup sehat, tetapi juga memberi kesempatan kepada anak-anak untuk setara dan optimis menatap masa depan. (BN/001)

Tags: Desa LamaauPlan Indonesia

Related Posts

Geram! Puluhan Tahun Sertifikat SMPN 2 Boawae Tak Kunjung Selesai. Ahli Waris: Kami Ambil Pulang.
‎

December 10, 2025

NAGEKEO - ‎Puluhan tahun ahli waris dari suku Tegu Udawolo telah menyerahkan tanah kepada pemerintah dalam rangka untuk pembangun fasilitas...

Jelang Natal dan Tahun Baru, Pemda Lembata Imbau Jaga Suasana Aman dan Kondusif

Jelang Natal dan Tahun Baru, Pemda Lembata Imbau Jaga Suasana Aman dan Kondusif

December 3, 2025

LEWOLEBA – Pemerintah Kabupaten Lembata mengeluarkan himbauan kepada seluruh rakyatnya jelang hari raya Natal 2025 dan Tahun baru 2026.Himbauan yang...

Pemkab Lembata Dorong Penguatan SDM Layanan Perlindungan, Tekan Lonjakan Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak

Pemkab Lembata Dorong Penguatan SDM Layanan Perlindungan, Tekan Lonjakan Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak

December 3, 2025

LEMBATA – Kegiatan Pencegahan Kekerasan Terhadap Perempuan Tahun 2025 resmi dibuka di Hotel Olympic Lewoleba, Senin (24/11), menandai komitmen baru...

Pemkab Lembata Apresiasi Mgr Kopong Kung dan Sambut Harapan Baru Uskup Monteiro

Pemkab Lembata Apresiasi Mgr Kopong Kung dan Sambut Harapan Baru Uskup Monteiro

December 3, 2025

LEMBATA - Tongkat estafet kepemimpinan Gereja Katolik di Keuskupan Larantuka resmi berpindah tangan.Bersamaan dengan pengumuman Tahta Suci yang menetapkan Mgr....

Vatikan Siap Umumkan Uskup Baru Larantuka, Bupati Lembata Ucap Syukur

Vatikan Siap Umumkan Uskup Baru Larantuka, Bupati Lembata Ucap Syukur

December 3, 2025

LEMBATA - Sukacita besar tengah memenuhi Gereja Lokal Keuskupan Larantuka jelang pengumuman resmi Uskup baru yang akan disampaikan langsung dari...

Satpol PP Sambangi MTSN 2 Lembata saat Peringatan HGN, Ini yang Mereka Lakukan!

Satpol PP Sambangi MTSN 2 Lembata saat Peringatan HGN, Ini yang Mereka Lakukan!

November 25, 2025

LEMBATA – Peringatan Hari Guru Nasional (HGN) di MTS Negeri 2 Lembata pada Selasa (25/11/2025) berlangsung meriah. Usai upacara apel...

Next Post
Berkah Air Bersih di Desa Leuwayan

Warga Desa Leuwayan Bersyukur, Berkat Plan Indonesia Air Bersih Lebih Dekat ke Rumah

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Dapur MBG 03 Lembata Diresmikan, Jadi SPPG Contoh Capai Target Indonesia Emas 2045

1 day ago

Ini Proyeksi Pendapatan Rumah Walet di Kawasan Wisata Bukit Cinta

4 days ago

Bangun Rumah Walet di Bukit Cinta, Bukti Pemda Lembata Gagal Kembangkan Pariwisata

5 days ago

Lima kali bukan kebetulan: PN Lembata kembali percayakan Posbakum ke LBH SIKAP

5 days ago
Kadis PMD Lembata Sebut Visi-Misi Kepala Desa Tidak Terganggu Akibat Dana Desa Terkoreksi. Ini Penjelasannya!

Kadis PMD Lembata Sebut Visi-Misi Kepala Desa Tidak Terganggu Akibat Dana Desa Terkoreksi. Ini Penjelasannya!

5 days ago

Dana Desa 2026 di Lembata Terkoreksi, Ada Desa yang Hanya Dapat Rp 219 Juta

7 days ago

Prediksi Puncak Arus Balik di Pelabuhan Laut Lewoleba Pada 03-04 Januari

2 weeks ago

Popular News

  • Bangun Rumah Walet di Bukit Cinta, Bukti Pemda Lembata Gagal Kembangkan Pariwisata

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kadis PMD Lembata Sebut Visi-Misi Kepala Desa Tidak Terganggu Akibat Dana Desa Terkoreksi. Ini Penjelasannya!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dapur MBG 03 Lembata Diresmikan, Jadi SPPG Contoh Capai Target Indonesia Emas 2045

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ini Proyeksi Pendapatan Rumah Walet di Kawasan Wisata Bukit Cinta

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dana Desa 2026 di Lembata Terkoreksi, Ada Desa yang Hanya Dapat Rp 219 Juta

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Lima kali bukan kebetulan: PN Lembata kembali percayakan Posbakum ke LBH SIKAP

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Connect with us

Kirim E-mail :

Untuk kritik, saran dan pertanyaan lainnya, silahkan kirim pesan anda untuk BentaraNet di bentara.redaksi01@gmail.com

Site Links

  • Log in
  • Entries feed
  • Comments feed
  • WordPress.org

About Us

Kami menyajikan berita akurat, mendalam dan edukatif untuk anda.

  • About
  • Redaksi & Contact
  • Advertise

© 2023 - Bentara.net

No Result
View All Result
  • Home
  • Polkam
  • Ekbis
  • Hukrim
  • BudPar
  • Humaniora
  • Kesehatan
  • Pendidikan

© 2023 - Bentara.net

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
Sign In with Linked In
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In