• About
  • Redaksi & Contact
  • Advertise
Thursday, January 15, 2026
  • Login
No Result
View All Result
NEWSLETTER
Bentara
  • Home
  • Polkam
  • Ekbis
  • Hukrim
  • BudPar
  • Humaniora
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Home
  • Polkam
  • Ekbis
  • Hukrim
  • BudPar
  • Humaniora
  • Kesehatan
  • Pendidikan
No Result
View All Result
Bentara
No Result
View All Result
Home Humaniora

Warga Desa Leuwayan Bersyukur, Berkat Plan Indonesia Air Bersih Lebih Dekat ke Rumah

by BentaraNet
in Humaniora
0
Bak air bersih yang dibangun Plan Indonesia di Desa Leuwayan / Foto : Doc. Plan Indonesia untuk BentaraNet

Bak air bersih yang dibangun Plan Indonesia di Desa Leuwayan / Foto : Doc. Plan Indonesia untuk BentaraNet

0
SHARES
3
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

LEMBATA – Sofia Tuto merupakan satu di antara warga desa Leuwayan, Kecamatan Omesuri yang turut merasakan dampak baik dari hadirnya program air bersih Yayasan  Plan International Indonesia (Plan Indonesia).

Ditemui di Lewuwayan, Rabu (12/11/2025), Sofia mengisahkan betapa sulitnya mengakses air bersih di desa ini lima tahun yang lalu. Warga sangat bergantung pada empat sumur timba yang berada di pinggir pantai.

Selain jarak yang jauh, kondisi topografi desa Leuwayan yang berada di kaki dan lereng bukit menyebabkan warga harus menghadapi medan tanjakan dan curam saat menjunjung air dari sumur ke rumah.

“Sebelumnya kami sangat kesusahan, karena harus naik turun ke sumur yang ada di pantai untuk mengambil air,” ucap Tuto.

Kondisi ini juga memberikan dampak yang tidak baik bagi ibu rumah tangga dan anak-anak terutama anak perempuan di desa ini. Di pagi dan sore hari, mereka harus ke sumur dan mengambil air untuk keperluan seperti mandi, cuci dan masak.

“Ini kan sangat menghambat karena waktu yang harus kami gunakan untuk pekerjaan lain seperti berkebun atau masak tidak bisa kami lakukan lebih awal. Anak-anak kami yang perempuan juga terpaksa kami suruh harus ambil air di sumur. Kita butuh air jadi mau tidak mau kita harus turun ambil,” ungkapnya.

Bahkan beberapa warga rela merogoh kocek hingga Rp 100 ribu hanya untuk membeli air dalam drum dengan kapasitas 200 liter dari mobil tangki.

RelatedPosts

Kolaborasi Plan Indonesia dan Pemerintah Desa Akhiri Krisis Air di Lamaau

Kolaborasi Plan Indonesia dan Pemerintah Desa Akhiri Krisis Air di Lamaau

November 19, 2025
50 Tahun Vakum, Tradisi Muro Bangkit Lagi: Anak Muda Laranwutun Ambil Peran Kunci Konservasi Laut

50 Tahun Vakum, Tradisi Muro Bangkit Lagi: Anak Muda Laranwutun Ambil Peran Kunci Konservasi Laut

September 19, 2025

Padahal, di desa ini sudah ada beberapa bak reservoar besar di puncak bukit untuk menampung air dari jaringan mata air Wei Rawe. Sebagian bak reservoar ini merupakan peninggalan bantuan dari pastor misionaris Katolik, sebagian lainnya merupakan bantuan pemerintah pusat melalui Program Nasional Pemberdayaan Masyrakat (PNPM) era presiden SBY.

Namun karena kendala teknis, air di bak reservoar ini hanya bisa dialirkan ke sebagian kecil warga di sekitar. Sementara sebagian besar warga lainnya tidak mendapatkan akses air dari bak-bak penampung ini.

Keadaan berubah setelah Plan Indonesia masuk ke desa ini melalui program air bersih hasil kampanye Lari Amal Jelajah Timur I pada tahun 2021 silam. Program ini berhasil mengintervensi beberapa kebutuhan di desa mulai dari pembangunan bak penampung, perluasan dan perbaikan jaringan pipa, hingga pembangunan tugu kran.

Kepala Desa Leuwayan, Emanuel Ledo, mengisahkan, saat dilantik menjadi kepala desa pada 2020 ia berupaya mencari solusi dari berbagai sumber unutuk membahas masalah air di desa ini, hingga akhirnya terpaut dengan Plan Indonesia.

Setelah melakukan survei debit air dan memastikan kualitas mata air cukup baik, Plan Indonesia mulai membangun bak reservoar, perluasan dan perbaikan jaringan pipa. Setiap lima KK dapat mengakses air di satu tugu kran.

Kini semua warga di desa yang terdiri dari 370 kepala keluarga (KK) bisa mengaskes air bersih dengan mudah.

“Dengan bantuan Plan Indonesia, sekarang semua warga bisa menikmati. Dulu itu tidak lebih dari 50 % warga yang bisa menikmati air bersih karena kendala teknis kita ini,” ujar Emanuel.

Tidak hanya itu, Plan Indonesia juga menginisasi pembentukan dan pembinaan Badan Pengelola Sistem Penyediaan Air Minum (BPSPAM). Setelah mengikuti pelatihan dan penguatan kapasitas, BPSPAM saat ini sudah bisa mengelola air bersih ini dengan iuran Rp. 5.000 per KK.

Manager Program Implementasi Area (PIA) Lembata Plan Indonesia, Erlina Dangu, mengatakan, Plan Indonesia melihat air bersih sebagai hak dasar manusia terutama anak-anak.

Ia menjelaskan beberapa intervensi program air bersih telah dilakukan di desa-desa dampingan Plan Indonesia yang tersebar di lima kecamatan yakni Ile Ape, Ile Ape Timur, Lebatukan, Buyasuri dan Omesuri.

Di desa-desa yang mengalami krisis air ini, Plan Indonesia berkolaborasi dengan pemerintah setempat membangun sumur bor, bak penampung air hujan dan instalasi jaringan pipa baik sistem gravitasi maupun pompa air.

Selain pembangunan infrastruktur, Plan Indonesia juga memberikan pelatihan berupa penguatan kapasitas teknis dan manajemen pengelolaan air bersih bagi  badan pengelola air minum di tingkat desa.

“Kita latih supaya kalau ada jaringan pipa yang rusak, itu perbaikannya itu seperti apa. Jadi secara teknis dikapasitasi. Yang berikut mereka juga dilatih tentang manajemen kelompok. Jadi di beberapa desa itu badan pengelolanya sudah mulai jalan dan sudah ada sistem iuran. Jadi itu untuk air bersih,” ungkap Erlina.

Menurut Erlina, jika dilihat lebih jauh, pemenuhan kebutuhan air bersih ini memiliki kaitan yang sangat erat dengan konteks perlindungan anak. Ia mencontohkan air bersih merupakan salah satu elemen penting dalam upaya mengatasi masalah stunting.

Tidak hanya itu, kemudahan mengakses air bersih juga mencegah terjadinya kekerasan terhadap anak. Erlina menegaskan ketika sumber air jauh dari rumah, anak berpotensi mengalami kekerasan saat mengambil air.

“Contoh di desa Leuwayan. Itu sumber airnya ada di bawah, jadi anak harus turun dulu ambil air di bawah baru bawa naik. Apalagi sumber airnya jauh,” ujarnya.

Selain mengurangi risiko kekerasan, Plan Indonesia juga memastikan bahwa bantuan akses air bersih ini membawa dampak positif lain yakni waktu bermain dan belajar bagi anak-anak turut meningkat.

Berikut, ketersediaan akses terhadap air bersih juga memberikan dampak ekonomi bagi warga di desa-desa dampingan Plan Indonesia. Warga hanya membayar iuran sebesar Rp 5.000 – 10.000 per bulan untuk mengakses air secara penuh.

Angka ini jauh lebih kecil dibandingkan sebelumnya, mereka harus mengeluarkan uang sebsar Rp 200.000 – 300.000 untuk membeli air dari mobil tangki, yang juga belum tentu cukup digunakan untuk sebulan penuh.

“Ini kan jauh lebih hemat. Sehingga uang yang ada itu bisa dialihkan untuk pendidikan dan pemenuhan gizi anak.

Bagi Erlina, program air bersih yang dicanangkan Plan Indonesia bukan sekedar sebuah upaya untuk mewujudkan masyarakat hidup sehat, tetapi juga memberi kesempatan kepada anak-anak untuk setara dan optimis menatap masa depan. (BN/001)

 

Tags: Plan Indonesia

Related Posts

Geram! Puluhan Tahun Sertifikat SMPN 2 Boawae Tak Kunjung Selesai. Ahli Waris: Kami Ambil Pulang.
‎

December 10, 2025

NAGEKEO - ‎Puluhan tahun ahli waris dari suku Tegu Udawolo telah menyerahkan tanah kepada pemerintah dalam rangka untuk pembangun fasilitas...

Jelang Natal dan Tahun Baru, Pemda Lembata Imbau Jaga Suasana Aman dan Kondusif

Jelang Natal dan Tahun Baru, Pemda Lembata Imbau Jaga Suasana Aman dan Kondusif

December 3, 2025

LEWOLEBA – Pemerintah Kabupaten Lembata mengeluarkan himbauan kepada seluruh rakyatnya jelang hari raya Natal 2025 dan Tahun baru 2026.Himbauan yang...

Pemkab Lembata Dorong Penguatan SDM Layanan Perlindungan, Tekan Lonjakan Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak

Pemkab Lembata Dorong Penguatan SDM Layanan Perlindungan, Tekan Lonjakan Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak

December 3, 2025

LEMBATA – Kegiatan Pencegahan Kekerasan Terhadap Perempuan Tahun 2025 resmi dibuka di Hotel Olympic Lewoleba, Senin (24/11), menandai komitmen baru...

Pemkab Lembata Apresiasi Mgr Kopong Kung dan Sambut Harapan Baru Uskup Monteiro

Pemkab Lembata Apresiasi Mgr Kopong Kung dan Sambut Harapan Baru Uskup Monteiro

December 3, 2025

LEMBATA - Tongkat estafet kepemimpinan Gereja Katolik di Keuskupan Larantuka resmi berpindah tangan.Bersamaan dengan pengumuman Tahta Suci yang menetapkan Mgr....

Vatikan Siap Umumkan Uskup Baru Larantuka, Bupati Lembata Ucap Syukur

Vatikan Siap Umumkan Uskup Baru Larantuka, Bupati Lembata Ucap Syukur

December 3, 2025

LEMBATA - Sukacita besar tengah memenuhi Gereja Lokal Keuskupan Larantuka jelang pengumuman resmi Uskup baru yang akan disampaikan langsung dari...

Satpol PP Sambangi MTSN 2 Lembata saat Peringatan HGN, Ini yang Mereka Lakukan!

Satpol PP Sambangi MTSN 2 Lembata saat Peringatan HGN, Ini yang Mereka Lakukan!

November 25, 2025

LEMBATA – Peringatan Hari Guru Nasional (HGN) di MTS Negeri 2 Lembata pada Selasa (25/11/2025) berlangsung meriah. Usai upacara apel...

Next Post
Gali Peran Budaya Lokal dalam Perlindungan Anak, Plan Indonesia Gelar FGD Bersama Tokoh Adat & Pemdes

Gali Peran Budaya Lokal dalam Perlindungan Anak, Plan Indonesia Gelar FGD Bersama Tokoh Adat & Pemdes

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Dapur MBG 03 Lembata Diresmikan, Jadi SPPG Contoh Capai Target Indonesia Emas 2045

1 day ago

Ini Proyeksi Pendapatan Rumah Walet di Kawasan Wisata Bukit Cinta

4 days ago

Bangun Rumah Walet di Bukit Cinta, Bukti Pemda Lembata Gagal Kembangkan Pariwisata

5 days ago

Lima kali bukan kebetulan: PN Lembata kembali percayakan Posbakum ke LBH SIKAP

5 days ago
Kadis PMD Lembata Sebut Visi-Misi Kepala Desa Tidak Terganggu Akibat Dana Desa Terkoreksi. Ini Penjelasannya!

Kadis PMD Lembata Sebut Visi-Misi Kepala Desa Tidak Terganggu Akibat Dana Desa Terkoreksi. Ini Penjelasannya!

5 days ago

Dana Desa 2026 di Lembata Terkoreksi, Ada Desa yang Hanya Dapat Rp 219 Juta

7 days ago

Prediksi Puncak Arus Balik di Pelabuhan Laut Lewoleba Pada 03-04 Januari

2 weeks ago

Popular News

  • Bangun Rumah Walet di Bukit Cinta, Bukti Pemda Lembata Gagal Kembangkan Pariwisata

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kadis PMD Lembata Sebut Visi-Misi Kepala Desa Tidak Terganggu Akibat Dana Desa Terkoreksi. Ini Penjelasannya!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dapur MBG 03 Lembata Diresmikan, Jadi SPPG Contoh Capai Target Indonesia Emas 2045

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ini Proyeksi Pendapatan Rumah Walet di Kawasan Wisata Bukit Cinta

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dana Desa 2026 di Lembata Terkoreksi, Ada Desa yang Hanya Dapat Rp 219 Juta

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Lima kali bukan kebetulan: PN Lembata kembali percayakan Posbakum ke LBH SIKAP

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Connect with us

Kirim E-mail :

Untuk kritik, saran dan pertanyaan lainnya, silahkan kirim pesan anda untuk BentaraNet di bentara.redaksi01@gmail.com

Site Links

  • Log in
  • Entries feed
  • Comments feed
  • WordPress.org

About Us

Kami menyajikan berita akurat, mendalam dan edukatif untuk anda.

  • About
  • Redaksi & Contact
  • Advertise

© 2023 - Bentara.net

No Result
View All Result
  • Home
  • Polkam
  • Ekbis
  • Hukrim
  • BudPar
  • Humaniora
  • Kesehatan
  • Pendidikan

© 2023 - Bentara.net

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
Sign In with Linked In
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In