LEMBATA – Lima anggota Koperasi Konsumen Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) Pelabuhan Lewoleba menerima penghargaan khusus saat Rapat Anggota Tahunan (RAT) ke XIX Tahun Buku 2025 di aula Hotel Lewoleba, Sabtu (28/03/2026).
Penghargaan khusus ini diserahkan setelah lima anggota ini dinilai memiliki partisipasi dan kontribusi yang paling tinggi bagi pertumbuhan koperasi yang berdiri sejak tahun 1996 ini.
Diserahkan langsung oleh Kepala Dinas Koperindag Kabupaten Lembata, Wilhelmus Leuweheq, lima anggota ini juga mendapatkan sisa hasil usaha (SHU) tertinggi pada tahun buku 2025.
Fransiskus Lowai Luon, satu di antara lima anggota yang mendapatkan penghargaan ini mengaku bersyukur bisa menjadi bagian dari koperasi ini. Pada RAT kali ini ia mendapatkan SHU sebesar Rp 1.161.000,00.
“Saya menjadi anggota koperasi beberapa tahun sejak koperasi ini berdiri. Semuanya ini kembali ke kita, kalau kita pandai kredit dan pandai kasih pulang. Kalau begini SHU kita pasti naik tiap tahun,” kata Fransiskus.
Fransiskus di tahun-tahun sebelumnya mendapatkan SHU di kisaran Rp 700-800 ribu dan meningkat pada tahun buku 2025. Ia menjadikan koperasi sebagai tempat untuk meminjam uang dengan bunga kredit rendah, juga bahan kebutuhan pokok seperti beras dan lain-lain.
“Harapan saya semoga koperasi ini diurus dengan baik di setiap pergantian pemimpin. Selama kerja sebagai TKBM saya bisa membiayai anak sampai lulus kuliah S1. Kalau ada kebutuhan mendadak, sedikit pun koperasi ini bisa membantu,” ujarnya.
Manajer Koperasi TKBM Pelabuhan Lewoleba, Benediktus Making, mengatakan, tiga jenis kontribusi tertinggi yang diberikan oleh lima anggota ini yakni simpanan, pengembalian bunga pinjaman dan pengembalian piutang barang (PPB).
Ia berharap penggargaan khusus ini bisa memotifasi anggota lain agar menjadikan Koperasi TKBM Pelabuhan Lewoleba sebagai wadah pengembangan ekonomi keluarga juga sarana perjuangan untuk memenuhi hak-hak buruh pelabuhan di Kabupaten Lembata.
“Ini juga penting untuk memotifasi anggota supaya lebih berpartisipasi lagi dalam mendorong pertumbuhan koperasi,” kata Benediktus.
Di saat yang bersamaan RAT ini juga secara simbolis menyerahkan baju anggota kepada kelompok kerja anggota koperasi buruh pelabuhan rakyat (Pelra) sebanyak 20 orang. Mereka telah bergabung di koperasi ini sejak tahun 2024.
Hingga tahun 2026, Koperasi Konsumen TKBM Pelabuhan Lewoleba memiliki 171 anggota aktif. Semua mereka terdaftar sebagai peserta BPJS Tenaga Kerja. Dari 171 anggota ini, mereka dibagi dalam tiga regu dan dua unit mandiri.
Tiga regu tersebut yakni Regu A dan B merupakan kelompok buruh di pelabuhan utama Lewoleba dan Regu C yang selama ini bekerja sebagai TKBM di Pelabuhan Rakyat. Dua unit mandiri ini merupakan kelompok buruh di Pelabuhan Wulandoni dan Balauring.
Selain anggota, turut hadir dalam Pembukaan RAT kali ini yakni Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Nakertrans) Rafael Betekeneng, Kepala KUPP Kelas III Pelabuhan Laut Lewoleba Elias Koten dan perwakilan Bank NTT Cabang Lewoleba. (BN/001)
















