• About
  • Redaksi & Contact
  • Advertise
Saturday, April 4, 2026
  • Login
No Result
View All Result
NEWSLETTER
Bentara
  • Home
  • Polkam
  • Ekbis
  • Hukrim
  • BudPar
  • Humaniora
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Home
  • Polkam
  • Ekbis
  • Hukrim
  • BudPar
  • Humaniora
  • Kesehatan
  • Pendidikan
No Result
View All Result
Bentara
No Result
View All Result
Home Uncategorized

Memahami Kebutuhan Penyintas Ala Komunitas Taman Daun

by BentaraNet
in Uncategorized
0
Koordinator Relawan Taman Daun, John S J Batafor menyiram halaman rumah hunian sementara (huntara) penyintas banjir bandang dan longsor yang berada di perkebunan warga, tidak jauh dari translokasi Waisesa. Huntara ini dibangun Komunitas Taman Daun untuk para penyintas sebelum mereka menempati rumah di perumahan relokasi yang dibangun pemerintah / Foto : BentaraNet

Koordinator Relawan Taman Daun, John S J Batafor menyiram halaman rumah hunian sementara (huntara) penyintas banjir bandang dan longsor yang berada di perkebunan warga, tidak jauh dari translokasi Waisesa. Huntara ini dibangun Komunitas Taman Daun untuk para penyintas sebelum mereka menempati rumah di perumahan relokasi yang dibangun pemerintah / Foto : BentaraNet

0
SHARES
120
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Empat rumah mungil sederhana untuk hunian sementara (huntara) berjejer rapi tepat di pinggir jalan menuju wilayah tanjung, Kecamatan Ile Ape, Kabupaten Lembata. Rumah-rumah ini hanya berjarak sekitar 500 meter dari perumahan translok yang sedang dibangun pemerintah untuk penyintas banjir bandang dan longsor awal April lalu.

Rumah-rumah ini tampak sederhana namun cukup untuk menampung tiap keluarga pengungsi yang berasal dari Desa Amakaka, Kecamatan Ile Ape. Aktifitas di huntara yang dibangun relawan Komunitas Taman Daun ini juga tampak seperti kebanyakan yang ditemui di kampung-kampung.

Ibu-ibu memasak dan ada pula yang memetik sayur. Beberapa laki-laki sibuk membersihkan halaman rumah yang baru dibangun itu dari ilalang liar yang tumbuh di sekitarnya. Koordinator Relawan Taman Daun, John S J Batafor bersama beberapa relawan Taman Daun lainnya, tampak sedang menyiram halaman rumah dengan air yang baru diangkut menggunakan mobil tangki.

Halaman rumah ini harus disiram untuk mengurangi polusi debu khas wilayah Ile Ape yang terkenal dengan lahan keringnya yang cukup ekstrim. Rumah-rumah yang dibangun ini dilengkapi dengan solar cell. “Cukup untuk penerangan pada malam hari dan cas batrei handphone,” ujar salah seorang penghuni rumah huntara ini.

Menariknya, di sebelah barat deretan rumah-rumah ini, terdapat sebuah taman baca yang selalu dikerubuni anak-anak pengungsi. Mereka selalu aktif membongkar bangkir buku yang berada di rak lalu membacanya. Sesekali mereka menggonta-ganti buku yang dibaca, entah karena bosan atau lebih tertarik dengan buku yang lain.

Bagai pelangi sehabis hujan, taman baca ini memberikan ragam warna kehidupan masyarakat korban banjir bandang dan longsor di lokasi pengungsian. Selain menambah ilmu pengetahuan, masyarakat pasti punya banyak pilihan untuk melakukan aktifitas sehari-hari, setelah dua bulan lebih aktifitas mereka terhenti akibat bencana maha dahsyat itu.

Buku-buku yang disediakan di taman baca ini berasal dari markas Taman Daun, Bluwa, Kelurahan Lewoleba Barat. Selain bergerak untuk urusan sosial sejak bencana erupsi Ile Lewotolok pada akhir November 2020 lalu dan banjir bandang pada awal April 2021, Taman Daun selama ini juga mendirikan taman baca di hampir semua desa di Kabupaten Lembata.

RelatedPosts

Polres Lembata Tindaklanjuti Aduan UMKM Soal Retribusi Ayam Beku

April 2, 2026

Polres Lembata Gandeng Pengelola SPBU Balauring Jaga Stabilitas Kamtibmas

April 2, 2026
Anak-anak membaca di Taman Baca yang dibangun komunitas Taman Daun di sekitar lokasi huntara / Foto : BentaraNet

Pius Gelang Sabaleku, salah seorang penyintas asal desa Amakaka, mengatakan, Relawan Komunitas Taman Daun, sejak awal erupsi hingga bencana banjir bandang dan longsor, sangat memahami kebutuhan mendasar para pengungsi. Apa yang dipikirkan Taman Daun selalu berkaitan dengan kebutuhan masyarakat pasca bencana.

“Puji Tuhan. Yang paling sederhana ama e, Taman Daun bisa kasih makan saya punya babi saat erupsi (Gunung Api Ile Lewotolok), lalu kami kenal di situ akhirnya bangunlah rumah-rumah di sini,” kata Pius saat rombongan wartawan berkunjung ke lokasi ini, Jumat, 18 Juni 2021 sore.

Dia mengaku, bantuan dari Taman Daun mulai dari sembako, rumah, penerangan hingga taman baca, membuat dia dan para penyintas lainnya merasa lebih lega. Menurut Pius, relawan komunitas Taman Daun benar-benar memahami kesulitan yang mereka hadapi selama berada di pengungsian.

“Kalau untuk makan mungkin saya bisa makan jagung atau pisang, tapi yang saya sulit itu rumah, air dan lampu (penerangan),” ungkap Pius.

Hari itu, pendiri Taman Daun, Goris Batafor baru saja mendeteksi posisi air tanah di sekitar huntara yang dibangun Taman Daun. Untuk memenuhi kebutuhan para penyintas di sekitar lokasi ini, Taman Daun hingga saat ini mulai menggali sumur.

Pria yang akrab disapa Oly ini baru saja meninggalkan lokasi huntara beberapa saat setelah rombongan wartawan tiba di lokasi ini. Pria murah hati ini tidak hanya punya dedikasi yang tinggi untuk kehidupan sosial masyarakat. Oly juga punya keahlian khusus untuk mendeteksi posisi air tanah yang pas untuk sumur galian.

Koordinator Relawan Taman Daun, John S J Batafor mengatakan, Taman Daun telah mendirikan 51 unit rumah hunian sementara (huntara) dari total 100 unit rumah yang didirikan untuk penyintas bencana alam banjir dan longsor.

Dia menambahkan, relawan ingin semua penyintas tanpa kecuali bisa mendapat bantuan hunian sementara dari Taman Daun.

“Taman Daun tidak membedakan mana korban parah dan tidak parah. Semua sama saja. Karena semua tetap direlokasi. Kita mau bantu semua tanpa terkecuali karena mereka harus pindah,” ujar John. Oleh sebab itu, relawan Taman Daun kemungkinan bisa mendirikan lebih dari 100 unit.

Tak hanya mendirikan hunian sementara, Taman Daun juga akan memberdayakan masyarakat dengan beberapa program seperti membantu masyarakat dengan kios, alat tenun dan alat-alat kerja. 

“Kita tidak bangun rumah dan lepas tapi kita ikuti terus dalam pemberdayaan,” tandasnya.

Sampai saat ini, tambahnya, kebanyakan penyintas yang tinggal di pengungsian masih membutuhkan listrik dan air. 

Perihal taman baca, John berujar anak-anak tinggal di pondok-pondok kebun dan tidak punya akses pendidikan yang jauh dan memadai. Taman baca ini didirikan di empat kompleks perumahan hunian sementara yang dibangun relawan Taman Daun yakni di Duliwoho, Lagadop, Balealen dan areal dekat Waesesa.

“Di sini sama sekali tidak ada akses pendidikan untuk anak sekolah jadi kita buka ada taman baca,” ujar John. (Red)

Related Posts

Polres Lembata Tindaklanjuti Aduan UMKM Soal Retribusi Ayam Beku

April 2, 2026

LEMBATA – Unit I Sat Intelkam Polres Lembata melakukan langkah penggalangan dengan Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Lembata, Abdurrahman Muhammad,...

Polres Lembata Gandeng Pengelola SPBU Balauring Jaga Stabilitas Kamtibmas

April 2, 2026

LEMBATA – Dalam rangka menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), Unit II Sat Intelkam Polres Lembata melakukan pertemuan dengan...

Polres Lembata Ajak Pelaku Usaha Olahan Tuna Cegah Pencemaran Lingkungan

April 2, 2026

LEMBATA – Pada Jumat, 30 Januari 2026 sekitar pukul 10.00 WITA, Unit II Sat Intelkam Polres Lembata melaksanakan kegiatan wawancara...

PT Indofish Makmur Sejati Bantah Monopoli Pasar Ikan di Lembata

PT Indofish Makmur Sejati Bantah Monopoli Pasar Ikan di Lembata

March 19, 2026

LEMBATA – Pihak PT Indofish Makmur Sejati (IMS) membantah tudingan bahwa mereka memonopoli pasar ikan di Kabupaten Lembata, termasuk dugaan...

Bupati Lembata Tekankan Perencanaan Pembangunan yang Komprehensif, Adaptif, dan Partisipatif dalam Forum RKPD 2027

March 12, 2026

LEMBATA - Bupati Lembata Petrus Kanisius Tuaq secara resmi membuka Forum Perangkat Daerah/Lintas Perangkat Daerah Rancangan RKPD Kabupaten Lembata Tahun...

Hadiri Peresmian Kantor Terminal Point Pelni, Bupati Lembata : Penguatan Konektivitas Merupakan Kebutuhan Daerah

March 12, 2026

LEMBATA - Bupati Lembata Petrus Kanisius Tuaq turut menghadiri peresmian Kantor Terminal Point PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) di Lewoleba,...

Next Post

Bupati Lembata Tutup Transportasi Lokal, Pelayaran Perintis Tetap Diizinkan

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Polres Lembata Gandeng Pengelola SPBU Balauring Jaga Stabilitas Kamtibmas

2 days ago

Polres Lembata Ajak Pelaku Usaha Olahan Tuna Cegah Pencemaran Lingkungan

2 days ago

Cerita Anggota Koperasi TKBM Pelabuhan Lewoleba yang Dapat Penghargaan saat RAT

1 week ago
PT Indofish Makmur Sejati Bantah Monopoli Pasar Ikan di Lembata

PT Indofish Makmur Sejati Bantah Monopoli Pasar Ikan di Lembata

2 weeks ago

Polres Lembata Lakukan Penggalangan Jelang Perayaan Paskah 2026

3 weeks ago

Polres Lembata Lakukan Penggalangan Jelang Idul Fitri 1447 H

3 weeks ago
Tobotani Terima MBG 3T, Sambil Menanti Pembangunan Infrastruktur Dasar

Tobotani Terima MBG 3T, Sambil Menanti Pembangunan Infrastruktur Dasar

3 weeks ago

Popular News

  • Cerita Anggota Koperasi TKBM Pelabuhan Lewoleba yang Dapat Penghargaan saat RAT

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bupati Lembata : Eksplorasi Budaya Bawa Pesan Kejujuran untuk Anak Cucu & Lewotana

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dinkes Lembata Gelar Sosialisasi dan Anjangsana ke Tokoh Agama Sambut Hari AIDS Sedunia 1 Desember

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pre – Launching Pustaka Bambu Jadi Jembatan Masa Depan Anak-anak di Adonara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tobotani Terima MBG 3T, Sambil Menanti Pembangunan Infrastruktur Dasar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Produktivitas Sorgum di Lembata Meningkat Tapi Tidak Didukung Alsintan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Connect with us

Kirim E-mail :

Untuk kritik, saran dan pertanyaan lainnya, silahkan kirim pesan anda untuk BentaraNet di bentara.redaksi01@gmail.com

Site Links

  • Log in
  • Entries feed
  • Comments feed
  • WordPress.org

About Us

Kami menyajikan berita akurat, mendalam dan edukatif untuk anda.

  • About
  • Redaksi & Contact
  • Advertise

© 2023 - Bentara.net

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
Sign In with Linked In
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Polkam
  • Ekbis
  • Hukrim
  • BudPar
  • Humaniora
  • Kesehatan
  • Pendidikan

© 2023 - Bentara.net