• About
  • Redaksi & Contact
  • Advertise
Saturday, April 4, 2026
  • Login
No Result
View All Result
NEWSLETTER
Bentara
  • Home
  • Polkam
  • Ekbis
  • Hukrim
  • BudPar
  • Humaniora
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Home
  • Polkam
  • Ekbis
  • Hukrim
  • BudPar
  • Humaniora
  • Kesehatan
  • Pendidikan
No Result
View All Result
Bentara
No Result
View All Result
Home TTS

HOK 18 Pekerja Jalan Rabat Beton di TTS Belum Dibayar, Meski Pekerjaan Sudah Kelar 8 Bulan Lalu

by Joe Kikhau
in TTS
0
Para pekerja jalan Rabat beton dari Desa Oemaman, Kecamatan Kualin foto bersama Ketua LAKRI TTS, Kornelis Kitu (foto: faktahukumntt.com)

Para pekerja jalan Rabat beton dari Desa Oemaman, Kecamatan Kualin foto bersama Ketua LAKRI TTS, Kornelis Kitu (foto: faktahukumntt.com)

0
SHARES
339
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

SoE – Pemerintah Desa Oemaman, Kecamatan Kualin, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) hingga hari ini belum membayarkan upah HOK 18 orang pekerja jalan rabat beton di desa tersebut.

Padahal, pekerjaan yang dimulai sejak bulan Februari 2020 itu sudah selesai pada Maret 2020. Meski pekerjaan telah kelar 8 bulan yang lalu, namun hak mereka sampai kini belum dipenuhi.

Yuliana Boimau, salah satu pekerja yang dihubungi media ini, Selasa (24/11/2020) via telepon mengatakan, kesepakatan awal antara pekerja dan TPK Desa Oemaman, untuk pekerjaan rabat beton itu per meter persegi dibayar Rp 70 ribu.

“Jalan rabat beton itu lebarnya 3,5 meter dengan panjang 100 meter. Jadi kami harusnya dibayar Rp. 24.500.000,” jelas Yuliana.

Anehnya, pihak TPK tidak mau membayar sesuai kesepakatan awal. Dari total Rp. 24.500.000 itu, TPK hanya ingin menghargai jerih lelah masyarakat sebesar Rp. 5.000.000 saja.

“Kami dipaksa untuk Rp. 5.000.000 itu. Dari awal kami sudah minta RAP tapi TPK bilang kita dalam kampung saja, tidak mungkin saling menipu,” ujar Yuliana.

Tidak terima dengan itu, Yuliana bersama pekerja lainnya mengadukan nasib mereka ke Dinas PMD, DPRD Kabupaten TTS, Bupati dan Kejaksaan Negeri TTS, namun sampai saat ini belum ada kepastian.

RelatedPosts

Polres Lembata Tindaklanjuti Aduan UMKM Soal Retribusi Ayam Beku

April 2, 2026

Polres Lembata Gandeng Pengelola SPBU Balauring Jaga Stabilitas Kamtibmas

April 2, 2026

Saat menghadap ke Dinas PMD, kata Yuliana, mereka dijanjikan bahwa Dinas PMD akan turun langsung ke lokasi. Lanjutnya, Dinas PMD benar turun ke Desa Oemaman dan pihaknya diundang ke kantor desa dan disitu mereka dipaksa untuk menerima uang Rp. 5.000.000 itu.

“Dari Dinas PMD memaksa kami untuk terima uang Rp. 5.000.000 itu. Mereka mengancam kami katanya kalau kami tidak terima itu uang maka kami tidak akan dapat bantuan lagi,” kata Yuliana menyayangkan sikap Dinas PMD.

Sampai saat ini, 18 pekerja yang didominasi oleh para kaum perempuan itu, belum menerima upah kerja mereka. Padahal pekerjaan sudah selasai 8 bulan yang lalu.

“Kami kerja waktu itu, mesin molen hanya berfungsi 3 hari saja. Kami kerja manual saja. Bahkan kami juga tidak tofa kebun. Kami bayar orang tofa, tapi sampai kami belum kasi lunas juga,” jelas Yuliana.

Ia sangat berharap ada kejelasan dari pihak-pihak yang berwajib, terutama dari pemerintah desa dalam membayarkan upah mereka.

Sementara itu, Ketua LAKRI TTS, Kornelis Kitu yang dihubungi terpisah mengatakan, pihaknya akan terus mengawal persoalan ini sampai tuntas, sebab itu menjadi hak 18 orang pekerja itu.

“Kita akan kawal terus sampai tuntas. Kita akan berusaha dalam Bulan Desember ini hak mereka bisa diperoleh,” ujar Kitu.

Ia juga berjanji dalam waktu dekat pihaknya akan kembali mendatangi Kejaksaan Negeri TTS untuk mengetahui kelanjutan dari laporan yang sudah dimasukkan.

“Waktu itu kita sudah kasi masuk laporan dan dari kejaksaan langsung telpon Kepala Dinas PMD, tapi sampai hari ini dari dinas pun belum menghubungi masyarakat. Jadi kita akan datangi kejaksaan lagi dalam waktu dekat,” ujar Kitu.

Related Posts

Di Desa Elo, Jaringan Air Bersih Miliaran Rupiah Tak Berfungsi

August 3, 2021

SoE - Anggota DPRD Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Viktor Soinbala menemukan fakta mencengangkan terkait proyek pembangunan jaringan air bersih...

Memenuhi Kebutuhan Utama Masyarakat di Pelosok TTS

August 2, 2021

Matahari sudah condong ke arah Barat ketika kami memasuki jalan sertu menuju Desa Falas. Desa yang berada di wilayah Kecamatan...

Pembinaan Kader Partai Perindo, Wujud Nyata Kedaulatan Demokrasi

December 3, 2020

SoE - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Persatuan Indonesia (Perindo) Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) menggelar workshop pembinaan kader yang...

Pameran Museum di TTS, Momen Refleksi Kebudayaan dan Memahami Identitas Diri

December 3, 2020

SoE - UPTD Museum-Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menggelar pameran museum keliling tahun 2020 di Kabupaten...

Terima Izin Operasional, Kepsek SMK Kristen SoE Siap Berikan Yang Terbaik

December 3, 2020

SoE - SMK Kristen SoE kembali mendapatkan perpanjangan izin operasional sekolah untuk 5 tahun kedepan. Izin operasional itu diserahkan oleh...

Terima Kunjungan LAI KGS, Begini Tanggapan Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten TTS

December 2, 2020

SoE - Dewan Pimpinan Cabang Lembaga Aliansi Indonesia Komando Garuda Sakti (DPC LAI KGS) Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) mendatangi...

Next Post
Kabupaten TTS Kembali Masuk Zona Merah Covid-19

28 Sampel Swab dari Nagekeo Masih Menunggu Hasil Pemeriksaan

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Polres Lembata Gandeng Pengelola SPBU Balauring Jaga Stabilitas Kamtibmas

2 days ago

Polres Lembata Ajak Pelaku Usaha Olahan Tuna Cegah Pencemaran Lingkungan

2 days ago

Cerita Anggota Koperasi TKBM Pelabuhan Lewoleba yang Dapat Penghargaan saat RAT

1 week ago
PT Indofish Makmur Sejati Bantah Monopoli Pasar Ikan di Lembata

PT Indofish Makmur Sejati Bantah Monopoli Pasar Ikan di Lembata

2 weeks ago

Polres Lembata Lakukan Penggalangan Jelang Perayaan Paskah 2026

3 weeks ago

Polres Lembata Lakukan Penggalangan Jelang Idul Fitri 1447 H

3 weeks ago
Tobotani Terima MBG 3T, Sambil Menanti Pembangunan Infrastruktur Dasar

Tobotani Terima MBG 3T, Sambil Menanti Pembangunan Infrastruktur Dasar

3 weeks ago

Popular News

  • Cerita Anggota Koperasi TKBM Pelabuhan Lewoleba yang Dapat Penghargaan saat RAT

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bupati Lembata : Eksplorasi Budaya Bawa Pesan Kejujuran untuk Anak Cucu & Lewotana

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dinkes Lembata Gelar Sosialisasi dan Anjangsana ke Tokoh Agama Sambut Hari AIDS Sedunia 1 Desember

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pre – Launching Pustaka Bambu Jadi Jembatan Masa Depan Anak-anak di Adonara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tobotani Terima MBG 3T, Sambil Menanti Pembangunan Infrastruktur Dasar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Produktivitas Sorgum di Lembata Meningkat Tapi Tidak Didukung Alsintan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Connect with us

Kirim E-mail :

Untuk kritik, saran dan pertanyaan lainnya, silahkan kirim pesan anda untuk BentaraNet di bentara.redaksi01@gmail.com

Site Links

  • Log in
  • Entries feed
  • Comments feed
  • WordPress.org

About Us

Kami menyajikan berita akurat, mendalam dan edukatif untuk anda.

  • About
  • Redaksi & Contact
  • Advertise

© 2023 - Bentara.net

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
Sign In with Linked In
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Polkam
  • Ekbis
  • Hukrim
  • BudPar
  • Humaniora
  • Kesehatan
  • Pendidikan

© 2023 - Bentara.net