• About
  • Redaksi & Contact
  • Advertise
Saturday, April 4, 2026
  • Login
No Result
View All Result
NEWSLETTER
Bentara
  • Home
  • Polkam
  • Ekbis
  • Hukrim
  • BudPar
  • Humaniora
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Home
  • Polkam
  • Ekbis
  • Hukrim
  • BudPar
  • Humaniora
  • Kesehatan
  • Pendidikan
No Result
View All Result
Bentara
No Result
View All Result
Home Headline

Pemerintah & Tokoh Agama NTT Segera Sikapi Gerakan Islamisasi yang Berpotensi Merusak Toleransi

by BentaraNet
in Headline
0
Ilistrasi : Lawan gerakan radikalisme

Ilistrasi : Lawan gerakan radikalisme

0
SHARES
145
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta – Pemberitaan sejumlah Media Online pada Minggu, 4 Juli 2021, tentang gerakan Islamisasi di NTT, sungguh mengagetkan publik NTT.

Bahkan dari rekaman video Youtube yang diterima Aspirasi Indonesia (AI), sejak pekan lalu, mengkonfirmasi tentang praktik terselubung Islamisasi di NTT yang sudah mengkhawatirkan warga NTT.

Bedasarkan informasi yang beredar di medsos, dikatakan bahwa Islamisasi di NTT dilakukan oleh kelompok yang menamakan diri sebagai Pejuang Subuh Sumba.

Mereka disinyalir sebagai kelompok radikal, yang berafiliasi kepada HTI dan/atau FPI, yang telah memperlihatkan gerakan dakwah Islamisasi pada komunitas warga yang sudah menganut agama Kristen Protestan dan Katolik di NTT.

Ketua Umum AI, Marselinus Ado Wawo mendesak semua pihak, mewaspadai gerakan Islamisasi oleh Pejuang Subuh Sumba dan Ustad Nababan, karena pola gerakannya telah melanggar Etika dan Budaya serta Peraturan Perundang-Undangan yang berlaku.

“Terlebih-lebih karena membujuk warga yang sudah beragama Kristen atau Katolik untuk pindah agama,” kata Marselinus dalam rilis yang diterima BentaraNet, Senin (5/7/2021).

Padahal, semua pihak seharusnya menyadari bahwa penyebaran agama manapun, entah Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha dan Konghuchu harus menghormati budaya lokal dan norma-norma yang sudah ditetapkan oleh Pemerintah, terkait praktek menyebarkan agama dalam upaya menarik anggota masyarakat beragama lain untuk pindah agama.

RelatedPosts

Polres Lembata Tindaklanjuti Aduan UMKM Soal Retribusi Ayam Beku

April 2, 2026

Polres Lembata Gandeng Pengelola SPBU Balauring Jaga Stabilitas Kamtibmas

April 2, 2026

“Saat ini praktek Islamisasi yang dilakukan oleh Pejuang Subuh Sumba dan Ustad Nababan dkk. di NTT, semakin meresahkan, karena polanya berbeda dengan yang dilakukan oleh NU dan Muhamadiyah, yaitu tetap menghormati agama yang sudah dianut warga setempat yaitu, agama Kristen, Katolik, Hindu dan Budha di NTT”, ujar Marsel dalam rilis AI.

Marsel curiga, pola pendekatan Pejuang Subuh Sumba dan Ustad Nababan ini sangat berpotensi mengembangkan aliran atau paham radikal baru, apakah berorientasi pada paham Wahabi atau kelompok Radikal lainnya, sehingga perlu dilakukan penyelidikan, sebelum nanti memancing konflik sosial yang akan mengganggu toleransi di NTT.

“Pola pendekatan yang dikembangkan oleh NU dan Muhammadiyah di NTT yaitu secara natural dengan berpegang teguh kepada SKB Menteri Dalam Negeri dan Menteri Agama Nomor : 1 Tahun 1979 Tentang Tata Cara Penyiaran Agama di Indonesia, sehingga toleransi tetap terjaga,” pungkasnya.

Sementara itu, di tempat terpisah, Sekjen AI, Marlin Bato mendesak Pemerintah NTT harus segera menertibkan gerakan organisasi Pejuang Subuh Sumba dan Ustadz Nababan sebab berpotensi terjadi gesekan dan mengganggu iklim toleransi di NTT yang selama ini terjaga dengan baik.

Menurut Marlin, Pemerintah dan Tokoh-tokoh agama di NTT harus menyikapi gerakan Islamisasi oleh Ustad Nababan dan Pejuang Subuh.

“Pola penyebaran yang mereka lakukan itu disebut-sebut melalui transaksi atau barter pindah agama dan diberi fasilitas materi dan pendidikan. Pola ini sangat tidak sehat,” pungkas Marlin melalui pesan singkat dari Jakarta.

Dikatakannya, Pejuang Subuh Sumba dan Ustad Nababan, memanfaatkan kondisi masyarakat NTT yang masih miskin, diduga dengan iming-iming uang dan fasilitas biaya atau beasiswa pendidikan tinggi hingga S1 dengan syarat menjadi pengikut gerakan Pejuang Subuh. 

“Cara ini, cepat atau lambat akan mengganggu harmonisasi yang dapat memicu tindakan intoleransi di NTT. Kita tak pernah tahu dari mana aliran gerakan ini. Jangan sampai warga terbujuk rayu dan kemudian dimanfaatkan untuk masuk jejaring radikal. Ini sangat berbahaya,” ujarnya.

Karena itu, AI mendesak agar Pemda NTT menertibkan gerakan ini, dengan meningkatkan partisipasi umat beragama untuk menolak praktek Islamisasi, Kristenisasi, Hindunisasi dengan cara apapun. Apalagi model pendekatan yang dilakukan Pejuang Subuh Sumba, langsung menusuk kantong-kantong masyarakat yang masih miskin. 

Pola ini sebenarnya bertentangan dengan budaya dan tatakrama masyarakat NTT, juga bertentangan dengan SKB Menteri Agama dan Mendagri Nomor : 1 Tahun 1979 Tentang Tata Cara Penyiaran Agama dan Bantuan Luar Negeri kepada Lembaga Keagamaan di Indonesia. “Tetapi mengapa Pemerintah NTT diam saja,” pungkasnya. (Red)

Related Posts

Pelabuhan Feri Waijarang Rusak, Harga Komoditi Turun, Masyarakat Rugi

January 25, 2026

LEMBATA - Para pengusaha di Lembata mulai merasakan dampak rusaknya pelabuhan Feri Waijarang yang hingga kini tak kunjung diperbaiki. Rusaknya...

Dapur MBG di Lembata Kesulitan Bahan Baku, Terutama Daging Ayam

January 15, 2026

LEMBATA - Sejumlah dapur dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Lembata mengalami kesulitan memperoleh bahan baku makanan, terutama...

LBH SIKAP Sarankan Aty Toja Tempuh Jalur Hukum, Soal Pemberhentian Dirinya Sebagai Kapus Loang

LBH SIKAP Sarankan Aty Toja Tempuh Jalur Hukum, Soal Pemberhentian Dirinya Sebagai Kapus Loang

October 19, 2025

LEMBATA – Pemberhetian Fransiska Listiyanti Toja atau Aty Toja sebagai Kepala Puskesmas Loang, Kecamatan Nagawutung oleh Bupati Lembata Petrus Kanisius...

Gelombang Dukungan Petisi Tolak Pemecatan Kompol Kosmas Capai 84 Ribu Tanda Tangan

Gelombang Dukungan Petisi Tolak Pemecatan Kompol Kosmas Capai 84 Ribu Tanda Tangan

September 4, 2025

JAKARTA – Dukungan publik terhadap Kompol Kosmas Kaju Gae terus mengalir deras. Hingga Kamis (4/9/2025) pukul 17.00 WITA, petisi daring...

Camat Nubatukan Polisikan Calon Pengelola Taman Kota Swaolsa Tite

Camat Nubatukan Polisikan Calon Pengelola Taman Kota Swaolsa Tite

August 4, 2025

LEMBATA – Camat Nubatukan, Dion Wutun, resmi melaporkan calon pengelola Taman Kota Swaolsa Tite ke pihak kepolisian atas dugaan tindak...

Dugaan Pungutan Liar Warnai Polemik Pengelolaan Taman Ria Swaolsa Tite Lewoleba

Dugaan Pungutan Liar Warnai Polemik Pengelolaan Taman Ria Swaolsa Tite Lewoleba

July 30, 2025

LEMBATA – Taman Ria Swaolsa Tite merupakan satu di antara beberapa taman kota yang cukup ramai di Lewoleba, Ibukota Kabupaten...

Next Post

Pemda Lembata Wajibkan ASN Lakukan Rapid Test Antigen

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Polres Lembata Gandeng Pengelola SPBU Balauring Jaga Stabilitas Kamtibmas

2 days ago

Polres Lembata Ajak Pelaku Usaha Olahan Tuna Cegah Pencemaran Lingkungan

2 days ago

Cerita Anggota Koperasi TKBM Pelabuhan Lewoleba yang Dapat Penghargaan saat RAT

1 week ago
PT Indofish Makmur Sejati Bantah Monopoli Pasar Ikan di Lembata

PT Indofish Makmur Sejati Bantah Monopoli Pasar Ikan di Lembata

2 weeks ago

Polres Lembata Lakukan Penggalangan Jelang Perayaan Paskah 2026

3 weeks ago

Polres Lembata Lakukan Penggalangan Jelang Idul Fitri 1447 H

3 weeks ago
Tobotani Terima MBG 3T, Sambil Menanti Pembangunan Infrastruktur Dasar

Tobotani Terima MBG 3T, Sambil Menanti Pembangunan Infrastruktur Dasar

3 weeks ago

Popular News

  • Cerita Anggota Koperasi TKBM Pelabuhan Lewoleba yang Dapat Penghargaan saat RAT

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bupati Lembata : Eksplorasi Budaya Bawa Pesan Kejujuran untuk Anak Cucu & Lewotana

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dinkes Lembata Gelar Sosialisasi dan Anjangsana ke Tokoh Agama Sambut Hari AIDS Sedunia 1 Desember

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pre – Launching Pustaka Bambu Jadi Jembatan Masa Depan Anak-anak di Adonara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tobotani Terima MBG 3T, Sambil Menanti Pembangunan Infrastruktur Dasar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Produktivitas Sorgum di Lembata Meningkat Tapi Tidak Didukung Alsintan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Connect with us

Kirim E-mail :

Untuk kritik, saran dan pertanyaan lainnya, silahkan kirim pesan anda untuk BentaraNet di bentara.redaksi01@gmail.com

Site Links

  • Log in
  • Entries feed
  • Comments feed
  • WordPress.org

About Us

Kami menyajikan berita akurat, mendalam dan edukatif untuk anda.

  • About
  • Redaksi & Contact
  • Advertise

© 2023 - Bentara.net

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
Sign In with Linked In
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Polkam
  • Ekbis
  • Hukrim
  • BudPar
  • Humaniora
  • Kesehatan
  • Pendidikan

© 2023 - Bentara.net