• About
  • Redaksi & Contact
  • Advertise
Wednesday, March 4, 2026
  • Login
No Result
View All Result
NEWSLETTER
Bentara
  • Home
  • Polkam
  • Ekbis
  • Hukrim
  • BudPar
  • Humaniora
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Home
  • Polkam
  • Ekbis
  • Hukrim
  • BudPar
  • Humaniora
  • Kesehatan
  • Pendidikan
No Result
View All Result
Bentara
No Result
View All Result
Home Humaniora

Peringati Hari Ibu, KJPF & SP Flobamoratas Gelar Diskusi Sejarah Perjuangan Perempuan

by BentaraNet
in Humaniora
0
Ketua Badan Eksekutif Komunitas Solidaritas Perempuan (SP) Flobamoratas, Linda Tagie menjelaskan materi tentang sejarah gerakan perempuan Indonesia dalam diskusi dari Komunitas Jurnalis Perempuan Flores (KJPF) dan SP Flobamoratas, Minggu (22/12/2024) / Foto : Istimewa

Ketua Badan Eksekutif Komunitas Solidaritas Perempuan (SP) Flobamoratas, Linda Tagie menjelaskan materi tentang sejarah gerakan perempuan Indonesia dalam diskusi dari Komunitas Jurnalis Perempuan Flores (KJPF) dan SP Flobamoratas, Minggu (22/12/2024) / Foto : Istimewa

0
SHARES
15
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

KUPANG – Dalam rangka memperingati Hari Ibu di Indonesia yang dirayakan setiap tanggal 22 Desember, Komunitas Jurnalis Perempuan Flores (KJPF) mengadakan diskusi daring tentang sejarah Hari Ibu dan perjuangan perempuan masa kini, Minggu (22/12/2024) malam.

Koordinator Bidang Pelatihan dan Publikasi KJPF, Intan Nuka, mengatakan, Hari Ibu di Indonesia perlu dilihat sebagai suatu gerakan perjuangan perempuan yang tidak sebatas pada urusan domestik belaka.

“Tidak apa-apa mengapresiasi para perempuan yang telah melahirkan kita, namun jangan pernah melupakan sejarah Hari Ibu itu sendiri, karena tenggelam dalam euforia Hari Ibu ini akan memudarkan makna perjuangan para perempuan hebat kita puluhan tahun lalu,” kata Intan dalam rilis yang diterima BentaraNet.

Intan menyampaikan sejarah Hari Ibu perlu dipahami dengan baik oleh masyarakat, terutama anak-anak muda agar tidak terjebak dalam “ibuisme”, sebuah istilah yang menekankan peran perempuan dalam urusan domestik saja.

Atas dasar hal itu, KJPF mengundang Komunitas Solidaritas Perempuan (SP) Flobamoratas untuk berbagi tentang sejarah Hari Ibu dan bagaimana gerakan organisasi perempuan masa kini.

Diskusi daring KJPF bersama SP Flobamoratas dimoderatori oleh Koordinator Bidang Gender dan Advokasi KJPF, Anjany Podangsa.

Dalam diskusi, Linda Tagie selaku Ketua Badan Eksekutif Komunitas SP Flobamoratas menjelaskan bahwa peringatan Hari Ibu didasarkan pada penyelenggaraan Kongres Perempuan Indonesia pertama pada tahun 1928 di Yogyakarta yang kemudian dideklarasikan pada Kongres Perempuan III di Bandung.

RelatedPosts

LLW (jaket putih) didampingi petugas kepolisian menuju RSUD Lewoleba untuk menjalani visum setelah ia diduga dilecehkan Kepala Unit BRI Lewoleba, Senin (18/11/2024) malam / Foto : BentaraNet

Korban Jalani Visum Usai Lapor Dugaan Pelecehan Seksual Oleh Kepala Unit BRI Lewoleba

November 19, 2024
Kepala Unit BRI Lewoleba Diduga Lecehkan Karyawati, Dilaporkan ke Polisi

Kepala Unit BRI Lewoleba Diduga Lecehkan Karyawati, Dilaporkan ke Polisi

November 21, 2024

Pada kongres tersebut, ada lima hal substansial yang dibahas yakni pendidikan perempuan, nasib yatim piatu dan janda, perkawinan anak, reform undang-undang perkawinan Islam, serta ceramah nasionalisme dan anti permaduan.

Linda mengatakan sejak saat itu banyak bermunculan organisasi progresif perempuan yang mengedepankan perjuangan terhadap kaum perempuan. Namun gerakan perempuan dihancurkan pada tahun 1965.

“Perempuan dikunci dalam definisi reproduktif dan esensialis, jadi pokoknya perempuan tugasnya hanya sebagai istri, melahirkan anak sebanyak-banyaknya, mengurus anak, mengurus suami, dan mengurus rumah tangga,” kata Linda.

Setelah jatuhnya rezim Orde Baru, salah satu gerakan perempuan yang muncul adalah Solidaritas Perempuan. Di NTT, komunitas itu terbentuk tahun 2023 dengan nama Solidaritas Perempuan Flobamoratas.

Organisasi ini bergerak pada tiga isu penting yakni perempuan untuk keadilan agraria, perlindungan perempuan buruh migran dan keluarganya, serta keadilan iklim feminis.

Adapun dalam diskusi tersebut, jurnalis TVRI di Lembata, Andri Atagoran bertanya tentang sistem yang mengungkung gerakan perempuan di Indonesia. Linda Tagie pun menjawab bahwa sistem paling besar yang mencengkeram gerakan perempuan adalah globalisasi dan patriarki.

Adanya sistem itu pun menempatkan perempuan sebagai orang kedua dalam berbagai ruang pengambilan keputusan.

“Kemiskinan masih tinggi, korupsi masih tinggi, investasi terjadi di mana-mana, perampasan ruang hidup yang sangat masif, akhirnya perempuan memiliki ruang terbatas baik untuk mengakses pengetahuan, termasuk pengambilan keputusan, suara perempuan tidak didengar,” kata Linda menjelaskan.

Diskusi daring selama dua jam itu memberikan banyak tambahan pengetahuan bagi para peserta. Di akhir sesi, Linda pun mengajak semua pihak agar tidak melupakan sejarah terbentuknya Hari Ibu.

Menurutnya, dalam sejarah bangsa Indonesia, para perempuan punya peranan penting untuk melawan kolonialisme, kapitalisme, globalisasi, feodalisme, fundamentalisme, dan militerisme, yang mana semua itu memperkokoh patriarki dan mengonstruksi perempuan menjadi obyek yang pasif.

“Jika dalam sejarah yang kamu baca tidak ada perjuangan perempuan, maka sejarah itu perlu dipertanyakan karena pemutarbalikkan fakta sejarah dimulai dari penghilangan sejarah perempuan,” katanya menegaskan. (BN/001)

Tags: Hari IbuKekerasan Terhadap PerempuanKJPFSP Flobamoratas

Related Posts

Plan Indonesia Perkuat Kapasitas Konseling Guru BK untuk Cegah Perundungan & Kekerasan Anak di Lembata

February 27, 2026

LEMBATA – Yayasan Plan International Indonesia (Plan Indonesia) melalui Program Implementasi Area Lembata menyelenggarakan Pelatihan Konseling untuk guru-guru konseling di...

Prajurit Yonif TP 834/ WM Raih Juara Pencak Silat Tingkat Nasional

February 15, 2026

NAGEKEO - Serda Komang Agus Pradnyana Samadi, Anggota Kompi Zeni Yonif Batalyon Teritorial Pembangunan ( TP ) 834/ Wakanga Mere,...

Valentino Luis dan Cerita Kopi yang tak Akan Pernah Selesai

February 7, 2026

"Intan, kamu tahu kan Solor kering? Tapi ada loh kopi di sana. Bayangkan!" Malam itu 2 April 2024. Saya dan Kak Valen—demikian saya memanggil si Valentino...

Pelantikan Pengurus Jaringan Muro Lembata Perkuat Konservasi Berbasis Adat

February 5, 2026

LEMBATA – Pengurus Jaringan Muro Kabupaten Lembata resmi dilantik pada Selasa (04/02/2026). Pelantikan ini menjadi langkah penting dalam memperkuat upaya...

Bazar Pendidikan Plan Indonesia di Aulesa, Bantu Anak Atasi Masalah Pendidikan

January 31, 2026

LEMBATA - Sebanyak 114 anak mengikuti bazar pendidikan yang digelar Yayasan Plan Internationa Indonesia (Plan Indonesia) di aula kantor desa...

Geram! Puluhan Tahun Sertifikat SMPN 2 Boawae Tak Kunjung Selesai. Ahli Waris: Kami Ambil Pulang.
‎

December 10, 2025

NAGEKEO - ‎Puluhan tahun ahli waris dari suku Tegu Udawolo telah menyerahkan tanah kepada pemerintah dalam rangka untuk pembangun fasilitas...

Next Post
Kanis – Nasir Bentuk Badan Tata Niaga, Sinyal Lawan Pengusaha Besar Lembata?

Kanis - Nasir Bentuk Badan Tata Niaga, Sinyal Lawan Pengusaha Besar Lembata?

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Taman TOGA Edukatif Puskesmas Lewoleba Diluncurkan, Perkuat Paradigma Sehat Lewat Inovasi SEHATI LOKAL

Taman TOGA Edukatif Puskesmas Lewoleba Diluncurkan, Perkuat Paradigma Sehat Lewat Inovasi SEHATI LOKAL

5 days ago
John Batafor Tolak Bimtek DPRD Lembata di Jakarta, Uang Dikembalikan untuk Kepentingan Masyarakat

John Batafor Soroti Transparansi Prosedur Pemecatan ASN di Lembata

1 week ago

Prajurit Yonif TP 834/ WM Raih Juara Pencak Silat Tingkat Nasional

2 weeks ago

Valentino Luis dan Cerita Kopi yang tak Akan Pernah Selesai

3 weeks ago

Pelantikan Pengurus Jaringan Muro Lembata Perkuat Konservasi Berbasis Adat

4 weeks ago

Bazar Pendidikan Plan Indonesia di Aulesa, Bantu Anak Atasi Masalah Pendidikan

1 month ago

Fasilitas Umum di Ladolima Timur Nagekeo Rusak Diterjang Angin Kencang

1 month ago

Popular News

  • Taman TOGA Edukatif Puskesmas Lewoleba Diluncurkan, Perkuat Paradigma Sehat Lewat Inovasi SEHATI LOKAL

    Taman TOGA Edukatif Puskesmas Lewoleba Diluncurkan, Perkuat Paradigma Sehat Lewat Inovasi SEHATI LOKAL

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Valentino Luis dan Cerita Kopi yang tak Akan Pernah Selesai

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kronologi Dugaan Pencemaran Hosti di Lembata Saat Perayaan Paskah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Melepas Pergi Arwah dan Mensyukuri Hasil Panen Etnis Boru

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Plan Indonesia Perkuat Kapasitas Konseling Guru BK untuk Cegah Perundungan & Kekerasan Anak di Lembata

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mengenal Cincin Api Pasifik atau Lingkaran Api Pasifik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Connect with us

Kirim E-mail :

Untuk kritik, saran dan pertanyaan lainnya, silahkan kirim pesan anda untuk BentaraNet di bentara.redaksi01@gmail.com

Site Links

  • Log in
  • Entries feed
  • Comments feed
  • WordPress.org

About Us

Kami menyajikan berita akurat, mendalam dan edukatif untuk anda.

  • About
  • Redaksi & Contact
  • Advertise

© 2023 - Bentara.net

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
Sign In with Linked In
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Polkam
  • Ekbis
  • Hukrim
  • BudPar
  • Humaniora
  • Kesehatan
  • Pendidikan

© 2023 - Bentara.net