• About
  • Redaksi & Contact
  • Advertise
Saturday, April 4, 2026
  • Login
No Result
View All Result
NEWSLETTER
Bentara
  • Home
  • Polkam
  • Ekbis
  • Hukrim
  • BudPar
  • Humaniora
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Home
  • Polkam
  • Ekbis
  • Hukrim
  • BudPar
  • Humaniora
  • Kesehatan
  • Pendidikan
No Result
View All Result
Bentara
No Result
View All Result
Home Uncategorized

Serunya Melepas Tukik ke Laut Lepas di Pantai Riangdua

by BentaraNet
in Uncategorized
1
Tukik atau anak penyu saat bergerak ke laut lepas di Pantai Riangdua, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur / Foto BentaraNet

Tukik atau anak penyu saat bergerak ke laut lepas di Pantai Riangdua, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur / Foto BentaraNet

0
SHARES
475
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Riangdua – Komunitas Sahabat Penyu Riangdua (Sapurindu) kembali melepas puluhan tukik atau anak penyu di Pantai Riangdua, Kecamatan Nubatukan, Kabupaten Lembata pada Minggu (9/8/2020). Penyu-penyu ini dilepas usai menetas secara alamiah di tempat penetasan yang berada persis di bibir pantai Riangdua.

Tidak hanya anggota komunitas, beberapa pengunjung lainnya pun turut melepas tukik saat matahari mulai terbenam di ufuk barat. Beberapa pengunjung yang hadir tampak begitu menikmati pelepasan tukik ini sambil menyaksikan sunset dari pantai dengan panjang sekitar 2 kilometer ini.

Satu di antara pengunjung tersebut adalah Mea da Silva. Mea mengaku sangat menikmati proses melepas penyu ini. Rasa penasaranya selama ini terbayarkan dengan menyaksikan langsung pelepasan tukik ke laut lepas.

“Sangat menarik kebetulan saya juga baru pertama kali melihat seperti ini. Selama ini cuma dengar cerita akhirnya bisa sampai di sini dan bisa langsung lihat. Sangat luar biasa. Saya penasaran selama ini,” ungkap Mea.

Bagi Mea, apa yang disaksikannya ini memberikan hiburan tersendiri. Tidak hanya Mea, beberapa anak-anak yang turut serta dalam kegiatan ini tampak menampakan ekspresi gembira menyaksikan bayi-bayi penyu ini disapu ombak ke laut lepas.

Anak-anak menyaksikan tukik yang bergerak ke arah laut lepas di Pantai Riangdua, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur / Foto : BentaraNet

Sebelum melepas penyu-penyu ini ke laut, para pengunjung yang hadir mendengarkan penjelasan seputar pengetahuan tentang satwa penyu oleh Koordinator Komunitas Sapurindu, Polikarpus Bala. Menurut Polikarpus, tukik ini memiliki insting yang kuat teradap habitatnya.

“Jadi kalau dia dengar suara ombak arah geraknya pasti ke situ,” ungkap Polikarpus.

RelatedPosts

No Content Available

Kegiatan sosialiasi ini rutin dilakukan oleh Polikarpus dan anggota komunitas kepada para pengunjung setiap kali pelepasan bayi penyu ini ke laut lepas. Polikarpus mengatakan, penyu menjadi sebuah kekayaan yang dapat menarik wisatawan ke Kabupaten Lembata.

Daripada berburu penyu, dia mengajak masyarakat untuk menjaga kelestarian penyu di Lembata. “Itu menarik untuk orang-orang suatu saat bisa datang ke kampung kita untuk melihat ini. Ternyata di sini luar biasa. Tidak usah makan penyu lagi, tidak usah berburu penyu lagi,” kata Polikarpus di hadapan para pengunjung yang hadir.

Polikarpus mengatakan, selama ini pihaknya kesulitan mengajak orang-orang untuk berhenti berburu satwa laut yang terancam punah ini. Meski demikian dia dan anggota komunitas sahabat penyu di Lembata tidak menyerah.

Berbagai cara mereka lakukan, mulai dari memberikan sosialisasi saat pelepasan tukik ke laut lepas hingga kampanye di media sosial. Dia mengungkapkan hingga saat ini masih banyak perburuan penyu di Lembata sementara kulitnya dijadikan bahan dasar untuk hiasan. “Bahkan telurnya juga masih ramai dijual,” ungkapnya.

Pengunjung menyaksikan pelepasan tukik atau anak penyu di Pantai Riangdua, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur / Foto : BentaraNet

Kisah di balik tempat penetasan penyu secara alamiah di Desa Riangdua ini tidak terlepas dari peran Ado Nunang, Ketua Komunitas Sapurindu. Ado yang dulunya merupakan pemburu penyu kini berbalik arah menjadi pelopor penyelamat penyu dari ancaman kepunahan.

Setiap malam, sejak 2016 lalu, Ado bersama relawan komunitas sahabat penyu lainnya rutin memantau penyu yang bertelur di sepanjang pantai Riangdua. Telur-telur penyu ini mereka pindahkan ke tempat penetasan alamiah di pinggir pantai. Ado mengungkapkan mereka bahkan harus beradu cepat dengan pemburu telur penyu untuk menyelamatkan telur-telur ini.

Di Lembata terdapat tiga jenis penyu yakni penyu hijau, penyu lekang dan penyu sisik. Semuanya terancam punah. Tukik ini sengaja dilepas pada sore hari untuk menghindari predator laut. “Kita lepas pada sore hari karena predatornya sangat banyak pada siang hari. Biar dia lebih aman saat kembali ke laut,” ungkapnya.

Setelah telur penyu ini menetas mereka langsung melepas ke laut pada sore harinya.

Sebelum membentuk Komunitas Sapurindu, Polikarpus dan Ado telah membentuk Komunitas Sahabat Penyu Loang (Sayang). Mereka berharap semua nelayan dan pemburu penyu di Lembata dapat masuk menjadi relawan penyelamat penyu di Kabupaten Lembata.

Polikarpus mengatakan, upaya menyelamatkan penyu-penyu ini ternyata menarik perhatian banyak orang termasuk wisatawan dalam dan luar negeri. Selama ini sekitar 15.000 ekor bayi penyu telah mereka lepas ke laut.

“Banyak wisatawan luar yang datang dan menyaksikan pelepasan penyu ini. Konsep saya nantinya kalau mereka (wisatawan) datang mereka akan menginap di rumah warga supaya ada tambahan penghasilan buat warga setempat,” pungkas Polikarpus. (*/red)

Tags: Sahabat Penyu Lembata

Related Posts

Polres Lembata Tindaklanjuti Aduan UMKM Soal Retribusi Ayam Beku

April 2, 2026

LEMBATA – Unit I Sat Intelkam Polres Lembata melakukan langkah penggalangan dengan Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Lembata, Abdurrahman Muhammad,...

Polres Lembata Gandeng Pengelola SPBU Balauring Jaga Stabilitas Kamtibmas

April 2, 2026

LEMBATA – Dalam rangka menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), Unit II Sat Intelkam Polres Lembata melakukan pertemuan dengan...

Polres Lembata Ajak Pelaku Usaha Olahan Tuna Cegah Pencemaran Lingkungan

April 2, 2026

LEMBATA – Pada Jumat, 30 Januari 2026 sekitar pukul 10.00 WITA, Unit II Sat Intelkam Polres Lembata melaksanakan kegiatan wawancara...

PT Indofish Makmur Sejati Bantah Monopoli Pasar Ikan di Lembata

PT Indofish Makmur Sejati Bantah Monopoli Pasar Ikan di Lembata

March 19, 2026

LEMBATA – Pihak PT Indofish Makmur Sejati (IMS) membantah tudingan bahwa mereka memonopoli pasar ikan di Kabupaten Lembata, termasuk dugaan...

Bupati Lembata Tekankan Perencanaan Pembangunan yang Komprehensif, Adaptif, dan Partisipatif dalam Forum RKPD 2027

March 12, 2026

LEMBATA - Bupati Lembata Petrus Kanisius Tuaq secara resmi membuka Forum Perangkat Daerah/Lintas Perangkat Daerah Rancangan RKPD Kabupaten Lembata Tahun...

Hadiri Peresmian Kantor Terminal Point Pelni, Bupati Lembata : Penguatan Konektivitas Merupakan Kebutuhan Daerah

March 12, 2026

LEMBATA - Bupati Lembata Petrus Kanisius Tuaq turut menghadiri peresmian Kantor Terminal Point PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) di Lewoleba,...

Next Post

Polusi dan Rumah Warga Bluwa Retak Akibat Aktivitas di Gudang Tanpa IMB Milik Himalaya

Comments 1

  1. Polikarpus Bala says:
    6 years ago

    Terimakasih tulisannya…mari bersama berjuang menuju tercapainya sebuah kawasan ecowisata edukatif berbasis masyarakat

    Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Polres Lembata Gandeng Pengelola SPBU Balauring Jaga Stabilitas Kamtibmas

2 days ago

Polres Lembata Ajak Pelaku Usaha Olahan Tuna Cegah Pencemaran Lingkungan

2 days ago

Cerita Anggota Koperasi TKBM Pelabuhan Lewoleba yang Dapat Penghargaan saat RAT

7 days ago
PT Indofish Makmur Sejati Bantah Monopoli Pasar Ikan di Lembata

PT Indofish Makmur Sejati Bantah Monopoli Pasar Ikan di Lembata

2 weeks ago

Polres Lembata Lakukan Penggalangan Jelang Perayaan Paskah 2026

3 weeks ago

Polres Lembata Lakukan Penggalangan Jelang Idul Fitri 1447 H

3 weeks ago
Tobotani Terima MBG 3T, Sambil Menanti Pembangunan Infrastruktur Dasar

Tobotani Terima MBG 3T, Sambil Menanti Pembangunan Infrastruktur Dasar

3 weeks ago

Popular News

  • Cerita Anggota Koperasi TKBM Pelabuhan Lewoleba yang Dapat Penghargaan saat RAT

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bupati Lembata : Eksplorasi Budaya Bawa Pesan Kejujuran untuk Anak Cucu & Lewotana

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dinkes Lembata Gelar Sosialisasi dan Anjangsana ke Tokoh Agama Sambut Hari AIDS Sedunia 1 Desember

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pre – Launching Pustaka Bambu Jadi Jembatan Masa Depan Anak-anak di Adonara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tobotani Terima MBG 3T, Sambil Menanti Pembangunan Infrastruktur Dasar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Produktivitas Sorgum di Lembata Meningkat Tapi Tidak Didukung Alsintan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Connect with us

Kirim E-mail :

Untuk kritik, saran dan pertanyaan lainnya, silahkan kirim pesan anda untuk BentaraNet di bentara.redaksi01@gmail.com

Site Links

  • Log in
  • Entries feed
  • Comments feed
  • WordPress.org

About Us

Kami menyajikan berita akurat, mendalam dan edukatif untuk anda.

  • About
  • Redaksi & Contact
  • Advertise

© 2023 - Bentara.net

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
Sign In with Linked In
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Polkam
  • Ekbis
  • Hukrim
  • BudPar
  • Humaniora
  • Kesehatan
  • Pendidikan

© 2023 - Bentara.net