• About
  • Redaksi & Contact
  • Advertise
Thursday, January 15, 2026
  • Login
No Result
View All Result
NEWSLETTER
Bentara
  • Home
  • Polkam
  • Ekbis
  • Hukrim
  • BudPar
  • Humaniora
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Home
  • Polkam
  • Ekbis
  • Hukrim
  • BudPar
  • Humaniora
  • Kesehatan
  • Pendidikan
No Result
View All Result
Bentara
No Result
View All Result
Home Uncategorized

Serunya Melepas Tukik ke Laut Lepas di Pantai Riangdua

by BentaraNet
in Uncategorized
1
Tukik atau anak penyu saat bergerak ke laut lepas di Pantai Riangdua, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur / Foto BentaraNet

Tukik atau anak penyu saat bergerak ke laut lepas di Pantai Riangdua, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur / Foto BentaraNet

0
SHARES
475
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Riangdua – Komunitas Sahabat Penyu Riangdua (Sapurindu) kembali melepas puluhan tukik atau anak penyu di Pantai Riangdua, Kecamatan Nubatukan, Kabupaten Lembata pada Minggu (9/8/2020). Penyu-penyu ini dilepas usai menetas secara alamiah di tempat penetasan yang berada persis di bibir pantai Riangdua.

Tidak hanya anggota komunitas, beberapa pengunjung lainnya pun turut melepas tukik saat matahari mulai terbenam di ufuk barat. Beberapa pengunjung yang hadir tampak begitu menikmati pelepasan tukik ini sambil menyaksikan sunset dari pantai dengan panjang sekitar 2 kilometer ini.

Satu di antara pengunjung tersebut adalah Mea da Silva. Mea mengaku sangat menikmati proses melepas penyu ini. Rasa penasaranya selama ini terbayarkan dengan menyaksikan langsung pelepasan tukik ke laut lepas.

“Sangat menarik kebetulan saya juga baru pertama kali melihat seperti ini. Selama ini cuma dengar cerita akhirnya bisa sampai di sini dan bisa langsung lihat. Sangat luar biasa. Saya penasaran selama ini,” ungkap Mea.

Bagi Mea, apa yang disaksikannya ini memberikan hiburan tersendiri. Tidak hanya Mea, beberapa anak-anak yang turut serta dalam kegiatan ini tampak menampakan ekspresi gembira menyaksikan bayi-bayi penyu ini disapu ombak ke laut lepas.

Anak-anak menyaksikan tukik yang bergerak ke arah laut lepas di Pantai Riangdua, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur / Foto : BentaraNet

Sebelum melepas penyu-penyu ini ke laut, para pengunjung yang hadir mendengarkan penjelasan seputar pengetahuan tentang satwa penyu oleh Koordinator Komunitas Sapurindu, Polikarpus Bala. Menurut Polikarpus, tukik ini memiliki insting yang kuat teradap habitatnya.

“Jadi kalau dia dengar suara ombak arah geraknya pasti ke situ,” ungkap Polikarpus.

RelatedPosts

No Content Available

Kegiatan sosialiasi ini rutin dilakukan oleh Polikarpus dan anggota komunitas kepada para pengunjung setiap kali pelepasan bayi penyu ini ke laut lepas. Polikarpus mengatakan, penyu menjadi sebuah kekayaan yang dapat menarik wisatawan ke Kabupaten Lembata.

Daripada berburu penyu, dia mengajak masyarakat untuk menjaga kelestarian penyu di Lembata. “Itu menarik untuk orang-orang suatu saat bisa datang ke kampung kita untuk melihat ini. Ternyata di sini luar biasa. Tidak usah makan penyu lagi, tidak usah berburu penyu lagi,” kata Polikarpus di hadapan para pengunjung yang hadir.

Polikarpus mengatakan, selama ini pihaknya kesulitan mengajak orang-orang untuk berhenti berburu satwa laut yang terancam punah ini. Meski demikian dia dan anggota komunitas sahabat penyu di Lembata tidak menyerah.

Berbagai cara mereka lakukan, mulai dari memberikan sosialisasi saat pelepasan tukik ke laut lepas hingga kampanye di media sosial. Dia mengungkapkan hingga saat ini masih banyak perburuan penyu di Lembata sementara kulitnya dijadikan bahan dasar untuk hiasan. “Bahkan telurnya juga masih ramai dijual,” ungkapnya.

Pengunjung menyaksikan pelepasan tukik atau anak penyu di Pantai Riangdua, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur / Foto : BentaraNet

Kisah di balik tempat penetasan penyu secara alamiah di Desa Riangdua ini tidak terlepas dari peran Ado Nunang, Ketua Komunitas Sapurindu. Ado yang dulunya merupakan pemburu penyu kini berbalik arah menjadi pelopor penyelamat penyu dari ancaman kepunahan.

Setiap malam, sejak 2016 lalu, Ado bersama relawan komunitas sahabat penyu lainnya rutin memantau penyu yang bertelur di sepanjang pantai Riangdua. Telur-telur penyu ini mereka pindahkan ke tempat penetasan alamiah di pinggir pantai. Ado mengungkapkan mereka bahkan harus beradu cepat dengan pemburu telur penyu untuk menyelamatkan telur-telur ini.

Di Lembata terdapat tiga jenis penyu yakni penyu hijau, penyu lekang dan penyu sisik. Semuanya terancam punah. Tukik ini sengaja dilepas pada sore hari untuk menghindari predator laut. “Kita lepas pada sore hari karena predatornya sangat banyak pada siang hari. Biar dia lebih aman saat kembali ke laut,” ungkapnya.

Setelah telur penyu ini menetas mereka langsung melepas ke laut pada sore harinya.

Sebelum membentuk Komunitas Sapurindu, Polikarpus dan Ado telah membentuk Komunitas Sahabat Penyu Loang (Sayang). Mereka berharap semua nelayan dan pemburu penyu di Lembata dapat masuk menjadi relawan penyelamat penyu di Kabupaten Lembata.

Polikarpus mengatakan, upaya menyelamatkan penyu-penyu ini ternyata menarik perhatian banyak orang termasuk wisatawan dalam dan luar negeri. Selama ini sekitar 15.000 ekor bayi penyu telah mereka lepas ke laut.

“Banyak wisatawan luar yang datang dan menyaksikan pelepasan penyu ini. Konsep saya nantinya kalau mereka (wisatawan) datang mereka akan menginap di rumah warga supaya ada tambahan penghasilan buat warga setempat,” pungkas Polikarpus. (*/red)

Tags: Sahabat Penyu Lembata

Related Posts

Pemda Diminta Responsif Terhadap Program Pemerintah Pusat di Tengah Kebijakan Efisiensi Anggaran

Pemda Diminta Responsif Terhadap Program Pemerintah Pusat di Tengah Kebijakan Efisiensi Anggaran

December 29, 2025

LEMBATA – Pemerintah pusat terus berupaya melahirkan berbagai program strategis di tengah kebijakan efisiensi anggaran oleh Presiden Prabowo Subianto. Beberapa...

Rayakan HUT Otda ke-26, Pemda Lembata Siap Tampilkan Inovasi Kearifan Lokal

Rayakan HUT Otda ke-26, Pemda Lembata Siap Tampilkan Inovasi Kearifan Lokal

December 3, 2025

LEMBATA – Kritik publik mengenai perayaan Hari Ulang Tahun Otonomi Daerah (HUT Otda) Lembata ke-26 yang terkesan minimalis dan ‘sepi’ langsung...

Gali Peran Budaya Lokal dalam Perlindungan Anak, Plan Indonesia Gelar FGD Bersama Tokoh Adat & Pemdes

Gali Peran Budaya Lokal dalam Perlindungan Anak, Plan Indonesia Gelar FGD Bersama Tokoh Adat & Pemdes

November 24, 2025

LEMBATA – Yayasan Plan International Indonesia (Plan Indonesia) menyelenggarakan kegiatan Diskusi Kelompok Terarah terkait Budaya Lokal dalam Mendukung Perlindungan Anak...

Sektor Pariwisata Sebagai Pendorong Ekonomi Lokal di Nagekeo

October 24, 2025

NAGEKEO _ Penjabat Sekretaris Daerah (Pj. Sekda) Kabupaten Nagekeo, Drs. Immanuel Ndun, M.Si., mewakili Bupati Nagekeo secara resmi membuka kegiatan...

Bupati Simplisius Bertemu Anggota DPR RI Anitha Gah Bahas Fasilitas Sekolah di Nagekeo

October 23, 2025

NAGEKEO _ Bupati Nagekeo Simplisius Donatus, didampingi Penjabat Sekretaris Daerah Drs.Imanuel Ndun, M.Si  dan Kadis Transmigrasi dan Ketenagakerjaan, Petrus Aurelius...

Negara Rugi Rp 97,81 Triliun! Siapa Ambil Untung Dari Peredaran Rokok Ilegal di Lembata

Negara Rugi Rp 97,81 Triliun! Siapa Ambil Untung Dari Peredaran Rokok Ilegal di Lembata

October 17, 2025

LEMBATA – Peredaran rokok ilegal di Kabupaten Lembata kian meresahkan. Mobil-mobil box bergerak bebas tanpa pengawasan dari kios ke kios,...

Next Post

Polusi dan Rumah Warga Bluwa Retak Akibat Aktivitas di Gudang Tanpa IMB Milik Himalaya

Comments 1

  1. Polikarpus Bala says:
    5 years ago

    Terimakasih tulisannya…mari bersama berjuang menuju tercapainya sebuah kawasan ecowisata edukatif berbasis masyarakat

    Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Dapur MBG 03 Lembata Diresmikan, Jadi SPPG Contoh Capai Target Indonesia Emas 2045

2 days ago

Ini Proyeksi Pendapatan Rumah Walet di Kawasan Wisata Bukit Cinta

5 days ago

Bangun Rumah Walet di Bukit Cinta, Bukti Pemda Lembata Gagal Kembangkan Pariwisata

5 days ago

Lima kali bukan kebetulan: PN Lembata kembali percayakan Posbakum ke LBH SIKAP

6 days ago
Kadis PMD Lembata Sebut Visi-Misi Kepala Desa Tidak Terganggu Akibat Dana Desa Terkoreksi. Ini Penjelasannya!

Kadis PMD Lembata Sebut Visi-Misi Kepala Desa Tidak Terganggu Akibat Dana Desa Terkoreksi. Ini Penjelasannya!

6 days ago

Dana Desa 2026 di Lembata Terkoreksi, Ada Desa yang Hanya Dapat Rp 219 Juta

1 week ago

Prediksi Puncak Arus Balik di Pelabuhan Laut Lewoleba Pada 03-04 Januari

2 weeks ago

Popular News

  • Bangun Rumah Walet di Bukit Cinta, Bukti Pemda Lembata Gagal Kembangkan Pariwisata

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kadis PMD Lembata Sebut Visi-Misi Kepala Desa Tidak Terganggu Akibat Dana Desa Terkoreksi. Ini Penjelasannya!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dapur MBG 03 Lembata Diresmikan, Jadi SPPG Contoh Capai Target Indonesia Emas 2045

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dapur MBG di Lembata Kesulitan Bahan Baku, Terutama Daging Ayam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ini Proyeksi Pendapatan Rumah Walet di Kawasan Wisata Bukit Cinta

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dana Desa 2026 di Lembata Terkoreksi, Ada Desa yang Hanya Dapat Rp 219 Juta

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Connect with us

Kirim E-mail :

Untuk kritik, saran dan pertanyaan lainnya, silahkan kirim pesan anda untuk BentaraNet di bentara.redaksi01@gmail.com

Site Links

  • Log in
  • Entries feed
  • Comments feed
  • WordPress.org

About Us

Kami menyajikan berita akurat, mendalam dan edukatif untuk anda.

  • About
  • Redaksi & Contact
  • Advertise

© 2023 - Bentara.net

No Result
View All Result
  • Home
  • Polkam
  • Ekbis
  • Hukrim
  • BudPar
  • Humaniora
  • Kesehatan
  • Pendidikan

© 2023 - Bentara.net

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
Sign In with Linked In
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In