• About
  • Redaksi & Contact
  • Advertise
Friday, February 20, 2026
  • Login
No Result
View All Result
NEWSLETTER
Bentara
  • Home
  • Polkam
  • Ekbis
  • Hukrim
  • BudPar
  • Humaniora
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Home
  • Polkam
  • Ekbis
  • Hukrim
  • BudPar
  • Humaniora
  • Kesehatan
  • Pendidikan
No Result
View All Result
Bentara
No Result
View All Result
Home Headline

Dana IF Rp 5,6 Miliar untuk Lembata Tidak Tepat Sasaran, Lebih Banyak “Berbau” Proyek

by BentaraNet
in Headline, Humaniora
0
Anggota DPRD Kabupaten Lembata, John Batafor saat foto bersama masyarakat di Desa Pada di depan rumah tidak layak huni / Foto : BentaraNet

Anggota DPRD Kabupaten Lembata, John Batafor saat foto bersama masyarakat di Desa Pada di depan rumah tidak layak huni / Foto : BentaraNet

0
SHARES
991
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

LEMBATA – Kabupaten Lembata pada tahun 2024 mendapatkan Insentif Fiskal (IF) dari alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebesar Rp 5,6 Miliar untuk percepatan penghapusan kemiskinan ekstrim di Lembata.

Dana insentif kemiskinan ekstrem dari Pemerintah Pusat ini diserahkan oleh Wakil Presiden RI, Ma’ruf Amin, kepada Penjabat Bupati Lembata, Paskalis Ola Tapobali di Jakarta, Rabu (18/19) lalu.

Sayangnya, pemanfaatan kucuran dana ini jauh dari peruntukannya bagi 1.269 Kepala Keluarga (KK) kategori miskin ekstrim yang tersebar di sembilan kecamatan di Kabupaten Lembata.

Alih-alih digunakan untuk kepentingan percepatan penghapusan kemiskinan ekstrim, Pemda Lembata malah menetapkan program dari anggaran ini untuk sejumlah proyek yang dinilai tidak tepat sasaran.

Anggota DPRD Lembata, John Batafor menilai pemerintah Lembata tidak jeli dalam mengimplementasikan program ini untuk kepentingan rakyat yang miskin ekstrim. Sebagian besar dana dari program ini dialokasikan untuk proyek-proyek yang dinilai tidak masuk akal jika dihubungkan dengan percepatan pengentasan kemiskinan ekstrim.

Sesuai data yang diterima BentaraNet, Pemda Lembata menetapkan anggaran ini untuk beberapa proyek, misalnya, peningkatan sejumlah ruas jalan di kota Lewoleba dengan total anggaran mencapai Rp 1,85 Miliar dan saluran drainase samping PLN lama senilai Rp 200 Juta.

Parahnya, anggaran ini juga digunakan untuk biaya perbaikan kapal motor torani senilai Rp 64 juta dan pembangunan parkir pada RSUD Lewoleba senilai Rp. 291.948.000, yang menurut John tidak ada hubungannya dengan percepatan penurunan kemiskinan ekstrim.

RelatedPosts

Anggota DPRD Lembata, John Batafor

John Batafor Ungkap Potensi Pelanggaran Hukum dalam Ranperda Retribusi Lembata, Dorong Pemda Bentuk BUMD & Cari PAD Tanpa Bebani Rakyat

October 29, 2025
Rapat Gabungan Komisi DPRD Kabupaten Lembata, Selasa (28/10/2025) / Foto : BentaraNet

Fraksi NasDem Walkout dari Rapat DPRD Lembata, Protes Pembatalan Kesepakatan Tarif Bajak Lahan Pertanian

October 28, 2025

“Parkiran di rumah sakit ini tidak akan meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat miskin ekstrim di rumah mereka masing-masing. Justru jika kualitas hidup masyarakat miskin ini semakin baik  di rumah mereka masing-masing, maka orang sakit di Lembata semakin berkurang. Logika Pemda harus dibalik ini,” ujar John.

Dana ini juga digunakan untuk pembangunan los pasar Pada dan TPI yang jika ditotal nilainya bisa mencapai Rp 797 Juta.

“Data kemiskinan ekstrim kan ada, terus kenapa program tidak sesuai dengan data. Pemda jangan jual angka kemiskinan hanya untuk kepentingan proyek,” ujar John.

Menurutnya, jika disandingkan dengan data kemiskinan ekstrim sebesar 1.269 KK by name by adress, maka Pemda harus menetapkan program-program yang berhubungan dengan indikator dari kemiskinan ekstrim dan menyasar langsung ke kantong-kantong kemiskinan.

Indikator tersebut di antaranya kecukupan akses makanan, air bersih, sanitasi, kesehatan, tempat tinggal, pendidikan serta akses informasi.

“Di sini kita bisa lihat tidak ada satu pun mata anggaran yang diperuntukan bagi perbaikan tempat tinggal warga yang miskin ekstrim,” ungkap John.

“Padahal kita semua tahu bahwa di pelosok Lembata bahkan di tengah kota Lewoleba, masih banyak warga yang tinggal di rumah tidak layak huni dengan sanitasi yang buruk. Jadi perbaiki dulu kebutuhan dasar warga yang masuk kategori miskin ekstrim, jangan uangnya dipakai untuk perbaikan kapal Torani,” imbuhnya.

Sebelumnya, Wakil Presiden Ma’ruf Amin juga mengingatkan Pemda Lembata agar memastikan efektivitas implementasi program ini, baik tepat sasaran, jumlah, maupun penyaluran program dengan mengedepankan kelompok rentan seperti lansia tunggal, penyandang disabilitas, pekerja migran dan kepala keluarga perempuan.

Jika memungkinkan, John mendesak Penjabat Bupati Lembata Paskalis Ola Tapobali untuk meninjau kembali program yang berbau proyek yang tidak berhubungan langsung dengan upaya percepatan pengentasan kemiskinan ekstrim di Lembata.

“Saya menuntut hak warga yang miskin ekstrim itu. Penjabat Bupati Lembata harus ingat pidato Presiden Prabowo Subianto saat dilantik. Daerah jangan piara rakyat miskin. Rakyat harus bebas dari kemiskinan. Pidato Wakil Presiden Ma’ruf Amin juga menegaskan hal itu saat penyerahan dana IF ini,” kata John.

“Otak untuk mendapatkan keuntungan dari proyek yang bersembunyi dibalik aturan sebaiknya dihilangkan sudah. Kalau kita mau Lembata lebih baik ke depan!” pungkasnya.

Dalam pidatonya saat menyerahkan Insentif Fiskal 2024, Wakil Presiden Ma’ruf Amin meminta agar Pemda yang memperoleh penghargaan dapat memanfaatkannya untuk memperkuat berbagai program penanggulangan kemiskinan ekstrem yang tepat sasaran.

“Maksimalkan pemanfaatan dana insentif fiskal ini untuk memperkuat program percepatan penghapusan kemiskinan ekstrem, terutama untuk kegiatan yang manfaatnya langsung dirasakan oleh masyarakat,” kata Wapres pada Rapat Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem dan Penyerahan Dana Insentif Fiskal Kemiskinan Ekstrem Tahun 2024 di Auditorium Sekretariat Wakil Presiden.

Selain itu, Wapres juga meminta agar penentuan target penerima program kemiskinan ekstrem menggunakan Data Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (Data P3KE). Sehingga, intervensi menjadi lebih tepat sasaran dengan mengutamakan kelompok masyarakat miskin dengan akses terbatas, penduduk lansia, dan penyandang disabilitas. (BN/001)

Tags: Dana Instentif FiskalDPRD LembataJohn BataforKemiskinan EkstrimPaskalis Ola Tapobali

Related Posts

Prajurit Yonif TP 834/ WM Raih Juara Pencak Silat Tingkat Nasional

February 15, 2026

NAGEKEO - Serda Komang Agus Pradnyana Samadi, Anggota Kompi Zeni Yonif Batalyon Teritorial Pembangunan ( TP ) 834/ Wakanga Mere,...

Valentino Luis dan Cerita Kopi yang tak Akan Pernah Selesai

February 7, 2026

"Intan, kamu tahu kan Solor kering? Tapi ada loh kopi di sana. Bayangkan!" Malam itu 2 April 2024. Saya dan Kak Valen—demikian saya memanggil si Valentino...

Pelantikan Pengurus Jaringan Muro Lembata Perkuat Konservasi Berbasis Adat

February 5, 2026

LEMBATA – Pengurus Jaringan Muro Kabupaten Lembata resmi dilantik pada Selasa (04/02/2026). Pelantikan ini menjadi langkah penting dalam memperkuat upaya...

Bazar Pendidikan Plan Indonesia di Aulesa, Bantu Anak Atasi Masalah Pendidikan

January 31, 2026

LEMBATA - Sebanyak 114 anak mengikuti bazar pendidikan yang digelar Yayasan Plan Internationa Indonesia (Plan Indonesia) di aula kantor desa...

Pelabuhan Feri Waijarang Rusak, Harga Komoditi Turun, Masyarakat Rugi

January 25, 2026

LEMBATA - Para pengusaha di Lembata mulai merasakan dampak rusaknya pelabuhan Feri Waijarang yang hingga kini tak kunjung diperbaiki. Rusaknya...

Dapur MBG di Lembata Kesulitan Bahan Baku, Terutama Daging Ayam

January 15, 2026

LEMBATA - Sejumlah dapur dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Lembata mengalami kesulitan memperoleh bahan baku makanan, terutama...

Next Post
Kecewa Berat! Festival Lamaholot 2024 Tinggalkan Luka Bagi Pelaku UMKM

Kecewa Berat! Festival Lamaholot 2024 Tinggalkan Luka Bagi Pelaku UMKM

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Valentino Luis dan Cerita Kopi yang tak Akan Pernah Selesai

2 weeks ago

Pelantikan Pengurus Jaringan Muro Lembata Perkuat Konservasi Berbasis Adat

2 weeks ago

Bazar Pendidikan Plan Indonesia di Aulesa, Bantu Anak Atasi Masalah Pendidikan

3 weeks ago

Fasilitas Umum di Ladolima Timur Nagekeo Rusak Diterjang Angin Kencang

4 weeks ago

Pelabuhan Feri Waijarang Rusak, Harga Komoditi Turun, Masyarakat Rugi

4 weeks ago

Pernak Lokal Dukung Bupati Lembata Batasi Pasokan Daging Ayam dari Luar

1 month ago

Pengadaan Malapari Australia di Lembata Abaikan Riset Putra Daerah & Bibit Lokal

1 month ago

Popular News

  • Prajurit Yonif TP 834/ WM Raih Juara Pencak Silat Tingkat Nasional

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dapur MBG di Lembata Kesulitan Bahan Baku, Terutama Daging Ayam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sekitar 21.000 Warga Ile Ape Dievakuasi ke Lewoleba, Sebagian Mengungsi di Rumah Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pelantikan Pengurus Jaringan Muro Lembata Perkuat Konservasi Berbasis Adat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sudah Sebulan Pen Kaki Belum Dilepas, Fatima Minta Perhatian Pemda Lembata

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kapal Pelni Tolak Pengiriman Ikan ke Kupang, Pedagang di Lembata Rugi Puluhan Juta

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Connect with us

Kirim E-mail :

Untuk kritik, saran dan pertanyaan lainnya, silahkan kirim pesan anda untuk BentaraNet di bentara.redaksi01@gmail.com

Site Links

  • Log in
  • Entries feed
  • Comments feed
  • WordPress.org

About Us

Kami menyajikan berita akurat, mendalam dan edukatif untuk anda.

  • About
  • Redaksi & Contact
  • Advertise

© 2023 - Bentara.net

No Result
View All Result
  • Home
  • Polkam
  • Ekbis
  • Hukrim
  • BudPar
  • Humaniora
  • Kesehatan
  • Pendidikan

© 2023 - Bentara.net

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
Sign In with Linked In
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In