• About
  • Redaksi & Contact
  • Advertise
Thursday, January 15, 2026
  • Login
No Result
View All Result
NEWSLETTER
Bentara
  • Home
  • Polkam
  • Ekbis
  • Hukrim
  • BudPar
  • Humaniora
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Home
  • Polkam
  • Ekbis
  • Hukrim
  • BudPar
  • Humaniora
  • Kesehatan
  • Pendidikan
No Result
View All Result
Bentara
No Result
View All Result
Home Lingkungan Hidup

Kolaborasi Dengan Burung Indonesia, YBS Baru Gandeng Masyarakat Tetapkan Muro

by BentaraNet
in Lingkungan Hidup
0
Satwa burung di Hutan Bakau sekitar perairan Teluk Waienga / Foto : BentaraNet

Satwa burung di Hutan Bakau sekitar perairan Teluk Waienga / Foto : BentaraNet

0
SHARES
25
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

LEMBATA – Yayasan Bina Sejahtera Baru (YBS Baru) Lembata telah bekerjasama dengan Burung Indonesia mengembangkan proyek pembangunan kapasitas masyarakat untuk perlindungan ekosistem laut di Teluk Waienga, Kabupaten Lembata.

Salah satu tujuan dari proyek YBS Baru ini adalah menetapkan dan mengesahkan sejumlah luas wilayah Muru atau Badu. Muru atau Badu merupakan sebuah upaya-upaya perlindungan ekosistem laut khususnya perlindungan terumbu karang bersasarkan kesepakatan adat atau tradisi masyarakat setempat.

Ketua YBS Baru Lembata, Kornelia Penate, mengatakan, proyek ini akan dilaksanakan di dua desa, yakni Desa Baopana di Kecamatan Lebatukan dan Desa Watodiri di kecamatan Ile Ape. 

“Proyek ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat serta  mengurangi dampak kerusakkan terumbu karang di dua desa tersebut,” kata Kornelia dalam rilis pers yang diterima BentaraNet, Jumat, 13 Mei 2023.

Menurut Kornelia, mereka memiliki alasan kuat memilih Teluk Waienga karena di teluk ini hidup dan berkembang biak beberapa spesies yang dilindungi antara lain penyu, dugong, kima, pari manta, ikan napoleon, dengan padang lamun.

“Sementara itu terumbu karang dan hutan bakau di teluk ini sebagai penyanggah untuk perkembangbiakan spesies-spesies ini. Selain itu, hutan bakau di dua desa ini jadi tempat berkembangbiaknya jenis burung seperti elang, kakatua putih dan belibis,” kata Kornelia.

Namun seiring berjalannya waktu dan bertambahnya populasi penduduk di sekitar teluk ini, praktik-praktik perusakan ekosistem laut sulit dihindari.

RelatedPosts

Dapur MBG di Lembata Kesulitan Bahan Baku, Terutama Daging Ayam

January 15, 2026

Dapur MBG 03 Lembata Diresmikan, Jadi SPPG Contoh Capai Target Indonesia Emas 2045

January 13, 2026

Praktik-praktik tersebut di antaranya menangkap ikan dengan merusak terumbu karang dan mencari siput dengan merusak padang lamun.

“Masyarakat mencari siput dengan peralatan penangkapan yang terbuat dari paku panjang yang ditancapkan pada sepotong kayu. Mereka juga menangkap dan mengkonsumsi jenis-jenis spesies yang dilindungi, dan menangkap atau menjerat jenis-jenis burung yang berkembang biak di wilayah hutan bakau,” ujarnya.

Menurut Kornelia, praktik perusakan ini disebabkan karena masyarakat belum memiliki informasi dan pemahaman yang memadai tentang spesies yang dilindungi, terutama tentang perlindungan terumbu karang sebagai penyanggah utama berkembangbiaknya sembilan jenis spesies tersebut.

 Kornelia menjelaskan, proyek yang dilaksanakan sejak Februari 2023 sampai Februari 2024 ini akan menghasilkan sejumlah kesepakatan di tingkat masyarakat dan juga aturan baku seperti Peraturan Desa (Perdea) untuk perlindungan terumbu karang di wilayah laut dua desa tersebut. 

Menurutnya, laut dan pesisir merupakan ekosistem penting bagi kehidupan manusia. Laut dan pesisir memberikan kehidupan bagi masyarakat sekitarnya, dan juga semua jenis spesies yang berkembang biak, baik di dalam laut maupun pada hutan bakau yang tumbuh di pesisir pantai. (***)

Related Posts

Bupati Nagekeo Tanam Pohon di Wilayah Rawan Banjir

October 31, 2025

NAGEKEO _ Dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda yang ke-97, Pemerintah Kabupaten Nagekeo melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah menyelenggarakan...

Desa-Desa Pesisir Ile Ape Bentuk Komunitas Muro untuk Lestarikan Tradisi dan Laut

Desa-Desa Pesisir Ile Ape Bentuk Komunitas Muro untuk Lestarikan Tradisi dan Laut

August 7, 2025

LEMBATA - Sejumlah desa di wilayah pesisir Kecamatan Ile Ape, Kabupaten Lembata, bersepakat membentuk Komunitas Muro sebagai wadah pelestarian ekosistem...

Wabup Nagekeo Serukan Aksi Hentikan Polusi Plastik

June 6, 2025

NAGEKEO - Wakil Bupati Nagekeo, Gonzalo Gratianus Muga Sada, menyerukan hentikan polisi plastik sebagai seruan aksi nasional untuk mengakhiri krisis...

Upaya Puge Figo Konservasi Mati Air Melalui Penanaman Pohon

April 4, 2025

BAJAWA - Konservasi mata air melalui penanaman pohon di sekitar sumber mata air sangat penting untuk menjaga keberlanjutan sumber air...

Ignasius Suyadi Aur, petani di Desa Dulitukan, Kabupaten Lembata merawat tanaman terung di kebun / Foto : BentaraNet

Perubahan Iklim: Petani Lembata Tukar Guling Jagung Hibrida ke Sayur Organik

April 3, 2025

LEMBATA – Bencana gagal panen terus terjadi tiap tahun di Kabupaten Lembata. Selain perubahan cuaca ekstrim, serangan hama penyakit juga...

Kecewa dengan PLN, Warga Tolak Penawaran Harga Tanah untuk PLTP Atadei

Kecewa dengan PLN, Warga Tolak Penawaran Harga Tanah untuk PLTP Atadei

November 3, 2024

LEMBATA - Warga Desa Nubahaeraka di Kecamatan Atadei, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, menolak penetapan harga satuan tanah yang ditetapkan...

Next Post
Waduh! Wisatawan Asing Rusak Ekosistem Kelelawar di Destinasi Wisata Pulau Meko

Waduh! Wisatawan Asing Rusak Ekosistem Kelelawar di Destinasi Wisata Pulau Meko

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Dapur MBG 03 Lembata Diresmikan, Jadi SPPG Contoh Capai Target Indonesia Emas 2045

1 day ago

Ini Proyeksi Pendapatan Rumah Walet di Kawasan Wisata Bukit Cinta

4 days ago

Bangun Rumah Walet di Bukit Cinta, Bukti Pemda Lembata Gagal Kembangkan Pariwisata

5 days ago

Lima kali bukan kebetulan: PN Lembata kembali percayakan Posbakum ke LBH SIKAP

5 days ago
Kadis PMD Lembata Sebut Visi-Misi Kepala Desa Tidak Terganggu Akibat Dana Desa Terkoreksi. Ini Penjelasannya!

Kadis PMD Lembata Sebut Visi-Misi Kepala Desa Tidak Terganggu Akibat Dana Desa Terkoreksi. Ini Penjelasannya!

6 days ago

Dana Desa 2026 di Lembata Terkoreksi, Ada Desa yang Hanya Dapat Rp 219 Juta

7 days ago

Prediksi Puncak Arus Balik di Pelabuhan Laut Lewoleba Pada 03-04 Januari

2 weeks ago

Popular News

  • Bangun Rumah Walet di Bukit Cinta, Bukti Pemda Lembata Gagal Kembangkan Pariwisata

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kadis PMD Lembata Sebut Visi-Misi Kepala Desa Tidak Terganggu Akibat Dana Desa Terkoreksi. Ini Penjelasannya!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dapur MBG 03 Lembata Diresmikan, Jadi SPPG Contoh Capai Target Indonesia Emas 2045

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ini Proyeksi Pendapatan Rumah Walet di Kawasan Wisata Bukit Cinta

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dana Desa 2026 di Lembata Terkoreksi, Ada Desa yang Hanya Dapat Rp 219 Juta

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Lima kali bukan kebetulan: PN Lembata kembali percayakan Posbakum ke LBH SIKAP

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Connect with us

Kirim E-mail :

Untuk kritik, saran dan pertanyaan lainnya, silahkan kirim pesan anda untuk BentaraNet di bentara.redaksi01@gmail.com

Site Links

  • Log in
  • Entries feed
  • Comments feed
  • WordPress.org

About Us

Kami menyajikan berita akurat, mendalam dan edukatif untuk anda.

  • About
  • Redaksi & Contact
  • Advertise

© 2023 - Bentara.net

No Result
View All Result
  • Home
  • Polkam
  • Ekbis
  • Hukrim
  • BudPar
  • Humaniora
  • Kesehatan
  • Pendidikan

© 2023 - Bentara.net

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
Sign In with Linked In
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In