• About
  • Redaksi & Contact
  • Advertise
Saturday, January 3, 2026
  • Login
No Result
View All Result
NEWSLETTER
Bentara
  • Home
  • Polkam
  • Ekbis
  • Hukrim
  • BudPar
  • Humaniora
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Home
  • Polkam
  • Ekbis
  • Hukrim
  • BudPar
  • Humaniora
  • Kesehatan
  • Pendidikan
No Result
View All Result
Bentara
No Result
View All Result
Home Humaniora

Mengenal Ritual Gwal’le Lol’lo Mas’sa Do’a Saat Even Eksplorasi Budaya Lembata

by BentaraNet
in Humaniora
0
Masyarakat adat etnis Lamatuka / Sumber : Kominfo Lembata

Masyarakat adat etnis Lamatuka / Sumber : Kominfo Lembata

0
SHARES
89
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Banitobo – Salah satu titik safari budaya dalam agenda event Eksplorasi Budaya Lembata Sare Dame adalah desa Banitobo, Kecamatan Lebatukan pada Kamis (10/2/2022).

Di desa ini, masyarakat adat etnis Lamatuka melaksanakan ritual Gwal’le Lol’lo Mas’sa Do’a. Bupati Lembata, Thomas Ola Langoday bersama rombongan savari budaya turut menyaksikan ritual ini.

Ritual sakral ini dilakukan masyarakat setempat untuk mendamaikan para pihak yang bertikai. Secara harafiah, Gwal’le Lol’lo Mas’sa Do’a memiliki arti tukar sirih pinang, panggil masuk.

Jika diterjemahkan dalam konteks tujuan ritual adat, maka ritual ini diyakini oleh masyarakat adat Lamatuka sebagai salah satu ritual untuk menyatukan kembali pihak-pihak yang bertikai agar hidup dalam persaudaraan.

“Ritual ini dibuat mulai dari pintu masuk hingga di dalam rumah adat atau rumah suku. Ritual dilakukan oleh para dukun (Molan) atau orang yang dipercayakan secara khusus,” kata Piter Ruing, salah satu masyarakat adat Lamatuka.

Piter menjelaskan, ritual ini juga dilakukan dengan memerhatikan konflik yang terjadi. Apakah konflik yang terjadi adalah konflik ringan atau konflik yang terbilang berat dan telah lama dibiarkan terjadi.

Secara umum, ritual ini dibagi ke dalam dua tahap yakni Gwal’le lol’lo dan Mas’sa do’a.

RelatedPosts

Prediksi Puncak Arus Balik di Pelabuhan Laut Lewoleba Pada 03-04 Januari

January 2, 2026
Pemda Diminta Responsif Terhadap Program Pemerintah Pusat di Tengah Kebijakan Efisiensi Anggaran

Pemda Diminta Responsif Terhadap Program Pemerintah Pusat di Tengah Kebijakan Efisiensi Anggaran

December 29, 2025

Gwal’le lol’lo dilakukan di pintu masuk rumah yang dimulai dengan penukaran tempat kapur sirih atau bewasa dari kedua pihak yang bertikai. Pertukaran bewasa dilakukan sebanyak empat kali.

Setelah empat kali pertukaran bewasa, kedua pihak kemudian makan sirih pinang bersama-sama. Pertukaran bewasa dan makan sirih pinang ini menandakan bahwa kedua belah pihak sudah saling memaafkan dan sepakat untuk berdamai.

Tahapan selanjutnya adalah Mas’sa Do’a. ‘Mas’sa Do’a adalah ritual memanggil kedua pihak yang bertikai masuk ke dalam rumah suku.

“Paggilan untuk masuk rumah suku ini dilakukan sebanyak empat kali. Pada panggilan pertama sampai ketiga, yang dipanggil tidak boleh menjawab. Yang dipanggil baru bisa menjawab pada panggilan yang keempat,” Piter menjelaskan.

Setelah menjawab, barulah yang dipanggil boleh masuk kedalam rumah dan bersalaman dengan tuan rumah.

Setelah sama-sama berada di dalam rumah, rangkaian ritual dilanjutkan dengan makan bersama atau Betti Golle. Yang menjadi acara inti dari Betti Golle ini adalah saling suap antara kedua belah pihak yang telah berdamai.

“Saling suap makanan memberi pesan perdamaian yang luhur dari ritual Gwal’le Lol’lo Mas’sa Do’a. Kehidupan manusia dengan berbagai persoalan sosial termasuk pertikaian dengan sesama harus bisa diselesaikan,” ungkapnya.

Penyelesaian tidak hanya berhenti pada saling memaafkan dan berdamai, tetapi lebih dari itu harus bisa saling mendukung untuk mencapai kemajuan hidup bersama. “Saling suap makanan memberi pesan hidup saling membantu dan bekerjasama dalam hidup setelah berdamai. Inilah persaudaraan sejati,” pungkasnya.

Sementara itu Bupati Lembata, Thomas Ola Langoday yang turut menyaksikan ritual ini memberikan apresiasi kepada seluruh masyarakat adat yang turut memperkenalkan ritual ini kepada masyarakat Lembata dan dunia, khususnya generasi muda.

Dia mengatakan, pemerintah hadir, menyatu dan menemukan bahwa sembilan komunitas adat yang mereka kunjungi merasa sangat dihargai selama safari budaya ini.  

“Mereka merasa dihargai, derajat mereka terangkat dan peran mereka diwariskan dan hidup sampai dengan hari ini,” kata Thomas.

“Kedua, Peran suku juga dihidupkan kembali. Setiap suku menyadari bahwa peran mereka diwariskan oleh para leluhur kita. Ada yang berperan di utara, selatan, timur dan barat. Tetapi ada juga yang berperan di pusat, Uak Tukan Waimatan, Lewopuken Tanah Alate,Belen Raya, Kepitan Kepala.” (Red)

Related Posts

Geram! Puluhan Tahun Sertifikat SMPN 2 Boawae Tak Kunjung Selesai. Ahli Waris: Kami Ambil Pulang.
‎

December 10, 2025

NAGEKEO - ‎Puluhan tahun ahli waris dari suku Tegu Udawolo telah menyerahkan tanah kepada pemerintah dalam rangka untuk pembangun fasilitas...

Jelang Natal dan Tahun Baru, Pemda Lembata Imbau Jaga Suasana Aman dan Kondusif

Jelang Natal dan Tahun Baru, Pemda Lembata Imbau Jaga Suasana Aman dan Kondusif

December 3, 2025

LEWOLEBA – Pemerintah Kabupaten Lembata mengeluarkan himbauan kepada seluruh rakyatnya jelang hari raya Natal 2025 dan Tahun baru 2026.Himbauan yang...

Pemkab Lembata Dorong Penguatan SDM Layanan Perlindungan, Tekan Lonjakan Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak

Pemkab Lembata Dorong Penguatan SDM Layanan Perlindungan, Tekan Lonjakan Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak

December 3, 2025

LEMBATA – Kegiatan Pencegahan Kekerasan Terhadap Perempuan Tahun 2025 resmi dibuka di Hotel Olympic Lewoleba, Senin (24/11), menandai komitmen baru...

Pemkab Lembata Apresiasi Mgr Kopong Kung dan Sambut Harapan Baru Uskup Monteiro

Pemkab Lembata Apresiasi Mgr Kopong Kung dan Sambut Harapan Baru Uskup Monteiro

December 3, 2025

LEMBATA - Tongkat estafet kepemimpinan Gereja Katolik di Keuskupan Larantuka resmi berpindah tangan.Bersamaan dengan pengumuman Tahta Suci yang menetapkan Mgr....

Vatikan Siap Umumkan Uskup Baru Larantuka, Bupati Lembata Ucap Syukur

Vatikan Siap Umumkan Uskup Baru Larantuka, Bupati Lembata Ucap Syukur

December 3, 2025

LEMBATA - Sukacita besar tengah memenuhi Gereja Lokal Keuskupan Larantuka jelang pengumuman resmi Uskup baru yang akan disampaikan langsung dari...

Satpol PP Sambangi MTSN 2 Lembata saat Peringatan HGN, Ini yang Mereka Lakukan!

Satpol PP Sambangi MTSN 2 Lembata saat Peringatan HGN, Ini yang Mereka Lakukan!

November 25, 2025

LEMBATA – Peringatan Hari Guru Nasional (HGN) di MTS Negeri 2 Lembata pada Selasa (25/11/2025) berlangsung meriah. Usai upacara apel...

Next Post

Lukman Riberu Serahkan Bantuan Tahap Dua Renovasi Kapela Menino Jesus Lewolaga

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Pemda Diminta Responsif Terhadap Program Pemerintah Pusat di Tengah Kebijakan Efisiensi Anggaran

Pemda Diminta Responsif Terhadap Program Pemerintah Pusat di Tengah Kebijakan Efisiensi Anggaran

4 days ago

Kapal Pelni Tolak Pengiriman Ikan ke Kupang, Pedagang di Lembata Rugi Puluhan Juta

1 week ago
Buka Jejaring Pasar, Bupati Lembata: Diaspora adalah Jembatan Pemasaran UMKM, Pangan dan Hasil Laut NTT

Buka Jejaring Pasar, Bupati Lembata: Diaspora adalah Jembatan Pemasaran UMKM, Pangan dan Hasil Laut NTT

3 weeks ago

Geram! Puluhan Tahun Sertifikat SMPN 2 Boawae Tak Kunjung Selesai. Ahli Waris: Kami Ambil Pulang.
‎

3 weeks ago

Besok Sabtu Dinas Pangan Gelar Pasar Murah Jenang HUT Nagekeo ke-18 di Pasar Danga

4 weeks ago
Ketua DPC Kongres Advokat Indonesia untuk Flores Timur dan Lembata, Juprians Lamablawa / Foto : BentaraNet


UMKM Diintimitasi dengan Pasal Pidana, Kongres Advokat Indonesia Buka Posko Pengaduan di Lembata

4 weeks ago
Pemerintah Kabupaten Lembata Mantapkan Arah Pembangunan: Prioritaskan Ekonomi Rakyat dalam Lima Tahun ke Depan

Pemerintah Kabupaten Lembata Mantapkan Arah Pembangunan: Prioritaskan Ekonomi Rakyat dalam Lima Tahun ke Depan

4 weeks ago

Popular News

  • Pemda Diminta Responsif Terhadap Program Pemerintah Pusat di Tengah Kebijakan Efisiensi Anggaran

    Pemda Diminta Responsif Terhadap Program Pemerintah Pusat di Tengah Kebijakan Efisiensi Anggaran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Puncak Arus Balik di Pelabuhan Laut Lewoleba Pada 03-04 Januari

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kapal Pelni Tolak Pengiriman Ikan ke Kupang, Pedagang di Lembata Rugi Puluhan Juta

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Geram! Puluhan Tahun Sertifikat SMPN 2 Boawae Tak Kunjung Selesai. Ahli Waris: Kami Ambil Pulang.
    ‎

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Fantasi Ende Akan Beroperasi Besok, Yuk! Intip Harga Tiketnya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Persebata Tolak Tawaran Akuisisi Rp 1,5 Miliar, Pilih Jaga Nama Lembata dan NTT di Liga 3

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Connect with us

Kirim E-mail :

Untuk kritik, saran dan pertanyaan lainnya, silahkan kirim pesan anda untuk BentaraNet di bentara.redaksi01@gmail.com

Site Links

  • Log in
  • Entries feed
  • Comments feed
  • WordPress.org

About Us

Kami menyajikan berita akurat, mendalam dan edukatif untuk anda.

  • About
  • Redaksi & Contact
  • Advertise

© 2023 - Bentara.net

No Result
View All Result
  • Home
  • Polkam
  • Ekbis
  • Hukrim
  • BudPar
  • Humaniora
  • Kesehatan
  • Pendidikan

© 2023 - Bentara.net

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
Sign In with Linked In
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In