• About
  • Redaksi & Contact
  • Advertise
Friday, April 3, 2026
  • Login
No Result
View All Result
NEWSLETTER
Bentara
  • Home
  • Polkam
  • Ekbis
  • Hukrim
  • BudPar
  • Humaniora
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Home
  • Polkam
  • Ekbis
  • Hukrim
  • BudPar
  • Humaniora
  • Kesehatan
  • Pendidikan
No Result
View All Result
Bentara
No Result
View All Result
Home Flotim

Ritual Melepas Pergi Arwah dan Mensyukuri Hasil Panen Etnis Boru

by Redem Welan
in Flotim
0
Ritual Beda Ramut yang dilaksanakan masyarakat etnis Boru Kedang, Kecamatan Wulanggitaang, Kabupaten Flores Timur (Foto : BentaraNet/Redem Welan)

Ritual Beda Ramut yang dilaksanakan masyarakat etnis Boru Kedang, Kecamatan Wulanggitaang, Kabupaten Flores Timur (Foto : BentaraNet/Redem Welan)

0
SHARES
704
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Boru Kedang – Ada yang unik dari Flores Timur yang nota bene dihuni oleh etnis Lamaholot. Namun begitu, ada etnis lain yang terletak di Kecamatan Wulanggitang yang dikenal dengan Etnis Boru Kedang atau Boruk Tana Bojang.

Etnis tersebut merupakan salah satu etnis di Flores Timur, NTT. Yang unik dari etnis ini ialah melakukan ritual melepas pergi arwah yang telah meninggal dan mensyukuri hasil panen. Ritual tersebut dalam bahasa setempat disebut Beda Ramut.

Ritual Beda Ramut merupakan ritual yang memiliki makna sebagai ungkapan rasa syukur atas nikmat hasil panen kepada Sang Pencipta yang disebut sebagai Ina Nian Tanah atau Lera Wulan Tana Ekan, dan penghormatan kepada leluhur yang disebut sebagai Blupur Hutu Gete Lima.

Selain itu, pada ritual tersebut dilakukan penghantaran arwah keluarga yang meninggal ke alam nirwana. Menurut keyakinan etnis Boru bahwa, setelah seseorang dalam suku meninggal dunia, arwahnya masih berada dan tinggal bersama keluarga.

Kali ini ritual penuh khidmat dan kebersamaan itu digelar oleh Suku Mau di Lokasi Kebun Suku Mau di Desa Boru Kedang, Kecamatan Wulanggitang, Kabupaten Flores Timur, Jumat (21/8/2020).

Ritual ini melibatkan semua pemangku adat Etnis Boru serta para tamu undangan. Turut hadir dalam upacara tersebut, Kepala Desa Boru Kedang, Polin Liwu, Camat Wulanggitang, Ignasius Ero Ama, Anggota DPRD Flores Timur dari Fraksi PDIP, Kusno Wada dan para biarawan.

Para tetua saling sahut menyahut melantunkan doa dengan syair-syair adat. Suasananya terasa sangat khidmat dan sakral. Setelah melantunkan doa, satu per satu hewan kurban pun disembelih.

RelatedPosts

Polres Lembata Tindaklanjuti Aduan UMKM Soal Retribusi Ayam Beku

April 2, 2026

Polres Lembata Gandeng Pengelola SPBU Balauring Jaga Stabilitas Kamtibmas

April 2, 2026

Generasi Muda Pemerhati Budaya Etnis Boru, Pangkrasius Gala Liwu pada kesempatan tersebut menerangkan ritual tersebut didahului dengan proses menggoreng padi, menumbuk untuk dijadikan emping.

Pada proses ini juga dilaksanakan ritus mengundang dan meminta restu leluhur untuk hadir bersama pada kegiatan tersebut. Pada proses ini ritual perdamaian pun dilakukan dengan menyantap sirih pinang yang disebut Ea Wua Ta’a, ritual perdamaian dan pemersatu Etnis Boru.

Ditambahkannya, daging disertai dengan emping dibagikan kepada segenap sanak saudara serta tamu dan warga suku yang hadir dalam ritual tersebut. Emping dan daging tersebut disimpan dalam sebuah wadah dari daun yang disebut sebagai Mumet atau Teet.

Pangkrasius mengajak generasi muda agar tetap melastirakan ritual tersebut, sebagai wujud syukur terhadap Sang Pencipta, luluhur dan sebagai wujud nasionalisme kepada bangsa dan tanah air Indonesia.

“Saya mengajak kepada generasi muda, bahwa kita berbudaya, kita mempunyai religius, kita mempunyai harga diri. harus berpegang teguh terhadap budaya kita. Tradisi ini tidak boleh punah. Mari kita ikuti proses ini, kita pelajari, kita hayati. Budaya ini hidup dan tumbuh di bumi kita sendiri,” ajak Pangkrasius.

Pada kesempatan yang sama Camat Wulanggitang, Ignasius Ero Ama mengapresiasi ritual tersebut yang masih dijaga baik hingga kini.

“Pemerintah tentunya sangat mengapresiasi terhadap pelaksanaan ritus tersebut. Walaupun kita dengan perkembangan global tetapi ritus ini masih tetap dipertahankan. Untuk generasi muda, mari kita lestarikan budaya ini sehingga tidak tergerus oleh arus global,” kata Ignasius.

Related Posts

Serahkan Bantuan CSR ke Polres Flotim, Bentuk Nyata Tanggung Jawab Sosial BRI Cabang Larantuka

September 12, 2022

Larantuka - Dalam rangka mewujudkan tanggung jawab sosial kepada masyarakat Flores Timur, Bank Rakyat Indonesia (BRI) melalui Kantor Cabang Larantuka...

Pemda Flotim Diminta Pantau Harga BBM Jenis Pertalite

September 5, 2022

Larantuka - Sejumlah Warga di kota Larantuka, Kabupaten Flores Timur, Selasa, 2 September 2022 secara tegas meminta Penjabat Bupati Flores...

Flotim Belum Dapat Akreditasi, My Pertamina Tak Dapat Diberlakukan

August 31, 2022

Larantuka - Wacana pemberlakuan My Pertamina secara Nasional sejak 01 September 2022 guna memastikan penyaluran BBM bersubsidi jenis Pertalite dan...

Ini Kronologi Pembunuhan di Solor – Flotim, Suami Sering Aniaya dan Ancam Bunuh Istri

August 29, 2022

Larantuka - Kejadian nahas pembunuhan di Desa Lemanu, Kecamatan Solor Selatan, Kabupaten Flores Timur, dipicu pertengkaran yang terjadi antara pasangan...

Ini Tanggapan Koni Flotim Terkait Anggaran Nol Rupiah di Kas Askab

August 19, 2022

Larantuka - Polemik yang dihadapi Asosiasi Kabupaten Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (ASKAB PSSI) Flores Timur terkait tidak adanya anggaran...

Soal Lambang Garuda Terbalik, Dandim Flotim : Tidak Ada Unsur Sengaja

August 18, 2022

Larantuka - Polemik lambang Garuda terbalik saat apel hari ulang tahun (HUT) ke 77 Kemerdekaan Republik Indonesia telah diselidiki oleh...

Next Post

Dekatkan Pelayanan ke Anggota, KSP Kopdit Ankara Buka TP di Waiwadan

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Polres Lembata Gandeng Pengelola SPBU Balauring Jaga Stabilitas Kamtibmas

1 day ago

Polres Lembata Ajak Pelaku Usaha Olahan Tuna Cegah Pencemaran Lingkungan

1 day ago

Cerita Anggota Koperasi TKBM Pelabuhan Lewoleba yang Dapat Penghargaan saat RAT

6 days ago
PT Indofish Makmur Sejati Bantah Monopoli Pasar Ikan di Lembata

PT Indofish Makmur Sejati Bantah Monopoli Pasar Ikan di Lembata

2 weeks ago

Polres Lembata Lakukan Penggalangan Jelang Perayaan Paskah 2026

2 weeks ago

Polres Lembata Lakukan Penggalangan Jelang Idul Fitri 1447 H

2 weeks ago
Tobotani Terima MBG 3T, Sambil Menanti Pembangunan Infrastruktur Dasar

Tobotani Terima MBG 3T, Sambil Menanti Pembangunan Infrastruktur Dasar

2 weeks ago

Popular News

  • Cerita Anggota Koperasi TKBM Pelabuhan Lewoleba yang Dapat Penghargaan saat RAT

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bupati Lembata : Eksplorasi Budaya Bawa Pesan Kejujuran untuk Anak Cucu & Lewotana

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tobotani Terima MBG 3T, Sambil Menanti Pembangunan Infrastruktur Dasar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dinkes Lembata Gelar Sosialisasi dan Anjangsana ke Tokoh Agama Sambut Hari AIDS Sedunia 1 Desember

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sat Intelkam Polres Lembata Lakukan Pertemuan Terkait Dukungan Program Makan Bergizi Gratis

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Produktivitas Sorgum di Lembata Meningkat Tapi Tidak Didukung Alsintan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Connect with us

Kirim E-mail :

Untuk kritik, saran dan pertanyaan lainnya, silahkan kirim pesan anda untuk BentaraNet di bentara.redaksi01@gmail.com

Site Links

  • Log in
  • Entries feed
  • Comments feed
  • WordPress.org

About Us

Kami menyajikan berita akurat, mendalam dan edukatif untuk anda.

  • About
  • Redaksi & Contact
  • Advertise

© 2023 - Bentara.net

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
Sign In with Linked In
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Polkam
  • Ekbis
  • Hukrim
  • BudPar
  • Humaniora
  • Kesehatan
  • Pendidikan

© 2023 - Bentara.net