• About
  • Redaksi & Contact
  • Advertise
Sunday, April 5, 2026
  • Login
No Result
View All Result
NEWSLETTER
Bentara
  • Home
  • Polkam
  • Ekbis
  • Hukrim
  • BudPar
  • Humaniora
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Home
  • Polkam
  • Ekbis
  • Hukrim
  • BudPar
  • Humaniora
  • Kesehatan
  • Pendidikan
No Result
View All Result
Bentara
No Result
View All Result
Home Uncategorized

Tetes Air Mata Maria di Taman Daun, Setelah Dipulangkan dari Pengungsian

by BentaraNet
in Uncategorized
0
Maria Gunu, warga desa Amakaka saat berada di Taman Daun Bluwa, Lewoleba Barat. Maria menceritakan keluh kesahnya saat dipulangkan dari posko pengungsian Kantor Camat Nubatukan / Foto : BentaraNet

Maria Gunu, warga desa Amakaka saat berada di Taman Daun Bluwa, Lewoleba Barat. Maria menceritakan keluh kesahnya saat dipulangkan dari posko pengungsian Kantor Camat Nubatukan / Foto : BentaraNet

0
SHARES
519
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Senin, 17 Mei 2021, ditemani kaka ipar dan anak bayinya, Maria Gunu menyambangi Taman Daun di kawasan Bluwa, Lewoleba Barat. Di hadapan Koordinator Relawan Taman Daun, John S J Batafor dan beberapa relawan, wanita paruh baya ini mengungkapkan keluh kesahnya.

Dia menangis, sambil menggendong anaknya. Di halaman depan Taman Daun, saat hari sudah mulai gelap, Maria mengisahkan bahwa dia tidak memiliki rumah sejak dipulangkan Pemerintah Kabupaten Lembata dari kantor Camat Nubatukan beberapa hari yang lalu.

Warga Amakaka, Kecamatan Ile Ape Timur ini merupakan penyintas banjir bandang dan longsor yang merenggut 68 korban jiwa dan menghancurkan ratusan rumah di Kabupaten Lembata awak april lalu. Suami dari ibu tiga orang anak ini masih berada di perantauan, tepatnya di Samarinda, Kalimantan Timur.

Pulang ke Desa Amakaka bukan pilihan tepat baginya, saat semua warga di desa ini memilih tinggal di kebun. Maria tidak punya gubuk di kebunnya.

Untuk sementara dia bersama ketiga orang anaknya tinggal di rumah kakak iparnya yang berada di Lamahora. Ukuran rumah ini tidak cukup untuk dia dan anak-anak. “Kalau di kebun saya bisa lebih nyaman urus anak-anak sambil kerja kebun,” ungkap Maria.

Maria memilih untuk meninggalkan pengungsian, saat diberikan dua pilihan oleh pemerintah yakni pulang ke rumah atau menetap di posko pengungsi kantor Camat Nubatukan yang berada di Lewoleba, Ibukota Kabupaten Lembata.

RelatedPosts

Polres Lembata Tindaklanjuti Aduan UMKM Soal Retribusi Ayam Beku

April 2, 2026

Polres Lembata Gandeng Pengelola SPBU Balauring Jaga Stabilitas Kamtibmas

April 2, 2026

“Semua orang memilih pulang, tidak mungkin saya sendiri di pengungsian. Kalau dikasih pilihan begitu, saya pasti memilih untuk pulang meski susah,” ungkap Maria.

John Batafor malam itu juga berjanji akan membangun rumah hunian sementara bagi Maria di kebunnya. Hanya John memastikan, pilihan Maria menetap di kebun adalah keputusan yang tepat dan tidak berubah.

Kebetulan, saat itu Relawan Komunitas Taman Daun juga sedang membangun 41 unit rumah hunian sementara di Waisesa bagi para penyintas. Wilayah Waisesa juga jadi kawasan relokasi warga korban banjir bandang dan longsor dari beberapa desa.

John dan relawan komunitas Taman Daun lainnya selalu mengedepankan spirit gemohing untuk membantu para penyintas. “Kami siapkan material untuk bangunan seperti balok, usul, tripleks, seng dan lain-lain, nanti bapa, mama mereka ajak keluarga yang tukang untuk kita kerjakan sama-sama,” kata John disanggupi Maria dan kakak iparnya.

John menambahkan bahwa semua unit rumah yang dibangun, akan segera diisi dengan Solar Cell sebagai alat bantu penerangan, “dan kebutuhan lain yang membutuhkan tenaga listrik,” ungkapnya.

Relawan Taman Daun mendirikan rumah hunian sementara untuk Maria Gunu, warga desa Amakaka di wilayah kebun warga Waisesa / Foto : Istimewa

Rabu, 19 Mei 2021, secara gemohing, Komunitas Relawan Taman Daun bersama hampir rampung mengerjakan rumah hunian sementara bagi Maria dan tiga orang anaknya.

Apa yang dikhawatirkan John sebelumnya terbukti. Bisa jadi Maria bukan satu-satunya penyintas yang memiliki nasib yang sama setelah dipulangkan dari posko pengungsian. Menurut John, setiap penyintas punya beban yang berbeda saat meninggalkan pengungsian.

Tidak semua penyintas juga berani menceritakan keluh kesahnya seperti ibu Maria. “Lebih ekstrimnya lagi, tidak semua orang punya keluarga dan tidak bisa berkeluh kesah. Dan kita tidak tahu kondisi mereka,” ungkap John.

Pemerintah Kabupaten Lembata menurut John, harusnya memastikan penyintas tidak mengalami kesulitan saat mereka pulang ke rumah. John berharap agar hal yang terjadi pada Maria ini tidak terjadi lagi bagi para pengungsi lainnya.

“Mulai dari dimana mereka tinggal, dengan siapa, apa kebutuhan mereka untuk sementara waktu. Ini harus benar-benar dipastikan agar mereka tidak menghadapi persoalan baru saat keluar dari pengungsian,” imbuhnya.

Pemerintah Kabupaten Lembata dalam beberapa waktu belakangan telah memulangkan pengungsi dari desa Waimatan yang berada di posko SMP St Pius Lewoleba, dan pengungsi asal desa Lamagute dan Amakaka di posko Kantor Camat Nubatukan.

Sementara itu, para penyintas asal desa Lamawolo saat ini masih bertahan di posko SMP Negeri 1 Nubatukan. (Red)

Related Posts

Polres Lembata Tindaklanjuti Aduan UMKM Soal Retribusi Ayam Beku

April 2, 2026

LEMBATA – Unit I Sat Intelkam Polres Lembata melakukan langkah penggalangan dengan Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Lembata, Abdurrahman Muhammad,...

Polres Lembata Gandeng Pengelola SPBU Balauring Jaga Stabilitas Kamtibmas

April 2, 2026

LEMBATA – Dalam rangka menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), Unit II Sat Intelkam Polres Lembata melakukan pertemuan dengan...

Polres Lembata Ajak Pelaku Usaha Olahan Tuna Cegah Pencemaran Lingkungan

April 2, 2026

LEMBATA – Pada Jumat, 30 Januari 2026 sekitar pukul 10.00 WITA, Unit II Sat Intelkam Polres Lembata melaksanakan kegiatan wawancara...

PT Indofish Makmur Sejati Bantah Monopoli Pasar Ikan di Lembata

PT Indofish Makmur Sejati Bantah Monopoli Pasar Ikan di Lembata

March 19, 2026

LEMBATA – Pihak PT Indofish Makmur Sejati (IMS) membantah tudingan bahwa mereka memonopoli pasar ikan di Kabupaten Lembata, termasuk dugaan...

Bupati Lembata Tekankan Perencanaan Pembangunan yang Komprehensif, Adaptif, dan Partisipatif dalam Forum RKPD 2027

March 12, 2026

LEMBATA - Bupati Lembata Petrus Kanisius Tuaq secara resmi membuka Forum Perangkat Daerah/Lintas Perangkat Daerah Rancangan RKPD Kabupaten Lembata Tahun...

Hadiri Peresmian Kantor Terminal Point Pelni, Bupati Lembata : Penguatan Konektivitas Merupakan Kebutuhan Daerah

March 12, 2026

LEMBATA - Bupati Lembata Petrus Kanisius Tuaq turut menghadiri peresmian Kantor Terminal Point PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) di Lewoleba,...

Next Post
Teater Murin Boleng Hadirkan Literasi Budaya Dalam Kehidupan Masyarakat

Teater Murin Boleng Hadirkan Literasi Budaya Dalam Kehidupan Masyarakat

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Polres Lembata Gandeng Pengelola SPBU Balauring Jaga Stabilitas Kamtibmas

3 days ago

Polres Lembata Ajak Pelaku Usaha Olahan Tuna Cegah Pencemaran Lingkungan

3 days ago

Cerita Anggota Koperasi TKBM Pelabuhan Lewoleba yang Dapat Penghargaan saat RAT

1 week ago
PT Indofish Makmur Sejati Bantah Monopoli Pasar Ikan di Lembata

PT Indofish Makmur Sejati Bantah Monopoli Pasar Ikan di Lembata

2 weeks ago

Polres Lembata Lakukan Penggalangan Jelang Perayaan Paskah 2026

3 weeks ago

Polres Lembata Lakukan Penggalangan Jelang Idul Fitri 1447 H

3 weeks ago
Tobotani Terima MBG 3T, Sambil Menanti Pembangunan Infrastruktur Dasar

Tobotani Terima MBG 3T, Sambil Menanti Pembangunan Infrastruktur Dasar

3 weeks ago

Popular News

  • Cerita Anggota Koperasi TKBM Pelabuhan Lewoleba yang Dapat Penghargaan saat RAT

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bupati Lembata : Eksplorasi Budaya Bawa Pesan Kejujuran untuk Anak Cucu & Lewotana

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pre – Launching Pustaka Bambu Jadi Jembatan Masa Depan Anak-anak di Adonara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tobotani Terima MBG 3T, Sambil Menanti Pembangunan Infrastruktur Dasar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dinkes Lembata Gelar Sosialisasi dan Anjangsana ke Tokoh Agama Sambut Hari AIDS Sedunia 1 Desember

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Produktivitas Sorgum di Lembata Meningkat Tapi Tidak Didukung Alsintan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Connect with us

Kirim E-mail :

Untuk kritik, saran dan pertanyaan lainnya, silahkan kirim pesan anda untuk BentaraNet di bentara.redaksi01@gmail.com

Site Links

  • Log in
  • Entries feed
  • Comments feed
  • WordPress.org

About Us

Kami menyajikan berita akurat, mendalam dan edukatif untuk anda.

  • About
  • Redaksi & Contact
  • Advertise

© 2023 - Bentara.net

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
Sign In with Linked In
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Polkam
  • Ekbis
  • Hukrim
  • BudPar
  • Humaniora
  • Kesehatan
  • Pendidikan

© 2023 - Bentara.net