• About
  • Redaksi & Contact
  • Advertise
Friday, January 16, 2026
  • Login
No Result
View All Result
NEWSLETTER
Bentara
  • Home
  • Polkam
  • Ekbis
  • Hukrim
  • BudPar
  • Humaniora
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Home
  • Polkam
  • Ekbis
  • Hukrim
  • BudPar
  • Humaniora
  • Kesehatan
  • Pendidikan
No Result
View All Result
Bentara
No Result
View All Result
Home Flotim

Ritual Melepas Pergi Arwah dan Mensyukuri Hasil Panen Etnis Boru

by Redem Welan
in Flotim
0
Ritual Beda Ramut yang dilaksanakan masyarakat etnis Boru Kedang, Kecamatan Wulanggitaang, Kabupaten Flores Timur (Foto : BentaraNet/Redem Welan)

Ritual Beda Ramut yang dilaksanakan masyarakat etnis Boru Kedang, Kecamatan Wulanggitaang, Kabupaten Flores Timur (Foto : BentaraNet/Redem Welan)

0
SHARES
683
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Boru Kedang – Ada yang unik dari Flores Timur yang nota bene dihuni oleh etnis Lamaholot. Namun begitu, ada etnis lain yang terletak di Kecamatan Wulanggitang yang dikenal dengan Etnis Boru Kedang atau Boruk Tana Bojang.

Etnis tersebut merupakan salah satu etnis di Flores Timur, NTT. Yang unik dari etnis ini ialah melakukan ritual melepas pergi arwah yang telah meninggal dan mensyukuri hasil panen. Ritual tersebut dalam bahasa setempat disebut Beda Ramut.

Ritual Beda Ramut merupakan ritual yang memiliki makna sebagai ungkapan rasa syukur atas nikmat hasil panen kepada Sang Pencipta yang disebut sebagai Ina Nian Tanah atau Lera Wulan Tana Ekan, dan penghormatan kepada leluhur yang disebut sebagai Blupur Hutu Gete Lima.

Selain itu, pada ritual tersebut dilakukan penghantaran arwah keluarga yang meninggal ke alam nirwana. Menurut keyakinan etnis Boru bahwa, setelah seseorang dalam suku meninggal dunia, arwahnya masih berada dan tinggal bersama keluarga.

Kali ini ritual penuh khidmat dan kebersamaan itu digelar oleh Suku Mau di Lokasi Kebun Suku Mau di Desa Boru Kedang, Kecamatan Wulanggitang, Kabupaten Flores Timur, Jumat (21/8/2020).

Ritual ini melibatkan semua pemangku adat Etnis Boru serta para tamu undangan. Turut hadir dalam upacara tersebut, Kepala Desa Boru Kedang, Polin Liwu, Camat Wulanggitang, Ignasius Ero Ama, Anggota DPRD Flores Timur dari Fraksi PDIP, Kusno Wada dan para biarawan.

Para tetua saling sahut menyahut melantunkan doa dengan syair-syair adat. Suasananya terasa sangat khidmat dan sakral. Setelah melantunkan doa, satu per satu hewan kurban pun disembelih.

RelatedPosts

Pemda Lembata Diminta Hapus Kebijakan Pembatasan Ayam Beku di Tengah Kesulitan Dapur MBG

January 15, 2026

Dapur MBG di Lembata Kesulitan Bahan Baku, Terutama Daging Ayam

January 15, 2026

Generasi Muda Pemerhati Budaya Etnis Boru, Pangkrasius Gala Liwu pada kesempatan tersebut menerangkan ritual tersebut didahului dengan proses menggoreng padi, menumbuk untuk dijadikan emping.

Pada proses ini juga dilaksanakan ritus mengundang dan meminta restu leluhur untuk hadir bersama pada kegiatan tersebut. Pada proses ini ritual perdamaian pun dilakukan dengan menyantap sirih pinang yang disebut Ea Wua Ta’a, ritual perdamaian dan pemersatu Etnis Boru.

Ditambahkannya, daging disertai dengan emping dibagikan kepada segenap sanak saudara serta tamu dan warga suku yang hadir dalam ritual tersebut. Emping dan daging tersebut disimpan dalam sebuah wadah dari daun yang disebut sebagai Mumet atau Teet.

Pangkrasius mengajak generasi muda agar tetap melastirakan ritual tersebut, sebagai wujud syukur terhadap Sang Pencipta, luluhur dan sebagai wujud nasionalisme kepada bangsa dan tanah air Indonesia.

“Saya mengajak kepada generasi muda, bahwa kita berbudaya, kita mempunyai religius, kita mempunyai harga diri. harus berpegang teguh terhadap budaya kita. Tradisi ini tidak boleh punah. Mari kita ikuti proses ini, kita pelajari, kita hayati. Budaya ini hidup dan tumbuh di bumi kita sendiri,” ajak Pangkrasius.

Pada kesempatan yang sama Camat Wulanggitang, Ignasius Ero Ama mengapresiasi ritual tersebut yang masih dijaga baik hingga kini.

“Pemerintah tentunya sangat mengapresiasi terhadap pelaksanaan ritus tersebut. Walaupun kita dengan perkembangan global tetapi ritus ini masih tetap dipertahankan. Untuk generasi muda, mari kita lestarikan budaya ini sehingga tidak tergerus oleh arus global,” kata Ignasius.

Related Posts

Serahkan Bantuan CSR ke Polres Flotim, Bentuk Nyata Tanggung Jawab Sosial BRI Cabang Larantuka

September 12, 2022

Larantuka - Dalam rangka mewujudkan tanggung jawab sosial kepada masyarakat Flores Timur, Bank Rakyat Indonesia (BRI) melalui Kantor Cabang Larantuka...

Pemda Flotim Diminta Pantau Harga BBM Jenis Pertalite

September 5, 2022

Larantuka - Sejumlah Warga di kota Larantuka, Kabupaten Flores Timur, Selasa, 2 September 2022 secara tegas meminta Penjabat Bupati Flores...

Flotim Belum Dapat Akreditasi, My Pertamina Tak Dapat Diberlakukan

August 31, 2022

Larantuka - Wacana pemberlakuan My Pertamina secara Nasional sejak 01 September 2022 guna memastikan penyaluran BBM bersubsidi jenis Pertalite dan...

Ini Kronologi Pembunuhan di Solor – Flotim, Suami Sering Aniaya dan Ancam Bunuh Istri

August 29, 2022

Larantuka - Kejadian nahas pembunuhan di Desa Lemanu, Kecamatan Solor Selatan, Kabupaten Flores Timur, dipicu pertengkaran yang terjadi antara pasangan...

Ini Tanggapan Koni Flotim Terkait Anggaran Nol Rupiah di Kas Askab

August 19, 2022

Larantuka - Polemik yang dihadapi Asosiasi Kabupaten Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (ASKAB PSSI) Flores Timur terkait tidak adanya anggaran...

Soal Lambang Garuda Terbalik, Dandim Flotim : Tidak Ada Unsur Sengaja

August 18, 2022

Larantuka - Polemik lambang Garuda terbalik saat apel hari ulang tahun (HUT) ke 77 Kemerdekaan Republik Indonesia telah diselidiki oleh...

Next Post

Dekatkan Pelayanan ke Anggota, KSP Kopdit Ankara Buka TP di Waiwadan

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Dapur MBG di Lembata Kesulitan Bahan Baku, Terutama Daging Ayam

21 hours ago

Dapur MBG 03 Lembata Diresmikan, Jadi SPPG Contoh Capai Target Indonesia Emas 2045

2 days ago

Ini Proyeksi Pendapatan Rumah Walet di Kawasan Wisata Bukit Cinta

5 days ago

Bangun Rumah Walet di Bukit Cinta, Bukti Pemda Lembata Gagal Kembangkan Pariwisata

6 days ago

Lima kali bukan kebetulan: PN Lembata kembali percayakan Posbakum ke LBH SIKAP

6 days ago
Kadis PMD Lembata Sebut Visi-Misi Kepala Desa Tidak Terganggu Akibat Dana Desa Terkoreksi. Ini Penjelasannya!

Kadis PMD Lembata Sebut Visi-Misi Kepala Desa Tidak Terganggu Akibat Dana Desa Terkoreksi. Ini Penjelasannya!

6 days ago

Dana Desa 2026 di Lembata Terkoreksi, Ada Desa yang Hanya Dapat Rp 219 Juta

1 week ago

Popular News

  • Dapur MBG 03 Lembata Diresmikan, Jadi SPPG Contoh Capai Target Indonesia Emas 2045

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bangun Rumah Walet di Bukit Cinta, Bukti Pemda Lembata Gagal Kembangkan Pariwisata

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dapur MBG di Lembata Kesulitan Bahan Baku, Terutama Daging Ayam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ini Proyeksi Pendapatan Rumah Walet di Kawasan Wisata Bukit Cinta

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemda Lembata Diminta Hapus Kebijakan Pembatasan Ayam Beku di Tengah Kesulitan Dapur MBG

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kadis PMD Lembata Sebut Visi-Misi Kepala Desa Tidak Terganggu Akibat Dana Desa Terkoreksi. Ini Penjelasannya!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Connect with us

Kirim E-mail :

Untuk kritik, saran dan pertanyaan lainnya, silahkan kirim pesan anda untuk BentaraNet di bentara.redaksi01@gmail.com

Site Links

  • Log in
  • Entries feed
  • Comments feed
  • WordPress.org

About Us

Kami menyajikan berita akurat, mendalam dan edukatif untuk anda.

  • About
  • Redaksi & Contact
  • Advertise

© 2023 - Bentara.net

No Result
View All Result
  • Home
  • Polkam
  • Ekbis
  • Hukrim
  • BudPar
  • Humaniora
  • Kesehatan
  • Pendidikan

© 2023 - Bentara.net

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
Sign In with Linked In
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In