• About
  • Redaksi & Contact
  • Advertise
Friday, April 3, 2026
  • Login
No Result
View All Result
NEWSLETTER
Bentara
  • Home
  • Polkam
  • Ekbis
  • Hukrim
  • BudPar
  • Humaniora
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Home
  • Polkam
  • Ekbis
  • Hukrim
  • BudPar
  • Humaniora
  • Kesehatan
  • Pendidikan
No Result
View All Result
Bentara
No Result
View All Result
Home Uncategorized

Lagi, Bapak Tiri di Bour Tega Setubuhi Dua Anak di Bawah Umur

by BentaraNet
in Uncategorized
0
Ilustrasi / Sumber : bangsaonline.com

Ilustrasi / Sumber : bangsaonline.com

0
SHARES
326
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Bour – Entah apa yang merasuki SM (46) hingga tega setubuhi dua anak tirinya yang masih di bawah umur. Perilaku tak terpuji ini baru terbongkar belakangan setelah korban yang baru berusia 13 dan 15 tahun itu menceritakan perbuatan bejat ayah tiri mereka kepada keluarga.

Awalnya kedua korban tinggal bersama pelaku dan ibu kandung mereka di Desa Bour, Kecamatan Nubatukan Kabupaten Lembata. Namun karena sudah tidak merasa nyaman dan takut dengan tindakan asusila yang diperbuat ayah tiri mereka, keduanya enggan pulang kembali ke rumah dan lebih memilih tinggal di rumah opa dan oma mereka sejak Maret 2020 silam.

Keluarga dan korban pun mengadukan tindakan asusila ini pertama kali ke pihak LSM Permata yang selama ini giat mendampingi korban kekerasan terhadap perempuan dan anak pada Kamis (3/9/2020).

LSM Permata pun langsung mendampingi korban dan keluarga melapor kasus pidana ini ke Mapolres Lembata hari itu juga. Tak butuh waktu lama, polisi langsung meringkus pelaku di kediamannya di Desa Bour untuk ditahan.

ML (37), istri pelaku dan ibu kandung korban, kaget dengan kehadiran polisi yang datang ke rumah mereka hari kamis petang itu. Dia juga baru tahu kalau suaminya itu telah melakukan persetubuhan terhadap dua orang anaknya yang masih duduk di bangku SMP Kelas 1 dan SD Kelas 6 itu saat polisi datang.

Selama ini dia tidak punya kecurigaan sedikitpun terhadap gelagat pelaku dan korban.

ML mengakui dua orang anaknya itu memang lebih memilih tinggal di rumah Opa dan Oma mereka ketimbang kembali ke rumah. Dia tak tahu alasannya. Namun korban memang juga takut menceritakan perbuatan bejat sang ayah kepada ibu mereka.

RelatedPosts

Eman Ubuq Dorong Penguatan Lembaga Adat untuk Cegah Pergaulan Bebas & Perkawinan Anak

Eman Ubuq Dorong Penguatan Lembaga Adat untuk Cegah Pergaulan Bebas & Perkawinan Anak

July 24, 2025
Kasus Persekusi Anak di Lembata: Terdakwa Divonis 9 Bulan Penjara, Lebih Tinggi dari Tuntutan Jaksa

Kasus Persekusi Anak di Lembata: Terdakwa Divonis 9 Bulan Penjara, Lebih Tinggi dari Tuntutan Jaksa

July 24, 2025

Saat polisi datang, pelaku sempat meminta maaf kepada ML. Namun ML tidak memberi maaf kepada pelaku.

“Engko minta maaf itu sudah terlambat karena engko tidak ingat saya, engko tidak ingat anak-anak. Engko sudah janji mau jaga mereka,” tutur ML dengan wajah memelas saat ditemui Pos Kupang di Sekretariat Permata, Waikomo, Jumat (4/9/2020).

“Saya juga tidak pernah punya pikiran terjadi seperti itu,” tambahnya.

Tindakan SM memang sudah di luar batas kewajaran. Seturut pengakuan korban, pelaku sudah melakukan perbuatan bejatnya itu berulang kali sejak akhir tahun 2017.

“Setiap kali lihat bapak itu mereka jengkel dan takut,” tambah Maria Loka dari LSM Permata.

ML tinggal bersama dengan pelaku sejak tahun 2015. Dari pernikahan sebelumnya, ML punya lima orang anak. Empat orang anaknya ikut dengannya tinggal di Desa Bour bersama ayah tiri mereka atau suami kedua ML.

Di Bour mereka hidup sebagai petani sayur. Selain untuk bertahan hidup, penghasilan dari jualan sayur juga untuk membiayai sekolah anak-anak yang masih kecil-kecil termasuk dua korban persetubuhan itu. ML sekarang juga dalam keadaan hamil besar.

Usia kehamilannya sudah sembilan bulan dan diperkirakan akhir September atau awal Oktober tahun ini sudah melahirkan.

“Saya minta dia tetap diproses saja. Tapi minggu depan saya minta dia tahanan luar dulu karena saya sementara hamil 9 bulan. Saya mau partus pasti butuh biaya,” kata ML.

Sementara itu, Ketua LSM Permata, Maria Loka mengatakan anak selalu menjadi korban dari orangtua yang bercerai (broken home). Anak-anak dibiarkan terlantar dan akhirnya menjadi korban persetubuhan.

Tahun ini, kasus kekerasan seksual terhadap anak dan perempuan di Lembata memang sangat tinggi. Kasus kekerasan seksual yang terdata di LSM Permata sudah di atas 10 kasus. Jumlah ini dipastikan jauh lebih sedikit jika dibandingkan dengan kasus yang sudah diproses di Polres Lembata.

“Data kita sampai hari ini perkawinan anak ada 38 kasus. 23 kasus HIV/Aids anak di Lembata. Kasus kekerasan tahun ini sangat tinggi. Penelantaran saja di atas 20 kasus,” papar Maria Loka didampingi staf LSM Permata Hengki Keraf.

Mirisnya, pelaku kasus kekerasan anak merupakan orang-orang terdekat korban.

Dihubungi terpisah, Kapolres Lembata AKBP Yoce Marthen melalui Kasat Reskrim Iptu Komang Sukamara menjelaskan sesuai Undang-Undang Perlindungan Anak pelaku bisa dijerat ancaman hukuman sepuluh tahun penjara.

Pelaku sudah langsung ditahan saat korban dan keluarga melapor. Setelah diambil keterangan pada Jumat kemarin, status pemeriksaannya sudah sidik.

“Kita masih sinkronkan keterangan saksi-saksi dan hasil visum,” tambahnya.

Komang Sukamara menuturkan pelaku melakukan persetubuhan anak di bawah umur. Istri pelaku saat ini juga sementara mengandung anak kedua dari hidup bersama pelaku.

Dia mengakui kasus kekerasan anak di bawah umur di Kabupaten Lembata cukup tinggi.
“Kemarin kita tangani 5 kasus dan kita sudah naikan semua. Yang sekarang tahanan sudah empat laporan yang sudah kita naikan dari kasus kekerasan terhadap anak,” ujarnya. (*/red)

Tags: Kekerasan SeksualKekerasan Terhadap AnakKekerasan Terhadap Perempuan

Related Posts

Polres Lembata Tindaklanjuti Aduan UMKM Soal Retribusi Ayam Beku

April 2, 2026

LEMBATA – Unit I Sat Intelkam Polres Lembata melakukan langkah penggalangan dengan Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Lembata, Abdurrahman Muhammad,...

Polres Lembata Gandeng Pengelola SPBU Balauring Jaga Stabilitas Kamtibmas

April 2, 2026

LEMBATA – Dalam rangka menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), Unit II Sat Intelkam Polres Lembata melakukan pertemuan dengan...

Polres Lembata Ajak Pelaku Usaha Olahan Tuna Cegah Pencemaran Lingkungan

April 2, 2026

LEMBATA – Pada Jumat, 30 Januari 2026 sekitar pukul 10.00 WITA, Unit II Sat Intelkam Polres Lembata melaksanakan kegiatan wawancara...

PT Indofish Makmur Sejati Bantah Monopoli Pasar Ikan di Lembata

PT Indofish Makmur Sejati Bantah Monopoli Pasar Ikan di Lembata

March 19, 2026

LEMBATA – Pihak PT Indofish Makmur Sejati (IMS) membantah tudingan bahwa mereka memonopoli pasar ikan di Kabupaten Lembata, termasuk dugaan...

Bupati Lembata Tekankan Perencanaan Pembangunan yang Komprehensif, Adaptif, dan Partisipatif dalam Forum RKPD 2027

March 12, 2026

LEMBATA - Bupati Lembata Petrus Kanisius Tuaq secara resmi membuka Forum Perangkat Daerah/Lintas Perangkat Daerah Rancangan RKPD Kabupaten Lembata Tahun...

Hadiri Peresmian Kantor Terminal Point Pelni, Bupati Lembata : Penguatan Konektivitas Merupakan Kebutuhan Daerah

March 12, 2026

LEMBATA - Bupati Lembata Petrus Kanisius Tuaq turut menghadiri peresmian Kantor Terminal Point PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) di Lewoleba,...

Next Post

Perlu Ada Perda Penyertaan Modal Koperasi untuk Pulihkan Ekonomi Masyarakat

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Polres Lembata Gandeng Pengelola SPBU Balauring Jaga Stabilitas Kamtibmas

2 days ago

Polres Lembata Ajak Pelaku Usaha Olahan Tuna Cegah Pencemaran Lingkungan

2 days ago

Cerita Anggota Koperasi TKBM Pelabuhan Lewoleba yang Dapat Penghargaan saat RAT

6 days ago
PT Indofish Makmur Sejati Bantah Monopoli Pasar Ikan di Lembata

PT Indofish Makmur Sejati Bantah Monopoli Pasar Ikan di Lembata

2 weeks ago

Polres Lembata Lakukan Penggalangan Jelang Perayaan Paskah 2026

2 weeks ago

Polres Lembata Lakukan Penggalangan Jelang Idul Fitri 1447 H

2 weeks ago
Tobotani Terima MBG 3T, Sambil Menanti Pembangunan Infrastruktur Dasar

Tobotani Terima MBG 3T, Sambil Menanti Pembangunan Infrastruktur Dasar

2 weeks ago

Popular News

  • Cerita Anggota Koperasi TKBM Pelabuhan Lewoleba yang Dapat Penghargaan saat RAT

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bupati Lembata : Eksplorasi Budaya Bawa Pesan Kejujuran untuk Anak Cucu & Lewotana

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tobotani Terima MBG 3T, Sambil Menanti Pembangunan Infrastruktur Dasar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dinkes Lembata Gelar Sosialisasi dan Anjangsana ke Tokoh Agama Sambut Hari AIDS Sedunia 1 Desember

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sat Intelkam Polres Lembata Lakukan Pertemuan Terkait Dukungan Program Makan Bergizi Gratis

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pre – Launching Pustaka Bambu Jadi Jembatan Masa Depan Anak-anak di Adonara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Connect with us

Kirim E-mail :

Untuk kritik, saran dan pertanyaan lainnya, silahkan kirim pesan anda untuk BentaraNet di bentara.redaksi01@gmail.com

Site Links

  • Log in
  • Entries feed
  • Comments feed
  • WordPress.org

About Us

Kami menyajikan berita akurat, mendalam dan edukatif untuk anda.

  • About
  • Redaksi & Contact
  • Advertise

© 2023 - Bentara.net

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
Sign In with Linked In
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Polkam
  • Ekbis
  • Hukrim
  • BudPar
  • Humaniora
  • Kesehatan
  • Pendidikan

© 2023 - Bentara.net