LEWOLEBA – Bupati Lembata, Petrus Kanisius Tuaq, menyambut langsung sandarnya perdana KM Lawit di Pelabuhan Lewoleba, Kamis (22/1/2026). Kehadiran kapal milik PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) itu disebut sebagai tonggak penting bagi peningkatan konektivitas wilayah kepulauan tersebut.
Bupati Kanisius Tuaq hadir bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pimpinan OPD, serta sejumlah pejabat teknis pelabuhan. Prosesi penyambutan dilakukan secara adat dengan pengalungan selendang tenun khas Lembata kepada nahkoda kapal sebagai simbol penerimaan resmi masyarakat.
Dalam sambutannya, Bupati menegaskan bahwa masuknya KM Lawit ke Pelabuhan Lewoleba merupakan hasil dari upaya panjang pemerintah daerah dalam memperjuangkan tambahan rute pelayaran nasional.
“Hari ini kita patut bersyukur. Sandarnya KM Lawit di Lewoleba menjadi bukti bahwa Lembata semakin diperhitungkan dalam peta pelayaran nasional,” ujar Kanisius Tuaq.
Ia menegaskan bahwa kehadiran kapal tersebut bukan sekadar seremoni, melainkan harus dimaknai sebagai peluang strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
“Konektivitas adalah kunci. Dengan terbukanya akses laut yang lebih luas, mobilitas masyarakat akan semakin lancar, distribusi barang lebih mudah, dan sektor perdagangan serta pariwisata akan ikut tumbuh,” katanya.
Menurut dia, sebagai daerah kepulauan, Lembata sangat bergantung pada transportasi laut. Karena itu, pemerintah daerah berkomitmen untuk terus memperkuat kerja sama dengan Pelni agar pelayanan dapat berjalan rutin dan berkelanjutan.
“Kami berharap kehadiran KM Lawit ini tidak hanya bersandar hari ini, tetapi menjadi layanan tetap yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat Lembata,” tegasnya.
Bupati juga mengajak masyarakat untuk menjaga fasilitas pelabuhan dan memanfaatkan peluang tersebut secara produktif.
“Ini momentum bagi kita semua. Mari kita jaga bersama dan kita manfaatkan untuk kemajuan Lembata,” pungkasnya. (BN/001)
















