LEWOLEBA – Pemerintah Kabupaten Lembata bersama sejumlah investor menggelar pertemuan di Ruang Rapat Bupati untuk membahas pengembangan industri garam dan perikanan di daerah tersebut, Rabu (22/1/2026). Pertemuan ini dipimpin langsung oleh Bupati Petrus Kanisius Tuaq dan dihadiri oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait serta tim investor yang meninjau potensi kawasan tambak garam dan perikanan selama dua hari.
Dalam diskusi itu, para investor menyampaikan sejumlah tantangan serta kebutuhan teknis untuk mendukung pengembangan sektor ini, termasuk reaktivasi Pelabuhan Jober untuk mendukung aktivitas bongkar muat serta jalur khusus dari kawasan industri ke pelabuhan guna mengantisipasi peningkatan volume produksi.
Bupati Kanisius Tuaq menegaskan bahwa pengembangan industri lokal tidak bisa dijalankan oleh satu pihak saja dan membutuhkan kerja sama yang kuat antara pemerintah, investor, dan masyarakat.
“Keberhasilan pengembangan industri garam dan perikanan di Lembata tidak bisa ditanggung sepenuhnya oleh perusahaan saja. Kita perlu kolaborasi erat antara pemerintah daerah, investor, dan masyarakat agar ekosistem yang mendukung tercipta,” ujar Tuaq.
Ia juga menyoroti sejumlah potensi besar Kabupaten Lembata, seperti sumber daya alam yang melimpah, tenaga kerja lokal, serta kondisi alam yang mendukung produksi garam konsumsi. Pemerintah daerah berkomitmen memberikan dukungan maksimal, termasuk mempercepat proses perizinan, kejelasan status lahan, serta akses infrastruktur pendukung.
Selain itu, Bupati Tuaq menekankan pentingnya pelibatan masyarakat lokal dalam rantai nilai industri ini, termasuk pelaku usaha kecil, ibu rumah tangga, dan kelompok masyarakat lainnya dalam distribusi dan pengolahan produk garam dan hasil perikanan guna meningkatkan pendapatan keluarga serta menciptakan ekonomi yang berkelanjutan.
Pertemuan ini menjadi langkah awal untuk memperkuat kerja sama antara sektor publik dan swasta dalam mewujudkan potensi ekonomi berbasis sumber daya lokal yang dimiliki Kabupaten Lembata.














