• About
  • Redaksi & Contact
  • Advertise
Thursday, January 15, 2026
  • Login
No Result
View All Result
NEWSLETTER
Bentara
  • Home
  • Polkam
  • Ekbis
  • Hukrim
  • BudPar
  • Humaniora
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Home
  • Polkam
  • Ekbis
  • Hukrim
  • BudPar
  • Humaniora
  • Kesehatan
  • Pendidikan
No Result
View All Result
Bentara
No Result
View All Result
Home Headline

Penyintas Banjir Bandang dan Longsor di Lembata Kesulitan Air Bersih

by BentaraNet
in Headline
0
Para penyintas banjir bandang dan longsor di lokasi pengungsian Waisesa. Mereka bertahan di kebun-kebun dan mengalami krisis air bersih / Foto : BentaraNet

Para penyintas banjir bandang dan longsor di lokasi pengungsian Waisesa. Mereka bertahan di kebun-kebun dan mengalami krisis air bersih / Foto : BentaraNet

0
SHARES
182
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Lewoleba – Sebagian penyintas banjir bandang dan longsor akibat siklon tropis seroja di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur saat ini masih berada di lokasi pengungsian yang berada di kebun-kebun.

Mereka bertahan sambil menunggu hunian tetap di relokasi pemukiman Waisesa, Podu dan Tanah Merah.

Di tengah kondisi yang sulit, mereka tetap bertahan di pondok-pondok darurat sekitar lokasi pemukiman ini. Ironinya sampai saat ini mereka masih mengalami kesulitan air bersih untuk kebutuhan memasak, minum dan MCK.

Mereka harus mengeluarkan uang sebesar Rp 15 ribu untuk mendapatkan bantuan air bersih. Itu pun hanya cukup untuk memasak dan minum.

Sedangkan untuk mandi dan mencuci mereka hanya mengandalkan air payau yang berbahaya bagi kesehatan anak-anak mereka. Bantuan air bersih yang sering mereka peroleh kini tidak mereka dapatkan lagi.

“Air itu tiga hari yang lalu kami beli satu drum Rp 15 ribu. Kami keluarga besar jadi satu minggu tidak sampai, hanya dua sampai tiga hari. Ada anak kecil untuk mandi, (kalau air sumur) dia rasa asin. Buat masak juga cepat habis,” kata Dominika Deram kepada BentaraNet di lokasi pengungsian Waisesa, Jumat (6/8/2021).

Dominika mengatakan, saat ini mereka sudah tidak lagi mendapatkan bantuan air minum. Padahal saat ini mereka hanya mengandalkan hasil kebun berupa jagung untuk mendapatkan uang.

RelatedPosts

Kampus INF Nagekeo Kirim Relawan Bantu Pencarian Korban Banjir di Mauponggo

September 10, 2025

Banjir Terjang Mauponggo: 3  Meninggal Dunia 4 Hilang

September 9, 2025

Hal yang sama juga dikatatakan pengungsi lainnya, Maria Isabela Sabut, warga Desa Tanjung Batu, Kecamatan Ile Ape yang saat ini mengungsi di Waisesa.

“Uang untuk beli air kami dapat dari jualan hasil kebun seperti jagung. Sedikit-sedikit. Biasanya kami jual dengan harga Rp 200-300 ribu. Nanti kita pakai untuk beli beras , sabun, gula pasir, kopi dan iuran sekolah anak-anak. Sisanya untuk beli air,” kata Maria.

“Kalau dari sumur bisa untuk mandi. Sumur bor kami pakai untuk mandi, untuk masak tidak bisa. Kalau minum air dari sumur bor berarti langung kita dapat batuk berkepanjangan. Airnya asin,” kata Maria.

Dominika dan Maria terus berharap pemerintah tetap memerhatikan mereka selama masih berada di pengungsian. Pemerintah saat ini sedang menyiapkan 700 unit hunian tetap di tiga tempat relokasi untuk para penyintas. (Red)

Tags: banjir bandang

Related Posts

Dapur MBG di Lembata Kesulitan Bahan Baku, Terutama Daging Ayam

January 15, 2026

LEMBATA - Sejumlah dapur dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Lembata mengalami kesulitan memperoleh bahan baku makanan, terutama...

LBH SIKAP Sarankan Aty Toja Tempuh Jalur Hukum, Soal Pemberhentian Dirinya Sebagai Kapus Loang

LBH SIKAP Sarankan Aty Toja Tempuh Jalur Hukum, Soal Pemberhentian Dirinya Sebagai Kapus Loang

October 19, 2025

LEMBATA – Pemberhetian Fransiska Listiyanti Toja atau Aty Toja sebagai Kepala Puskesmas Loang, Kecamatan Nagawutung oleh Bupati Lembata Petrus Kanisius...

Gelombang Dukungan Petisi Tolak Pemecatan Kompol Kosmas Capai 84 Ribu Tanda Tangan

Gelombang Dukungan Petisi Tolak Pemecatan Kompol Kosmas Capai 84 Ribu Tanda Tangan

September 4, 2025

JAKARTA – Dukungan publik terhadap Kompol Kosmas Kaju Gae terus mengalir deras. Hingga Kamis (4/9/2025) pukul 17.00 WITA, petisi daring...

Camat Nubatukan Polisikan Calon Pengelola Taman Kota Swaolsa Tite

Camat Nubatukan Polisikan Calon Pengelola Taman Kota Swaolsa Tite

August 4, 2025

LEMBATA – Camat Nubatukan, Dion Wutun, resmi melaporkan calon pengelola Taman Kota Swaolsa Tite ke pihak kepolisian atas dugaan tindak...

Dugaan Pungutan Liar Warnai Polemik Pengelolaan Taman Ria Swaolsa Tite Lewoleba

Dugaan Pungutan Liar Warnai Polemik Pengelolaan Taman Ria Swaolsa Tite Lewoleba

July 30, 2025

LEMBATA – Taman Ria Swaolsa Tite merupakan satu di antara beberapa taman kota yang cukup ramai di Lewoleba, Ibukota Kabupaten...

Kasus Persekusi Anak di Lembata: Terdakwa Divonis 9 Bulan Penjara, Lebih Tinggi dari Tuntutan Jaksa

Kasus Persekusi Anak di Lembata: Terdakwa Divonis 9 Bulan Penjara, Lebih Tinggi dari Tuntutan Jaksa

July 24, 2025

LEMBATA — Pengadilan Negeri Lembata menjatuhkan hukuman 9 bulan penjara kepada lima terdakwa dalam kasus persekusi terhadap anak di bawah...

Next Post

Tangis Vian Burin di Hadapan Thomas Ola Langoday, Ini Penyebabnya!

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Dapur MBG 03 Lembata Diresmikan, Jadi SPPG Contoh Capai Target Indonesia Emas 2045

2 days ago

Ini Proyeksi Pendapatan Rumah Walet di Kawasan Wisata Bukit Cinta

5 days ago

Bangun Rumah Walet di Bukit Cinta, Bukti Pemda Lembata Gagal Kembangkan Pariwisata

5 days ago

Lima kali bukan kebetulan: PN Lembata kembali percayakan Posbakum ke LBH SIKAP

6 days ago
Kadis PMD Lembata Sebut Visi-Misi Kepala Desa Tidak Terganggu Akibat Dana Desa Terkoreksi. Ini Penjelasannya!

Kadis PMD Lembata Sebut Visi-Misi Kepala Desa Tidak Terganggu Akibat Dana Desa Terkoreksi. Ini Penjelasannya!

6 days ago

Dana Desa 2026 di Lembata Terkoreksi, Ada Desa yang Hanya Dapat Rp 219 Juta

1 week ago

Prediksi Puncak Arus Balik di Pelabuhan Laut Lewoleba Pada 03-04 Januari

2 weeks ago

Popular News

  • Bangun Rumah Walet di Bukit Cinta, Bukti Pemda Lembata Gagal Kembangkan Pariwisata

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dapur MBG 03 Lembata Diresmikan, Jadi SPPG Contoh Capai Target Indonesia Emas 2045

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kadis PMD Lembata Sebut Visi-Misi Kepala Desa Tidak Terganggu Akibat Dana Desa Terkoreksi. Ini Penjelasannya!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dapur MBG di Lembata Kesulitan Bahan Baku, Terutama Daging Ayam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ini Proyeksi Pendapatan Rumah Walet di Kawasan Wisata Bukit Cinta

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dana Desa 2026 di Lembata Terkoreksi, Ada Desa yang Hanya Dapat Rp 219 Juta

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Connect with us

Kirim E-mail :

Untuk kritik, saran dan pertanyaan lainnya, silahkan kirim pesan anda untuk BentaraNet di bentara.redaksi01@gmail.com

Site Links

  • Log in
  • Entries feed
  • Comments feed
  • WordPress.org

About Us

Kami menyajikan berita akurat, mendalam dan edukatif untuk anda.

  • About
  • Redaksi & Contact
  • Advertise

© 2023 - Bentara.net

No Result
View All Result
  • Home
  • Polkam
  • Ekbis
  • Hukrim
  • BudPar
  • Humaniora
  • Kesehatan
  • Pendidikan

© 2023 - Bentara.net

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
Sign In with Linked In
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In