NAGEKEO – Serda Komang Agus Pradnyana Samadi, Anggota Kompi Zeni Yonif Batalyon Teritorial Pembangunan ( TP ) 834/ Wakanga Mere, berhasil meraih juara III dalam ajang Kejuaraan Pencak Silat Tingkat Nasional Piala Pangdam III/Siliwangi 2026, yang digelar di kawasan Pakansari, Cibinong, 12–14 Februari 2026. Serda Komang berhasil meraih juara tiga pada kategori dewasa kelas H setelah mengalahkan lawanya yang merupakan atlit PON dari Jakarta Timur.
” Bersyukur karena saya bisa memberikan yang terbaik dan mampu mengalahkan atlit PON yang syarat pengalaman di berbagai kejuaraan tingkat nasional maupun internasional. Dan akhirnya bisa bawa pulang medali perunggu dan piagam penghargaan untuk satuan dan juga untuk keluarga serta pribadi saya sendiri” ungkap Sedar Komang.
Dijelaskannya, dalam ajang kejuaraan tersebut, dirinya harus menghadapi berbagai tantangan yang luar biasa, dimana harus mampu mengalahkan sejumlah atlet dari berbagai daerah se Indonesia. Persainganya sangat ketat agar bisa mencapai partai final.
” Ketekunan dan keyakinan serta tekat yang kuat, sehingga bisa mencapai hasil seperti saat ini. Ini prestasi luar biasa yang bisa saya berikan, bukan hanya mengharumkan nama pribadi sendiri, akan tetapi juga menjadi kebanggaan bagi satuan Batalyon Teritorial Pembangunan 834/ Wakanga Mere ” ujar Dia.
Sementara itu, Komandan Pleton ( Danton), Letda Czi Ikhsan Harahap, memberikan apresiasi atas prestasi yang diraih oleh anggota TNI Batalyon Yonif TP 834 / Eakanga Mere.
Hal ini membuktikan bahwa, prajurit TNI bukan saja mengemban tugas sebagai abdi negara untuk menjaga kesatuan NKRI tetapi juga telah mampu memberikan prestasi untuk darah dan juga untuk satuannya. Prestasi tersebut, telah menunjukkan kemapuan bela diri para prajurit agar semakin handal dalam mendukung tugas dan profesi sebagai prajurit dalam mempertahankan dan ketahanan negara republik Indonesia.
” Selamat atas apa yang telah diraih, tetaplah menjadi seorang yang rendah hati tapi jangan rendah diri, saya juga berpesan bahwa apa yang di dapat saat ini bukanlah suatu hal yang instan tetapi butuh semangat dan dedikasi serta motivasi yang berkesinambungan. Selain itu juga, kepada saudara komang nantinya akan kami berikan apresiasi tambahan ketika telah kembali ke batalyon supaya menjadi motivasi bagi rekan yang lainnya ” tutup Dia.
Valentino Luis dan Cerita Kopi yang tak Akan Pernah Selesai
"Intan, kamu tahu kan Solor kering? Tapi ada loh kopi di sana. Bayangkan!" Malam itu 2 April 2024. Saya dan Kak Valen—demikian saya memanggil si Valentino...















