• About
  • Redaksi & Contact
  • Advertise
Friday, January 16, 2026
  • Login
No Result
View All Result
NEWSLETTER
Bentara
  • Home
  • Polkam
  • Ekbis
  • Hukrim
  • BudPar
  • Humaniora
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Home
  • Polkam
  • Ekbis
  • Hukrim
  • BudPar
  • Humaniora
  • Kesehatan
  • Pendidikan
No Result
View All Result
Bentara
No Result
View All Result
Home TTS

SMA N 1 Mollo Selatan Diduga Lakukan Pungli Rp 50 Ribu Terhadap Penerima PIP

by Joe Kikhau
in TTS
0
Ilustrasi PIP (Foto: suaralidik.com)

Ilustrasi PIP (Foto: suaralidik.com)

0
SHARES
363
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

SoE – Penerimaan Program Indonesia Pintar (PIP) di SMA Negeri 1 Mollo Selatan, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) diduga diwarnai aksi pungutan liar (pungli) sebesar Rp 50 ribu per siswa setiap tahap.

Dugaan pungli tersebut disampaikan salah satu wali siswa yang merasa anak walinya dirugikan sebab harus menyerahkan uang sebanyak itu.

Adrianus Amsikan, wali siswa yang mengadu ke media ini, Jumat (3/7/2020), mengatakan, anaknya diharuskan mengumpulkan uang Rp 50 ribu untuk mendapatkan rekomendasi dari Kepala Sekolah untuk pencairan beasiswa di BNI.

Adrianus sebagai wali, merasa perlu untuk mengontrol anak walinya agar bisa menggunakan uang tersebut dengan baik untuk memenuhi kebutuhannya. Ia lalu menyuruh anak walinya untuk meminta kwitansi penggunaan uang tersebut.

“Saya suruh anak saya minta kwitansi, tapi guru yang urus rekomendasi bilang ke anak saya, itu bukan uang sekolah jadi tidak perlu kwitansi,” jelas Adrianus.

Saat mendengar jawaban para guru yang disampaikan oleh anak walinya, Adrianus berinisiatif menghubungi Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Mollo Selatan via WhatsApp. Ia juga menghubungi guru yang mengurus rekomendasi untuk memastikan penggunaan uang tersebut.

Kepala Sekolah serta guru yang dihubungi, lanjut Adrianus, sama sekali tidak menghiraukan pertanyaannya sebagai wali siswa. Karena tanpa kwitansi, Adrianus pun menganggap itu sebagai pungli.

RelatedPosts

Benarkah Semua Guru PNS Ditarik dari Sekolah Swasta di Lembata?

June 19, 2022

Sekolah Diarahkan Isi Form Belanja, Ada Indikasi Kolusi Dinas PKO Sikka & Pengusaha

October 27, 2020

“Karena anak saya terima dua tahap maka dia kasi uang Rp 100 ribu,” kata Adrianus.

Ia menilai, pihak sekolah tidak mendukung program pemerintah untuk menekan angka putus sekolah dengan memberikan beasiswa bagi siswa dari keluarga yang kurang mampu.

Adrianus sangat tidak setuju dengan kebijakan yang ditempuh pihak sekolah. Menurutnya, sekolah seharusnya punya tujuan yang sama dengan pemerintah yakni memberikan kesempatan bagi anak-anak yang kurang mampu untuk mendapatkan pendidikan yang layak.

“Yang saya sesalkan itu, mereka ini dari keluarga kurang mampu yang dibantu pemerintah untuk bisa lanjut studi, tapi sekolah malah memungut lagi dengan jumlah yang sangat besar,” kata Adrianus.

Lanjutnya, jumlah uang yang dipungut itu, bernilai kecil bagi orang-orang yang tergolong mampu. Namun uang tersebut bagi keluarga yang kekurangan bisa sangat bermanfaat.

“Kalau hanya minta Rp10 ribu per tahap itu saya mengerti. Tapi kalau sampai Rp 50 ribu itu sudah terlalu besar dan itu masih bisa dipakai untuk beli buku atau baju seragam satu potong,” ujarnya.

Kepala SMA Negeri 1 Mollo Selatan, Jesaya Banoet yang dikonfirmasi di ruang kerjanya membenarkan siswa penerima PIP diminta menyerahkan uang perorang Rp 50 ribu per tahap.

Uang tersebut, kata Bonoet, dikumpulkan dari jumlah penerima PIP di sekolahnya yang berjumlah 171 orang, kemudian digunakan untuk membeli materai dan kertas.

Ia mengaku, untuk proses pencairan membutuhkan beberapa dokumen seperti surat pernyataan dan juga rekomendasi yang disahkan dengan materai. “Kan dia beli materai sekian lembar itu butuh uang. Itu yang pake untuk dia punya kepentingan,” kata Banoet.

Meski sebagai Kepala Sekolah, Banoet mengaku tidak mengetahui dengan pasti jumlah materai dan surat pernyataan yang dibutuhkan untuk proses pencairan satu tahap beasiswa PIP.

Ia juga mengatakan materai tersebut tidak bisa disediakan oleh sekolah. Setiap siswsa harusnya menyediakan sendiri. Untuk lebih memudahkan, sekolah menyediakan materai lalu siswa hanya membeli di sekolah.

“Sekitar empat ko. Nah itu kan butuh uang. Kalau tidak beli materai uang tidak keluar. Kalau buru mau stempel, terpaksa beli materai dan itu sekolah yang siapkan,” ujar Banoet.

Ia mengatakan, tidak ada pemotongan untuk beasiswa PIP, namun uang tersebut digunakan untuk kelancaran proses pencairan, yaitu untuk membeli materai dan juga kertas.

“Itu tidak dipotong, tapi demi untuk kasi keluar itu uang butuh sekian materai. Makanya setiap tahap harus, karena uang tidak bisa keluar begitu saja. Dia tidak potong, dia tidak ambil juga,” ungkap Banoet.

Banoet mengancam tidak akan menandatangani surat rekomendasi siswa yang mengadu ke orang tuanya atas potongan tersebut. Ia berjanji akan memanggil orang tua atau wali dari siswa bersangkutan.

“Kalau saya tidak mau tanda tangan dia bisa susah. Dia mau kasi keluar uang. Anak itu akan saya panggil orang tuanya. Maunya apa? Lu (kamu) mau kasi keluar uang di sana lalu lu (kamu) tidak mau kasi keluar uang?” tandasnya.

“Tolong itu jangan diekspose, berbahaya sekali untuk anak itu. Saya tidak akan tanda tangan karena persoalaan butuh materai sekian. Saya yang kasih?” tambahnya dengan nada sedikit tinggi.

Adrianus yang dikonfirmasi kembali mengatakan, seharusnya sekolah bisa menyiapkan materai dan kertas melalui dana BOS. Sehingga anak-anak dari keluarga miskin itu, tidak diberatkan lagi dengan pungutan yang nilainya cukup besar.

“Dana BOS itu per siswa per tahun itu Rp 1.500.000, kemudian setiap bulan kita bayar uang Komite Rp 75 ribu. Kenapa harus ambil lagi dari uang yang harusnya digunakan untuk memenuhi kebutuhan mereka yang membutuhkan,” ujarnya.

Ia mengatakan, yang disuarakan bukan hanya nasib anak walinya, namun juga memperjuangkan nasib mereka yang disunat haknya oleh pihak sekolah yang sudah disiapkan dana BOS oleh pemerintah.

“Saya menyuarakan nasib anak-anak yang juga mendapatkan perlakuan yang sama. Rp 50 ribu itu sangat berarti bagi mereka. Sementara sekolah sudah berikan dana BOS dan anggaran untuk ATK sekolah itu setiap tahun ada,” jelas Adrianus.

Tags: Dana BOSPendidikanPIP

Related Posts

Di Desa Elo, Jaringan Air Bersih Miliaran Rupiah Tak Berfungsi

August 3, 2021

SoE - Anggota DPRD Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Viktor Soinbala menemukan fakta mencengangkan terkait proyek pembangunan jaringan air bersih...

Memenuhi Kebutuhan Utama Masyarakat di Pelosok TTS

August 2, 2021

Matahari sudah condong ke arah Barat ketika kami memasuki jalan sertu menuju Desa Falas. Desa yang berada di wilayah Kecamatan...

Pembinaan Kader Partai Perindo, Wujud Nyata Kedaulatan Demokrasi

December 3, 2020

SoE - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Persatuan Indonesia (Perindo) Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) menggelar workshop pembinaan kader yang...

Pameran Museum di TTS, Momen Refleksi Kebudayaan dan Memahami Identitas Diri

December 3, 2020

SoE - UPTD Museum-Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menggelar pameran museum keliling tahun 2020 di Kabupaten...

Terima Izin Operasional, Kepsek SMK Kristen SoE Siap Berikan Yang Terbaik

December 3, 2020

SoE - SMK Kristen SoE kembali mendapatkan perpanjangan izin operasional sekolah untuk 5 tahun kedepan. Izin operasional itu diserahkan oleh...

Terima Kunjungan LAI KGS, Begini Tanggapan Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten TTS

December 2, 2020

SoE - Dewan Pimpinan Cabang Lembaga Aliansi Indonesia Komando Garuda Sakti (DPC LAI KGS) Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) mendatangi...

Next Post

Menelusuri Riwayat Perjalanan Pasien 03 Positif Covid-19 di Flores Timur

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Dapur MBG di Lembata Kesulitan Bahan Baku, Terutama Daging Ayam

1 day ago

Dapur MBG 03 Lembata Diresmikan, Jadi SPPG Contoh Capai Target Indonesia Emas 2045

3 days ago

Ini Proyeksi Pendapatan Rumah Walet di Kawasan Wisata Bukit Cinta

6 days ago

Bangun Rumah Walet di Bukit Cinta, Bukti Pemda Lembata Gagal Kembangkan Pariwisata

6 days ago

Lima kali bukan kebetulan: PN Lembata kembali percayakan Posbakum ke LBH SIKAP

7 days ago
Kadis PMD Lembata Sebut Visi-Misi Kepala Desa Tidak Terganggu Akibat Dana Desa Terkoreksi. Ini Penjelasannya!

Kadis PMD Lembata Sebut Visi-Misi Kepala Desa Tidak Terganggu Akibat Dana Desa Terkoreksi. Ini Penjelasannya!

7 days ago

Dana Desa 2026 di Lembata Terkoreksi, Ada Desa yang Hanya Dapat Rp 219 Juta

1 week ago

Popular News

  • Dapur MBG 03 Lembata Diresmikan, Jadi SPPG Contoh Capai Target Indonesia Emas 2045

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dapur MBG di Lembata Kesulitan Bahan Baku, Terutama Daging Ayam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bangun Rumah Walet di Bukit Cinta, Bukti Pemda Lembata Gagal Kembangkan Pariwisata

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ini Proyeksi Pendapatan Rumah Walet di Kawasan Wisata Bukit Cinta

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemda Lembata Diminta Hapus Kebijakan Pembatasan Ayam Beku di Tengah Kesulitan Dapur MBG

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kadis PMD Lembata Sebut Visi-Misi Kepala Desa Tidak Terganggu Akibat Dana Desa Terkoreksi. Ini Penjelasannya!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Connect with us

Kirim E-mail :

Untuk kritik, saran dan pertanyaan lainnya, silahkan kirim pesan anda untuk BentaraNet di bentara.redaksi01@gmail.com

Site Links

  • Log in
  • Entries feed
  • Comments feed
  • WordPress.org

About Us

Kami menyajikan berita akurat, mendalam dan edukatif untuk anda.

  • About
  • Redaksi & Contact
  • Advertise

© 2023 - Bentara.net

No Result
View All Result
  • Home
  • Polkam
  • Ekbis
  • Hukrim
  • BudPar
  • Humaniora
  • Kesehatan
  • Pendidikan

© 2023 - Bentara.net

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
Sign In with Linked In
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In