• About
  • Redaksi & Contact
  • Advertise
Sunday, April 5, 2026
  • Login
No Result
View All Result
NEWSLETTER
Bentara
  • Home
  • Polkam
  • Ekbis
  • Hukrim
  • BudPar
  • Humaniora
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Home
  • Polkam
  • Ekbis
  • Hukrim
  • BudPar
  • Humaniora
  • Kesehatan
  • Pendidikan
No Result
View All Result
Bentara
No Result
View All Result
Home TTS

Kisah Sumina, Janda 75 Tahun di TTS Berjuang Lawan Kanker Payudara

by Joe Kikhau
in TTS
0
Sumina Asbanu saat menunjukkan kanker payudara yang dideritanya (Foto: Joe Kikhau/BentaraNet)

Sumina Asbanu saat menunjukkan kanker payudara yang dideritanya (Foto: Joe Kikhau/BentaraNet)

0
SHARES
858
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

SoE – Nasib seorang janda di Desa Oelet, Kecamatan Amanuban Timur, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), NTT, sungguh sangat memprihatinkan. Setelah suaminya meninggal balasan tahun lalu, kini Sumina Asbanu menderita kanker payudara.

Sumina hidup bersama anak angkatnya di rumah yang tidak layak untuk dihuni. Sumina yang kini sudah berusia 75 tahun itu, tinggal bersama anak angkatnya, Muhammad Safari Asbanu di rumah mereka yang sangat sederhana.

Rumah berukuran 3×4 meter itu, tidak terlalu luas, namun tidak terlalu sempit bagi Sumina dan anaknya. Rumah setinggi hampir 2 meter itu dibagi menjadi dua kamar. Di bagian belakang digunakan sebagai tempat beristirahat pada malam hari. Sementara bagian depan sebagai ruang tamu sekaligus tempat ternyaman bagi Safari untuk beristirahat.

Dindingnya menggunakan bambu yang dibelah, diatap dengan beberapa seng yang sudah termakan usia. Rumah sederhana tanpa jendela itu, hanya memiliki satu pintu di bagian depan tanpa pintu belakang.

Ruang tamunya tidak dihiasi meja kaca dengan sebuah vas dan bunga yang cantik. Tidak ada satu kursi pun di ruang tamu itu. Hanya sebuah tikar yang terbentang di atas tanah.

Sebuah bangku panjang berada di emperan rumah yang beratapkan daun kelapa. Ada sebuah kursi dan meja yang disandarkan pada dinding rumah.

Secercah senyum dipancarkan dari raut wajah yang sudah berkerut termakan usia. Sumina keluar dari rumah sederhananya saat didatangi Sabtu (11/7/2020) siang.

RelatedPosts

Polres Lembata Tindaklanjuti Aduan UMKM Soal Retribusi Ayam Beku

April 2, 2026

Polres Lembata Gandeng Pengelola SPBU Balauring Jaga Stabilitas Kamtibmas

April 2, 2026

Bersama Safari, Sumina menyambut kami dengan hangat dan mempersilahkan untuk duduk di bangku yang sudah disediakan. Sumina sendiri duduk bersandar di salah satu tiang rumahnya tepat di pintu masuk.

Dia mulai berkisah tentang nasibnya yang malang. Awal mula Sumina mengetahui dirinya mengidap kanker payudara pada September 2017 silam.

Sumina Asbanu (duduk di tanah) bersama anaknya Muhammad Safari Asbanu (foto: Joe Kikhau/BentaraNet)

Saat itu, kata Sumina, dirinya masih beraktivitas seperti biasa. Tidak ada rasa sakit apapun. Dia tetap menganyam tempat siri pinang (oko mama) dan nyiru (t’pa) dari daun lontar yang dijual untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka.

“Pendapatan kami tergantung hasil penjualan tempat siri pinang dan nyiru. Kadang kami tidak dapat uang, kadang kami bisa dapat sampai 50 ribu. Kalau dapat uang banyak kami senang,” kata Sumina.

Selain memenuhi kebutuhan hidup lainnya, uang hasil penjualan tersebut juga digunakan untuk biaya sekolah Safari.

Sebagaimana kehidupan masyarakat Timor pada umumnya, Sumina yang tinggal di RT 01, RW 01 Desa Oelet tersebut bertahan hidup dengan mengolah lahan yang ada untuk memeroleh makanan.

“Kami olah orang punya tanah. Hasilnya untuk kami makan. Tanah yang kami tempati ini juga bukan milik kami. Ini milik kakak saya,” ujar Sumina dalam bahasa daerah setempat.

Kini Sumina tidak dapat beraktivitas secara normal lagi pasca kanker di payudaranya pecah dan menyisahkan luka yang sedalam kira-kira 20 cm.

Sumina mengisahkan, saat benjolan yang ada di payudaranya pecah pada bulan April 2020 lalu dia tidak bisa beraktivitas lagi karena rasa sakit yang tidak mampu ditahannya.

“Waktu pecah itu sangat bau, bahkan semua orang takut dekat saya karena bau amis,” kata Sumina mengenang kejadian itu.

Meski demikian, anaknya Safari tidak pernah merasa jijik dengan keadaannya, malah sebaliknya sang anak dengan setia merawat Ibunya.

Sejak pertama dirinya menyadari dirinya mengidap kanker payudara, Sumina tidak memberitahu keluarganya karena tidak merasa sakit apa-apa.

Namun kini semua berubah. Sumina yang dulunya pekerja keras, Sumina yang tekun, kini hanya bisa duduk dan tak mampu berbuat banyak hal.

Kali ini, Safari yang harus bekerja keras, merawat ibunya, menyiapkan makan dan minuman, merawat ternak hingga mengolah lahan.

Bagi Safari, semua itu sebagai balasan atas kasih sayang ibunya yang sudah merawatnya sejak dirinya kecil hingga kini ia tumbuh menjadi anak yang kuat, rajin dan patuh.

“Saya tidak jijik. Saya sayang mama,” kata Safari sambil memerhatikan sang ibu.

Bahkan saat sang ibu sudah tidak bisa beraktivitas normal lagi, Safari takut akan kehilangan. Setiap hari dirinya merawat ibunya dengan berlinang air mata.

“Saya takut mama kasi tinggal saya. Saya tidak tau nanti mau buat bagaimana kalau ibu tidak ada lagi,” ujar Safari berkaca-kaca.

Saat ini, Sumina hanya menggunakan obat tradisonal. Dirinya tidak mampu berobat ke rumah sakit karena tidak memiliki biaya.

“Selama ini kami dapat uang dari hasil jual tempat siri pinang dan nyiru, tapi sekarang saya sakit dan tidak bisa kerja lagi. Jadi kami tidak punya uang untuk pergi ke rumah sakit,” kata Sumina.

Ia mengatakan, keluarganya baru sekali mendapatkan bantuan dari pemerintah. Itu pun karena pandemi Covid-19 sehingga keluarganya mendapatkan BST.

“Selama ini tidak dapat bantuan apa-apa. Hanya baru-baru ini kami terima BST. Ada yang datang foto rumah kami katanya mau kasi bantuan rumah, tapi sampai sekarang tidak ada,” jelasnya.

Sejak April 2020, Sumina hanya berobat menggunakan obat tradisonal. Sumina mengungkapkan keinginan untuk berobat di rumah sakit namun ia harus memikirkan biaya rumah sakit yang mahal, Ia pun menyimpan rapat-rapat keinginannya.

“Kami pake obat tradisonal saja. Ada keluarga di sini yang kasi obat dan tiap hari anak saya tumbuk obat itu dan tempelkan di bagian yang luka,” ujar Sumina dibenarkan anaknya.

Related Posts

Di Desa Elo, Jaringan Air Bersih Miliaran Rupiah Tak Berfungsi

August 3, 2021

SoE - Anggota DPRD Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Viktor Soinbala menemukan fakta mencengangkan terkait proyek pembangunan jaringan air bersih...

Memenuhi Kebutuhan Utama Masyarakat di Pelosok TTS

August 2, 2021

Matahari sudah condong ke arah Barat ketika kami memasuki jalan sertu menuju Desa Falas. Desa yang berada di wilayah Kecamatan...

Pembinaan Kader Partai Perindo, Wujud Nyata Kedaulatan Demokrasi

December 3, 2020

SoE - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Persatuan Indonesia (Perindo) Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) menggelar workshop pembinaan kader yang...

Pameran Museum di TTS, Momen Refleksi Kebudayaan dan Memahami Identitas Diri

December 3, 2020

SoE - UPTD Museum-Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menggelar pameran museum keliling tahun 2020 di Kabupaten...

Terima Izin Operasional, Kepsek SMK Kristen SoE Siap Berikan Yang Terbaik

December 3, 2020

SoE - SMK Kristen SoE kembali mendapatkan perpanjangan izin operasional sekolah untuk 5 tahun kedepan. Izin operasional itu diserahkan oleh...

Terima Kunjungan LAI KGS, Begini Tanggapan Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten TTS

December 2, 2020

SoE - Dewan Pimpinan Cabang Lembaga Aliansi Indonesia Komando Garuda Sakti (DPC LAI KGS) Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) mendatangi...

Next Post

Patut Dicontoh! SMA PGRI Mnelalete Kenakan Denda Rp 60 Ribu Bagi Guru & Pegawai yang Terlambat

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Polres Lembata Gandeng Pengelola SPBU Balauring Jaga Stabilitas Kamtibmas

3 days ago

Polres Lembata Ajak Pelaku Usaha Olahan Tuna Cegah Pencemaran Lingkungan

3 days ago

Cerita Anggota Koperasi TKBM Pelabuhan Lewoleba yang Dapat Penghargaan saat RAT

1 week ago
PT Indofish Makmur Sejati Bantah Monopoli Pasar Ikan di Lembata

PT Indofish Makmur Sejati Bantah Monopoli Pasar Ikan di Lembata

2 weeks ago

Polres Lembata Lakukan Penggalangan Jelang Perayaan Paskah 2026

3 weeks ago

Polres Lembata Lakukan Penggalangan Jelang Idul Fitri 1447 H

3 weeks ago
Tobotani Terima MBG 3T, Sambil Menanti Pembangunan Infrastruktur Dasar

Tobotani Terima MBG 3T, Sambil Menanti Pembangunan Infrastruktur Dasar

3 weeks ago

Popular News

  • Cerita Anggota Koperasi TKBM Pelabuhan Lewoleba yang Dapat Penghargaan saat RAT

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bupati Lembata : Eksplorasi Budaya Bawa Pesan Kejujuran untuk Anak Cucu & Lewotana

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dinkes Lembata Gelar Sosialisasi dan Anjangsana ke Tokoh Agama Sambut Hari AIDS Sedunia 1 Desember

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pre – Launching Pustaka Bambu Jadi Jembatan Masa Depan Anak-anak di Adonara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tobotani Terima MBG 3T, Sambil Menanti Pembangunan Infrastruktur Dasar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Produktivitas Sorgum di Lembata Meningkat Tapi Tidak Didukung Alsintan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Connect with us

Kirim E-mail :

Untuk kritik, saran dan pertanyaan lainnya, silahkan kirim pesan anda untuk BentaraNet di bentara.redaksi01@gmail.com

Site Links

  • Log in
  • Entries feed
  • Comments feed
  • WordPress.org

About Us

Kami menyajikan berita akurat, mendalam dan edukatif untuk anda.

  • About
  • Redaksi & Contact
  • Advertise

© 2023 - Bentara.net

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
Sign In with Linked In
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Polkam
  • Ekbis
  • Hukrim
  • BudPar
  • Humaniora
  • Kesehatan
  • Pendidikan

© 2023 - Bentara.net