• About
  • Redaksi & Contact
  • Advertise
Wednesday, April 1, 2026
  • Login
No Result
View All Result
NEWSLETTER
Bentara
  • Home
  • Polkam
  • Ekbis
  • Hukrim
  • BudPar
  • Humaniora
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Home
  • Polkam
  • Ekbis
  • Hukrim
  • BudPar
  • Humaniora
  • Kesehatan
  • Pendidikan
No Result
View All Result
Bentara
No Result
View All Result
Home Humaniora

Pertanian Lembata: Menanti Pemerintah Turun Tangan, Demi Kedaulatan Pangan

by BentaraNet
in Humaniora
0
Petani di Lembata beralih dari tanaman jagung hibrida ke budidaya sayur organik / Foto : BentaraNet

Petani di Lembata beralih dari tanaman jagung hibrida ke budidaya sayur organik / Foto : BentaraNet

0
SHARES
75
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

LEMBATA – Ignasius Suyadi Aur, petani Desa Dulitukan memilih untuk beralih menanam sayur organik. Sebelumnya, ia menanam jagung dengan pupuk kimia. Pupuk kimia meningkatkan kadar asam tanah, yang melarutkan remah-remah tanah kaya mineral. Hal ini membuat tanah kehilangan porositasnya dan menjadi padat.

Tak hanya itu, kata Ignasius, perubahan iklim terus menyebabkan pergeseran musim tanam yang berdampak luas terhadap hasil pertanian masyarakat Kabupaten Lembata. Cuaca ekstrim merupakan salah satu faktor para petani di wilayah Kecamatan Ile Ape selalu mengalami gagal panen.

Meski demikian ungkap Ignasius, tidak sedikit petani yang mulai melakukan adaptasi terhadap perubahan iklim ini melalui beragam cara. “Satu di antaranya adalah praktik diversivikasi tanaman dan beralih dari tanaman jagung hibrida ke sayur-sayuran,”ungkapnya.

“Ignasius mengungkapkan bahwa menanam sayuran organik merupakan pilihan tepat di tengah ketidakpastian musim,” menambahkan.

Menanggapi peristiwa itu, Direktur LSM Barakat Benediktus menyebut, hal ini harus didukung penuh oleh pemerintah melalui berbagai program dan kebijakan.

Apalagi, lanjut Benediktus, pemerintahan baru Kabupaten Lembata dibawah kepemimpinan Bupati Petrus Kanisius Tuaq dan Wakil Bupati Mohamad Nasir Laode mendorong nelayan tani dan ternak sebagai leading sektor pembangunan lima tahun ke depan.

Dukungan pemerintah terhadap penggunaan pupuk kimia pada jagung hibrida selama ini, menurut Benediktus merupakan upaya untuk memperkuat ketahanan pangan,bukan upaya untuk mewujudkan kedaulatan pangan.

RelatedPosts

Pelabuhan Feri Waijarang Rusak, Harga Komoditi Turun, Masyarakat Rugi

January 25, 2026

Bangun Rumah Walet di Bukit Cinta, Bukti Pemda Lembata Gagal Kembangkan Pariwisata

January 10, 2026

Penggunaan pupuk kimia pada jagung hibrida selama ini akan menurunkan kualitas tanah dan justru akan meningkatkan ketergantungan tanah dan tanaman terhadap pupuk kimia yang sering digunakan.

“Karena konsepnya ketahanan pangan maka perlu ada pupuk kimia, jagung hibrida, pestisida kimia dan lain sebagainya. Dan itu yang tidak kita anjurkan. Kalau mau bilang pupuk dan pestisida sebenarnya kita punya sumber daya yang cukup untuk pupuk organik dan pesitisida alami,” ujar Benediktus.

Ia menegaskan bahwa inisiatif lokal petani di desa Dulitukan yang beralih dari tanaman jagung hibrida dengan dukungan pupuk kimia ke budidaya sayur-sayuran dengan pupuk organik harusnya dilihat pemerintah sebagai modal utama dalam mewujudkan kedaulatan pangan di Lembata ditengah ancaman krisis iklim.

Program-program seperti bantuan pompa air dan pelatihan pembuatan pupuk organik dan pestisida alami bagi masyarakat merupakan langkah strategis yang harus diambil oleh Pemerintah Kabupaten Lembata.

Ia mencontohkan, LSM Barakat pernah mendampingi masyarakat petani di lima desa di Kabupaten Lembata dengan konsep pertanian cerdas iklim. Lima desa tersebut yakni Lolong, Pasir Putih, Riabao, Wuakerong dan desa Bour.

Menurutnya, jika didampingi dengan baik melalui intervensi kebijakan yang tepat, tidak sulit bagi masyarakat untuk menerapkan konsep pertanian cerdas iklim yang akan bermuara pada terwujudnya kedulatan pangan masyarakat Kabupaten  Lembata.

Dengan konsep pertanian cerdas iklim, masyarakat di lima desa ini dapat mengatasi hama pada tanaman dengan memanfaatkan pestisida alami.

“Ini kalau semuanya dibunuh dengan bahan-bahan kimia otomatis akan menimbulkan ketergantungan. Jadi saya pikir pemerintah daerah, kalau berani coba tolak itu program pemerintah pusat yang justru menimbulkan ketergantungan terhadap pupuk kimia,” ujar Benediktus.

Menurutnya, menolak program pemerintah pusat yang mengandalkan pupuk kimia lalu melahirkan kebijakan pertanian cerdas iklim bagi masyarakat akan bisa mengatasi dua hal sekaligus dalam satu waktu bersamaan.

Pertama, menguatkan kedaulatan pangan masyarakat Lembata dengan pangan lokal yang ada. Kedua, upaya adaptasi terhadap perubahan ikliim secara kolektif mampu dilakukan oleh masyarakat.

Petani lainnya Edi Suyono mengatakan meski ada pendampingan dari tenaga penyuluh lapangan, selama ini dukungan dari Pemerintah Kabupaten Lembata belum dirasakan secara optimal.

Satu di antara beberapa tantangan saat ini yang mereka hadapi adalah kebutuhan air secara berkelanjutan agar mereka dapat bercocok tanam setiap musim.

“Kalau saat ini kami hanya bisa menanam di musim hujan dengan mengandalkan air hujan. Kalau ada sumbur bor misalnya bantuan dari pemerintah, sayur-sayuran organik ini akan kami tanam setiap musim,” kata Edi. (BN/001)

Tags: Benediktus BedilGagal PanenKedaulatan PanganLSM BarakatPemda LembataPetani Lembata

Related Posts

Tobotani Terima MBG 3T, Sambil Menanti Pembangunan Infrastruktur Dasar

Tobotani Terima MBG 3T, Sambil Menanti Pembangunan Infrastruktur Dasar

March 17, 2026

LEMBATA – Sulitnya akses menuju Desa Tobotani, Kecamatan Buyasuri, Kabupaten Lembata, tidak menyurutkan semangat Yayasan Insan Paripurna Madani untuk membangun...

Plan Indonesia Perkuat Kapasitas Konseling Guru BK untuk Cegah Perundungan & Kekerasan Anak di Lembata

February 27, 2026

LEMBATA – Yayasan Plan International Indonesia (Plan Indonesia) melalui Program Implementasi Area Lembata menyelenggarakan Pelatihan Konseling untuk guru-guru konseling di...

Prajurit Yonif TP 834/ WM Raih Juara Pencak Silat Tingkat Nasional

February 15, 2026

NAGEKEO - Serda Komang Agus Pradnyana Samadi, Anggota Kompi Zeni Yonif Batalyon Teritorial Pembangunan ( TP ) 834/ Wakanga Mere,...

Valentino Luis dan Cerita Kopi yang tak Akan Pernah Selesai

February 7, 2026

"Intan, kamu tahu kan Solor kering? Tapi ada loh kopi di sana. Bayangkan!" Malam itu 2 April 2024. Saya dan Kak Valen—demikian saya memanggil si Valentino...

Pelantikan Pengurus Jaringan Muro Lembata Perkuat Konservasi Berbasis Adat

February 5, 2026

LEMBATA – Pengurus Jaringan Muro Kabupaten Lembata resmi dilantik pada Selasa (04/02/2026). Pelantikan ini menjadi langkah penting dalam memperkuat upaya...

Bazar Pendidikan Plan Indonesia di Aulesa, Bantu Anak Atasi Masalah Pendidikan

January 31, 2026

LEMBATA - Sebanyak 114 anak mengikuti bazar pendidikan yang digelar Yayasan Plan Internationa Indonesia (Plan Indonesia) di aula kantor desa...

Next Post
Kata Anggota DPR RI Muhammad Hoerudin Soal Pentingnya Empat Pilar Kehidupan Berbangsa

Kata Anggota DPR RI Muhammad Hoerudin Soal Pentingnya Empat Pilar Kehidupan Berbangsa

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

PT Indofish Makmur Sejati Bantah Monopoli Pasar Ikan di Lembata

PT Indofish Makmur Sejati Bantah Monopoli Pasar Ikan di Lembata

2 weeks ago

Polres Lembata Lakukan Penggalangan Jelang Perayaan Paskah 2026

2 weeks ago

Polres Lembata Lakukan Penggalangan Jelang Idul Fitri 1447 H

2 weeks ago
Tobotani Terima MBG 3T, Sambil Menanti Pembangunan Infrastruktur Dasar

Tobotani Terima MBG 3T, Sambil Menanti Pembangunan Infrastruktur Dasar

2 weeks ago

Sat Intelkam Polres Lembata Lakukan Pertemuan Terkait Dukungan Program Makan Bergizi Gratis

2 weeks ago

Aparat Lakukan Penggalangan dengan Pedagang LPG Terkait Ketersediaan Gas di Lembata

2 weeks ago

Kaur Keuangan Desa Kalikur WL Dilaporkan Menghilang, Diduga Bawa Dana Desa Rp300 Juta

2 weeks ago

Popular News

  • Cerita Anggota Koperasi TKBM Pelabuhan Lewoleba yang Dapat Penghargaan saat RAT

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sat Intelkam Polres Lembata Lakukan Pertemuan Terkait Dukungan Program Makan Bergizi Gratis

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ini Kesan Festival Lamaholot 2024 Menurut Pelaku UMKM dan Penjabat Bupati Lembata

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bupati Nagekeo Beri Sambutan DiHari Raya Idul Fitri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tobotani Terima MBG 3T, Sambil Menanti Pembangunan Infrastruktur Dasar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemda Lembata Pacu Transformasi Pelaku Usaha, Bimtek OSS-RBA Jadi Langkah Strategis Hadapi Tantangan Teknologi & Regulasi Modern

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Connect with us

Kirim E-mail :

Untuk kritik, saran dan pertanyaan lainnya, silahkan kirim pesan anda untuk BentaraNet di bentara.redaksi01@gmail.com

Site Links

  • Log in
  • Entries feed
  • Comments feed
  • WordPress.org

About Us

Kami menyajikan berita akurat, mendalam dan edukatif untuk anda.

  • About
  • Redaksi & Contact
  • Advertise

© 2023 - Bentara.net

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
Sign In with Linked In
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Polkam
  • Ekbis
  • Hukrim
  • BudPar
  • Humaniora
  • Kesehatan
  • Pendidikan

© 2023 - Bentara.net