• About
  • Redaksi & Contact
  • Advertise
Tuesday, January 20, 2026
  • Login
No Result
View All Result
NEWSLETTER
Bentara
  • Home
  • Polkam
  • Ekbis
  • Hukrim
  • BudPar
  • Humaniora
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Home
  • Polkam
  • Ekbis
  • Hukrim
  • BudPar
  • Humaniora
  • Kesehatan
  • Pendidikan
No Result
View All Result
Bentara
No Result
View All Result
Home TTS

Seminar Proposal Disertasi, 2 Ketua Komisi DPRD Kabupaten TTS Soroti Pendidikan dan Kemiskinan

by Joe Kikhau
in TTS
0
Dua orang kandidat doktor,  Marten Tualaka dan Uksam B Selan (keduanya berkemeja merah) foto bersama para sahabat sebelum ujian seminar proposal disertasi (Foto:Joe Kikhau/BentaraNet)

Dua orang kandidat doktor, Marten Tualaka dan Uksam B Selan (keduanya berkemeja merah) foto bersama para sahabat sebelum ujian seminar proposal disertasi (Foto:Joe Kikhau/BentaraNet)

0
SHARES
296
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Kupang – Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Uksam B Selan dan Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten TTS, Marten Tualaka menyelesaikan satu tahap tugas akhir mereka sebagai kandidat doktor, yakni seminar proposal disertasi, Rabu (14/10/2020).

Sebagai kandidat doktor pada Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Kupang, keduanya menyoroti masalah pendidikan dan juga kemiskinan di Kabupaten TTS.

Ujian itu berlangsung dalam dua sesi yakni tatap muka dan juga online. Pada sesi ujian tatap muka, keduanya diuji oleh Prof. Maria Noach, Ph.D dan Dr. Zainur Wulla. Pater Gregorius Neonbasu menjadi co-promotor untuk kedua kandidat doktor ini. Sementara pada sesi ujian online keduanya diuji oleh Dr. Oditha Hutabarat, M. Th dan Dr. Radjiman Sitolu, M. Th.

Marten mengangkat judul disertasi ‘Sosok Kemiskinan dan Kebijakan Pemerintah Daerah Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT)’

Marten dalam pemaparannya mengatakan, selama ini ada begitu banyak program pembangunan dari pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten sampai tingkat desa dengan anggaran yang cukup besar namun Kabupaten TTS masih tergolong miskin.

Menurutnya, tidak ada perubahan signifikan yang bisa merubah kondisi kehidupan masyarakat. Sehingga dari tahun ke tahun Kabupaten TTS tetap dilabeli kabupaten termiskin pertama di TTS.

“Sepertinya ada yang salah dengan kebijakan pembangunan sehingga tidak ada perubahan”, ujar Marten.

RelatedPosts

Sekolah Diarahkan Isi Form Belanja, Ada Indikasi Kolusi Dinas PKO Sikka & Pengusaha

October 27, 2020

Seminar Nasional Bulan Bahasa Dorong Upaya Menghidupkan Kembali Eksistensi Budaya

October 24, 2020

Ia juga menyoroti indikator dalam penentuan angka kemiskinan di Kabupaten TTS. Menurutnya, budaya orang Timor berbeda dengan orang Jawa. Untuk itu, indikator dalam menentukan kemiskinan tidak bisa disamakan.

Prof. Maria Noach,Ph.D menyarankan agar Marten mencari tahu apa penyebab masyarakat di Kabupaten TTS masih miskin.

“Cari tahu faktor apa yang membuat masyarakat masih tetap miskin. Karena anggaran yang dikucurkan setiap tahun itu sangat besar, tapi masyarakatnya tidak ada perubahan,” ujar Noach.

Sementara itu, Uksam mempertanggungjawabkan proposal disertasinya yang berjudul ‘Kontribusi Pendidikan Karakter bagi Generasi Milenial di Kabupaten Timor Tengah Selatan’.

Menurutnya, perkembangan teknologi yang semakin pesat, selain membawa banyak dampak positif, ada juga dampak buruk bagi generasi milenial. Dampak buruk itu, kata Uksam seperti kemudahan bagi generasi milenial dalam mengakses pornografi, pornoaksi, serta degradasi karakter.

Degradasi karakter dan ditopang oleh penyalahgunaan teknologi sering berujung tawuran, pergaulan bebas, hubungan di luar nikah hingga kasus pemerkosaan.

“Generasi milenial kehilangan identitas. Kalau dulunya anak-anak lewat di depan orang lain selalu bilang haim pal mis (bahasa Dawan : permisi), sekarang ini tidak ada lagi seperti itu,” ujar Uksam.

Ia menilai, dunia pendidikan saat ini belum mampu mengembalikan identitas diri para milenial. Dalam Kurikulum 2013 yang mensyaratkan pendidikan karakter, nilai-nilai yang harus menjadi acuan penilaian, menurut Uksam, masih ada beberapa nilai yang belum dimuat.

Salah satu nilai yang penting diajarkan adalah tentang kebudayaan. Uksam menguraikan, kebudayaan orang Timor mengajarkan etika bagi anggota masyarakat dan itu selalu dipegang teguh serta terus dilaksanakan oleh para orang tua terdahulu.

Masyarakat Boti di Kabupaten TTS, jelas Uksam, menjadi bukti nyata dari pelestarian budaya serta nilai dan norma-norma kehidupan orang Timor. Selama ini, masyarakat Boti hidup rukun dan damai serta tidak pernah terjadi kasus-kasus seperti yang terjadi pada kaum milenial saat ini.

Pada kesempatan itu, Dr. Zainur Wulla meminta Uksam untuk memfokuskan penelitiannya nanti pada pendidikan formal atau nonformal.

“Harus lebih spesifik, apakah penilitian di lembaga pendidikan formal atau nonformal. Kalau pada lembaga nonformal bisa meneliti tentang kehidupan masyarakat Boti, kemudian dibuatkan sebuah model pendidikan karakter yang mengambil nilai-nilai dari kehidupan masyarakat Boti yang bisa diterapkan pada pendidikan formal,” ujar Zainur.

Seusai seminar, kedua kandidat doktor itu akan memperbaiki proposal disertasi itu dengan memperhatikan masukan-masukan dari para penguji serta masukan dari co-promotor.

“Kita masih ada perbaikan lagi. Yang jelas kita ingin agar hasil penelitian kita nanti bisa menjadi acuan untuk melakukan perubahan di Kabupaten TTS,” ujar Marten.

Tags: Pendidikan

Related Posts

Di Desa Elo, Jaringan Air Bersih Miliaran Rupiah Tak Berfungsi

August 3, 2021

SoE - Anggota DPRD Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Viktor Soinbala menemukan fakta mencengangkan terkait proyek pembangunan jaringan air bersih...

Memenuhi Kebutuhan Utama Masyarakat di Pelosok TTS

August 2, 2021

Matahari sudah condong ke arah Barat ketika kami memasuki jalan sertu menuju Desa Falas. Desa yang berada di wilayah Kecamatan...

Pembinaan Kader Partai Perindo, Wujud Nyata Kedaulatan Demokrasi

December 3, 2020

SoE - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Persatuan Indonesia (Perindo) Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) menggelar workshop pembinaan kader yang...

Pameran Museum di TTS, Momen Refleksi Kebudayaan dan Memahami Identitas Diri

December 3, 2020

SoE - UPTD Museum-Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menggelar pameran museum keliling tahun 2020 di Kabupaten...

Terima Izin Operasional, Kepsek SMK Kristen SoE Siap Berikan Yang Terbaik

December 3, 2020

SoE - SMK Kristen SoE kembali mendapatkan perpanjangan izin operasional sekolah untuk 5 tahun kedepan. Izin operasional itu diserahkan oleh...

Terima Kunjungan LAI KGS, Begini Tanggapan Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten TTS

December 2, 2020

SoE - Dewan Pimpinan Cabang Lembaga Aliansi Indonesia Komando Garuda Sakti (DPC LAI KGS) Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) mendatangi...

Next Post

35 Warga Waiblama Terima Ganti Rugi Pembangunan Bendungan Napung Gete

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Pemda Lembata Diminta Hapus Kebijakan Pembatasan Ayam Beku di Tengah Kesulitan Dapur MBG

4 days ago

Dapur MBG di Lembata Kesulitan Bahan Baku, Terutama Daging Ayam

5 days ago

Dapur MBG 03 Lembata Diresmikan, Jadi SPPG Contoh Capai Target Indonesia Emas 2045

6 days ago

Ini Proyeksi Pendapatan Rumah Walet di Kawasan Wisata Bukit Cinta

1 week ago

Bangun Rumah Walet di Bukit Cinta, Bukti Pemda Lembata Gagal Kembangkan Pariwisata

1 week ago

Lima kali bukan kebetulan: PN Lembata kembali percayakan Posbakum ke LBH SIKAP

1 week ago
Kadis PMD Lembata Sebut Visi-Misi Kepala Desa Tidak Terganggu Akibat Dana Desa Terkoreksi. Ini Penjelasannya!

Kadis PMD Lembata Sebut Visi-Misi Kepala Desa Tidak Terganggu Akibat Dana Desa Terkoreksi. Ini Penjelasannya!

1 week ago

Popular News

  • Dapur MBG di Lembata Kesulitan Bahan Baku, Terutama Daging Ayam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pengadaan Malapari Australia di Lembata Abaikan Riset Putra Daerah & Bibit Lokal

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dapur MBG 03 Lembata Diresmikan, Jadi SPPG Contoh Capai Target Indonesia Emas 2045

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemda Lembata Diminta Hapus Kebijakan Pembatasan Ayam Beku di Tengah Kesulitan Dapur MBG

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dukung Lomba Titi Jagung Antar OPD, John Batafor Bakal Boyong Wisatawan Asing

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tim SAR Temukan 1 Korban Banjir Bandang di Mauponggo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Connect with us

Kirim E-mail :

Untuk kritik, saran dan pertanyaan lainnya, silahkan kirim pesan anda untuk BentaraNet di bentara.redaksi01@gmail.com

Site Links

  • Log in
  • Entries feed
  • Comments feed
  • WordPress.org

About Us

Kami menyajikan berita akurat, mendalam dan edukatif untuk anda.

  • About
  • Redaksi & Contact
  • Advertise

© 2023 - Bentara.net

No Result
View All Result
  • Home
  • Polkam
  • Ekbis
  • Hukrim
  • BudPar
  • Humaniora
  • Kesehatan
  • Pendidikan

© 2023 - Bentara.net

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
Sign In with Linked In
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In